Polisi Ciduk Wanita di Padang yang Sebut Pemerintah Zalim dan tak Percaya COVID-19 Video suasana restoran di Padang yang ramai pengunjung tanpa protokol kesehatan.(Foto tangkap layar video)

MerahPutih.com - Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang wanita yang memvideokan suasana suatu restoran yang penuh dan abai protokol kesehatan. Restoran itu diketahui berada di Padang, Sumatera Barat

“Padang kota bebas, makan apa saja kita enggak ada yang dilockdown. Enggak ada pembatasan, sekat-sekat,” ungkap perempuan tersebut dalam video yang salah satunya diunggah oleh akun di Instagram.

Baca Juga

Panglima TNI: Jangan Sampai Ada Lagi Kejadian Viral Pasien Dibawa Dengan Gerobak

Polda Sumatera Barat akhirnya menciduk wanita berinisial Y. Namun, dia dipulangkan karena hanya wajib lapor. Namun, wanita itu belum sempat ditahan.

"Tadi malam pukul 23.00 WIB diamankan selanjutnya dilakukan pemeriksaan, pukul 02.00 WIB dipulangkan untuk proses lanjut,” kata Kabid Humas Polda Sumaters Barat Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto saat dihubungi wartawan, Selasa (6/7).

Satake menerangkan awalnya, Y berada di Padang untuk menjenguk orang tuanya. Pada Jumat (2/7), Y datang ke salah satu restoran dan langsung membuat video karena melihat suasana yang jauh berbeda dibanding di Jakarta.

“Dia kan dari Jakarta lihat suasana Jakarta kan situasinya seperti itu, kemudian di Padang ini masih ada suasana yang dibatasi tapi masih membuat orang senang lah, dia senang melihat suasana di Padang itu makanya dia membuat video itu,” tutur Satake.

Satake menuturkan pihaknya bakal meminta keterangan dari saksi ahli pidana dan bahasa dalam rangka pengusutan kasus ini. Selain itu, juga bakal dilakukan gelar perkara untuk menentukan apakah ada unsur pidana atau tidak dalam kasus ini.

“Nanti dilakukan gelar perkara untuk menentukan kasusnya,” ujarnya.

Video suasana restoran di Padang yang ramai pengunjung tanpa protokol kesehatan.(Foto tangkap layar video)
Video suasana restoran di Padang yang ramai pengunjung tanpa protokol kesehatan.(Foto tangkap layar video)

Dalam kasus ini, pelaku Y dapat dikenakan Pasal 45A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 160 jo Pasal 207 KUHP.

Sementara itu, rumah makan itu dikenai sanksi administrasi berupa peringatan keras dan denda Rp 500 ribu akibat tidak menerapkan protokol kesehatan.

Pengelola dipanggil penyidik Satpol PP, Senin (5/7) dan usai pemeriksaan langsung dijatuhi sanksi. Sesuai dengan Perda, jika pengelola masih melakukan hal yang sama bisa dikenai sanksi lebih berat lagi berupa denda Rp 15 juta atau pencabutan izin usaha.

Y (55), pembuat video yang mengaku tidak takut Corona itu akhirnya minta maaf. Penyampaian permintaan maaf itu diunggah di akun Instagram @hidayahsmartphone Senin (5/7).

Y minta maaf kepada Pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia serta pemilik Restoran Bebek Sawah.

"Saya yang bikin video di Bebek Sawah. Saya meminta maaf, khususnya Pemerintahan Indonesia dan masyarakat Indonesia," kata Y dalam video itu.

"Saya tadi itu bikin video hanya canda candaan. Mohon maaf ya, pemilik tempat makan Bebek Sawah, saya cuman bercandaan buat teman-teman. Tidak ada maksud apa-apa, karena kegirangan hanya keceplosan," ujar Y.

Dalam video berdurasi 1 menit 5 detik, seorang ibu yang mengenakan hijab hitam menyebutkan sedang berada di Restoran Bebek Sawah. "Padang tidak takut Corona, lawan pemerintahan zalim..."

Ia memvideokan kondisi di restoran yang ramai pengunjung. "Padang kota bebas. Makan apa aja kita, enggak ada yang di-lock down, enggak ada pembatasan dan sekat-sekat. Tuh, lihat tuh, rame. Enggak ada, bebas semua, tidak ada jaga jarak," kata si ibu dalam video itu.

"Padang aman, tidak takut sama corona. Lihatlah, lihat. Saya lagi di Padang, makan di Restoran Bebek Sawah. Rame, enggak ada jaga jarak. Bebas. Kenapa kita di Jakarta pada panik semua?" ujarnya lagi.

"Udah jangan panik, terus saja lawan, pemerintahan zalim, ayo selamat makan semua," katanya dalam video itu.

Video yang viral itu menyebar ke berbagai grup WhatsApp. (Knu)

Baca Juga

Viral, Video Pasien COVID-19 Membludak di Halaman RSUD Dr Moewardi Solo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Rute Parade Pembalap MotoGP
Indonesia
Rute Parade Pembalap MotoGP

Sebelum balapan di Sirkuit Mandalika, para pembalap MotoGP akan mengikuti parade di Jakarta pada Rabu (16/3) meski tanpa didampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Mahfud MD Jamin Pansel KPU-Bawaslu Bebas dari Kepentingan Politik
Indonesia
Mahfud MD Jamin Pansel KPU-Bawaslu Bebas dari Kepentingan Politik

"Ini sesuai perintah presiden, untuk membuat jadwal Pemilu sesuai UU dan jangan berpikir politik di luar itu," katanya

Erupsi Gunung Anak Krakatau Tak Berdampak pada Aktivitas Penerbangan
Indonesia
Erupsi Gunung Anak Krakatau Tak Berdampak pada Aktivitas Penerbangan

Status Gunung Anak Krakatau, di perairan wilayah perbatasan Provinsi Lampung dan Banten, naik ke Level III dari sebelumnya Level II.

PT KAI Tertibkan 137 Bangunan Liar di Lintas Stasiun Angke-Kampung Bandan
Indonesia
PT KAI Tertibkan 137 Bangunan Liar di Lintas Stasiun Angke-Kampung Bandan

Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa mengungkapkan, lebih dari 137 bangli ditertibkan dari lokasi yang mayoritas bangunan non permanen.

Ketua DPRD DKI Sebut Diskusi Interpelasi Formula E di Restoran Bentuk Parlemen Jalanan
Indonesia
Ketua DPRD DKI Sebut Diskusi Interpelasi Formula E di Restoran Bentuk Parlemen Jalanan

Forum formal untuk membahas sesuatu salah satunya melalui rapat paripurna

Butuh Persiapan, Pelaksanaan Vaksinasi Booster di Solo Diundur Jumat
Indonesia
Butuh Persiapan, Pelaksanaan Vaksinasi Booster di Solo Diundur Jumat

Gibran mengatakan vaksinasi booster di Solo dimulai Jumat (14/1). Untuk vaksin yang digunakan antara Pfizer atau AstraZeneca.

Penyitas COVID-19 Berpotensi Terkena Post COVID Syndrome
Indonesia
Penyitas COVID-19 Berpotensi Terkena Post COVID Syndrome

Semua pasien yang tertular COVID-19 berpotensi terkena Post COVID Syndrome atau gejala berkelanjutan pasca dinyatakan negatif dari paparan virus tersebut.

DPRD Solo Temukan Kinder Joy Masih Dijual Bebas di Pasar Modern
Indonesia
DPRD Solo Temukan Kinder Joy Masih Dijual Bebas di Pasar Modern

Makanan Kinder Joy masih dijual bebas Kota Solo, Jawa Tengah. Hal itu terungkap saat Komisi II DPRD menggelar inspeksi (Sidak) toko modern dan gudang makanan di sejumlah lokasi di Solo. Anggota dewan tersebut mendapati Kinder Joy dijual masih dijual bebas di di sejumlah pasar dan kios di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Jebres, Kota Solo. Kinder Joy juga masih tampak di-display di atas meja kasir toko.

[HOAKS atau FAKTA]: Tol Semarang-Batang Bakal Ditutup Total
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Tol Semarang-Batang Bakal Ditutup Total

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kawasan Industri Batang I Nugraha menyatakan pihakya berkoordinasi dengan PT JSB

[HOAKS atau FAKTA]: Penampakan UFO di Daerah Tanah Abang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Penampakan UFO di Daerah Tanah Abang

Beredar sebuah video di media sosial Facebook tentang sebuah UFO yang selama satu jam lebih berada di atas daerah Tanah Abang.