Polisi Dihadang Laskar FPI Saat Antar Surat Panggilan Kedua Rizieq Shihab Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab seusai diperiksa di Mapolda Jabar, Senin (13/2). (Foto MP/Rina Garmina)

MerahPutih.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah mengirimkan surat pemanggilan kedua ke pemimpin Front Pembela Islam, Rizieq Shihab.

"Iya, kami dari Polsek mengantar tim penyidik Ditreskrimum Polda Metro ke kediaman Bapak HRS," kata Kapolsek Metro Tanah Abang, Kompol Singgih Hermawan kepada wartawan, Rabu (2/12).

Baca Juga

Tertutup Soal Hasil COVID-19, Rizieq Dinilai Korbankan Umat

Diketahui surat pemanggilan kedua ini dirikim ke kediaman pentolan FPI itu yang ada di Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dalam pengiriman surat kali ini, polisi kembali sempat diadang oleh para Laskar Pembela Islam (LPI).

Hal serupa diketahui juga terjadi pada Minggu 29 November lalu saat polisi mengirimkan surat panggilan pertama ke sana. Sedianya Rizieq diperiksa kemarin, Selasa 1 Desember 2020. Tapi, dia tidak hadir dan diwakili pihak pengacaranya.

Pada polisi, pihak pengacara menyebut kalau Rizieq butuh waktu untuk istirahat sehingga tidam bisa memenuhi panggilan.

Sementara itu, menurut polisi karena Rizieq tidak bisa hadir kemarin, rencananya pemanggilan kedua akan dilakukan pada Kamis 3 Desember 2020 besok.

Diketahui, Front Pembela Islam (FPI) dikenai sanksi denda secara administratif sebesar Rp50 juta oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Surat pemberian sanksi itu dikirimkan pada Minggu (15/11)

Kerumunan massa menunggu kedatangan Rizieq Shihab di Markas Besar FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, Selasa (10/11/2020). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww.
Kerumunan massa menunggu kedatangan Rizieq Shihab di Markas Besar FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, Selasa (10/11/2020). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww.

Denda ini terkait dengan penyelenggaraan rangkaian kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pernikahan anak Rizieq di Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta pusat pada Sabtu malam, 14 November 2020. Kegiatan ini menimbulkan kerumunan massa.

Sementara, menantu Habib Rizieq Shihab, Habib Hanif Alatas, menyebut denda administratif sebesar Rp50 juta telah dibayarkan. Denda merupakan sanksi dari Satpol PP DKI Jakarta karena adanya kerumunan massa saat acara pernikahan anak Habib Rizieq.

Buntut kejadian ini, pada Senin, 16 November 2020, Mabes Polri mencopot dua Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) yaitu, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi.

Keduanya dicopot lantaran dianggap tidak melaksanakan perintah menegakkan protokol kesehatan.

Meski begitu, Polri tidak menjelaskan secara lebih rinci alasan pencopotan kedua jenderal polisi berbintang dua tersebut. Namun, diketahui terjadi sejumlah kerumunan massa belakangan ini di daerah Jakarta dan Jawa Barat yang melibatkan Habib Rizieq.

Kemudian, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama beberapa jajarannya pun dimintai klarifikasi oleh polisi pada Selasa, 17 November 2020.

Anies datang ke Polda Metro Jaya dengan mengenakan seragam gubernur. Setelah diperiksa, dia mengucapkan syukur. Anies dicecar oleh penyidik sebanyak 33 pertanyaan yang disampaikan menjadi laporan sepanjang 23 halaman.

Menurut dia, semua pertanyaan sudah dijawab sesuai dengan fakta yang ada sehingga tidak ditambah dan tak dikurangi.

“Adapun detail isi pertanyaan, klarifikasi, dan lain-lain biar nanti menjadi bagian dari pihak Polda Metro Jaya untuk nanti meneruskan dan menyampaikan sesuai kebutuhan,” ujar Anies. (Knu)

Baca Juga

Pimpinan DPR Minta Semua Orang Patuhi Proses Hukum, Termasuk Rizieq?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Aksi Koboi Jalanan di Serpong, Pelaku Todongkan Pistol ke Warga
Indonesia
Aksi Koboi Jalanan di Serpong, Pelaku Todongkan Pistol ke Warga

"Bukan perampokan. Masih kita dalami," kata Kapolsek Kelapa Dua, AKP Muharam Wibisono Adipradono

 Hand Sanitizer di Solo Langka Akibat KLB Corona, Mahasiswa UNS Bikin Sendiri
Indonesia
Hand Sanitizer di Solo Langka Akibat KLB Corona, Mahasiswa UNS Bikin Sendiri

"Hand sanitizer sebanyak 300 botol habis terjual hanya satu jam. Kami kemudian mendapatkan tantangan untuk menyediakan 3.000 botol hand sanitizer untuk seluruh sivitas akademika UNS," ujar Heru

Harga Pertamax Turun Lagi, Pertalite Tetap
Indonesia
Harga Pertamax Turun Lagi, Pertalite Tetap

Penurunan itu tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM 187K/10/MEM/2019.

UU Cipta Kerja Diprotes, Menaker Ajak Buruh Susun Aturan Turunan
Indonesia
UU Cipta Kerja Diprotes, Menaker Ajak Buruh Susun Aturan Turunan

Penyusunan undang-undang, semestinya tunduk pada kaidah dan cara yang mengacu pada peraturan hukum yang baik, dapat dipertanggungjawabkan, dan visioner.

Datangi Markas Tentara, Kapolda Metro Minta Jakarta Tak Diacak-acak Ormas Radikal
Indonesia
Datangi Markas Tentara, Kapolda Metro Minta Jakarta Tak Diacak-acak Ormas Radikal

Kapolda Metro dan Pangdam Jaya mendatangi Markas Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis 201, Cibubur, Jakarta Timur.

Anies Positif COVID-19, DKI Tidak Bakal Tunjuk Pelaksana Harian Gubernur
Indonesia
Anies Positif COVID-19, DKI Tidak Bakal Tunjuk Pelaksana Harian Gubernur

“Bapak Gubernur sudah menyampaikan kepada kami semua, jajaran di Pemprov DKI Jakarta, agar tetap bekerja melayani masyarakat dengan giat," kata Sri.

Update COVID-19 per Minggu (29/3): 1285 Kasus Positif, 114 Meninggal Dunia
Indonesia
Update COVID-19 per Minggu (29/3): 1285 Kasus Positif, 114 Meninggal Dunia

Untuk pasien yang dinyatakan sembuh ada 5 kasus

Dua Kali Rapid Test, 144 Jemaah Masjid Jami Kebon Jeruk Negatif Corona
Indonesia
Dua Kali Rapid Test, 144 Jemaah Masjid Jami Kebon Jeruk Negatif Corona

Mereka statusnya masih Orang Dalam Pengawasan (ODP) kasus corona.

Ma'ruf Amin Sebut Lulusan Program Ekonomi Syariah Tak Siap Pakai
Indonesia
Ma'ruf Amin Sebut Lulusan Program Ekonomi Syariah Tak Siap Pakai

Sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci penting

Wasekjen Demokrat Tegaskan AHY tak Nyatakan Maju di Pilpres 2024
Indonesia
Wasekjen Demokrat Tegaskan AHY tak Nyatakan Maju di Pilpres 2024

Menurut Andi, putra Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono itu tak berbicara ikut Pilpres.