Polisi Cecar Maria Lumowa dengan 27 Pertanyaan Maria Pauline Lumowa dihadirkan saat rilis kasus pembobolan kas Bank BNI di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (10/7/2020). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

MerahPutih.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri mencecar tersangka kasus pembobolan kas Bank BNI lewat letter of credit (L/C) fiktif, Maria Pauline Lumowa, dengan 27 pertanyaan, Selasa (21/7) kemarin.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, dari 27 pertanyaan itu, penyidik mendalami substansi perkara tersebut dan seputar soal beberapa dokumen serta pernyataan yang pernah disampaikan Maria Lumowa.

Baca Juga:

Ahli Pidana Korupsi UI Diperiksa Polisi Terkait Kasus Maria Lumowa

"Dari 27 pertanyaan intinya berkaitan dengan identitas dan riwayat keluarga itu pasti secara formilnya," jelas Argo di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (22/7).

Lalu, wanita yang ditangkap di Serbia itu juga ditanya berkaitan dengan beberapa perusahaan yang merupakan debitur dari BNI yang diajukan permohonan kredit LC.

"Itu kita tanyakan. Ada juga beberapa surat dan dokumen atau pun suatu surat pernyataan yang pernah dibuat Maria, kita tanyakan kembali," tutur Argo.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. ANTARA/HO-Polri/am.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. ANTARA/HO-Polri/am.

Penyidik juga menanyakan hubungan antara Maria dengan 14 orang saksi sekaligus terpidana kasus pembobolan bank BNI ini.

Pemeriksaan kepada Maria pun masih akan berlanjut.

Diketahui, penangkapan terhadap Maria Pauline dilakukan oleh NCB Interpol Serbia pada 16 Juli 2019.

Dia kemudian diekstradisi dari Serbia ke Indonesia setelah menjadi buronan 17 tahun.

Baca Juga:

Maria Lumowa Segera Diperiksa Soal Pembobolan Bank Senilai Rp1,7 Triliun

Maria Pauline merupakan Bos PT Gramarindo Mega Indonesia yang lahir di Paleloan, Sulawesi Utara, 27 Juli 1958. Dia ditetapkan sebagai salah satu tersangka kasus pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat letter of credit (L/C) fiktif.

Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai USD136 juta dan EUR56 juta atau sama dengan Rp1,7 triliun dengan kurs saat itu, kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu. (Knu)

Baca Juga:

Pemerintah Belanda Ogah Bantu Pembobol BNI Maria Lumowa


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH