Polisi Cecar Hal Ini ke Kalapas Klas I Tangerang Kalapas Klas I Tangerang Victor Teguh di Mapolda Metro Jaya (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Tangerang Victor Teguh Prihartono, telah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Selasa (14/9).

Pemeriksaan itu adalah bagian dalam penyidikan atas kebakaran di Lapas Tangerang yang menyebabkan banyak korban jiwa.

Baca Juga:

Pakar Nilai Pidana Aternatif Bisa Jadi Solusi Masalah Over Kapasitas Lapas

"Masih bersifat umum. Menyangkut masalah tentang fungsi tugas dan peran," terang Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat, Rabu (15/9).

Penyidik juga mempertanyakan keberadaan Kalapas saat kebakaran terjadi termasuk pekerjanya. Viktor diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi. Tubagus kembali menuturkan, tak menutup kemungkinan akan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap beberapa saksi.

"Hal itu sesuai dengan kebutuhan penyidikannya," jelas Tubagus.

Jenajah korban kebakaran Lapas Tangerang. (Foto: MP/ Rizky)
Jenajah korban kebakaran Lapas Tangerang. (Foto: MP/ Rizky)

Menurut Tubagus, penentuan tersangka masih dalam proses penyidikan. Namun demikian, diduga sudah terdapat unsur pidana dalam kasus kebakaran Lapas Tangerang itu.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak tujuh pejabat Lapas Kelas I Tangerang dijadwalkan untuk diperiksa di Polda Metro Jaya hari ini Selasa (14/9).

Baca Juga:

Lapas Tangerang Terbakar, Komnas HAM: Ini Sebenarnya Tragedi

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono menjelaskan pejabat yang diperiksa adalah Kepala Lapas, Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang Administrasi Keaman dan Ketertiban, Kepala Sub Bagian Umum, Kepala Bidang Keamanan, Kepala Seksi Perawatan, dan Kepala KPLP. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Staf Ahli dan Ajudan Eks Mensos Juliari Bakal Bersaksi di Sidang Suap Bansos
Indonesia
Staf Ahli dan Ajudan Eks Mensos Juliari Bakal Bersaksi di Sidang Suap Bansos

Pengadilan Tipikor Jakarta akan kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan suap bansos COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek pada Senin (15/3).

Kantor Presiden Jokowi Mulai Terapkan WFH
Indonesia
Kantor Presiden Jokowi Mulai Terapkan WFH

Istana Kepresidenan akan mulai menerapkan sistem kerja dari rumah work from home (WFH) pada pekan depan.

Dugaan Ledakan di Margo City Depok, Tiga Mobil Rusak
Indonesia
Dugaan Ledakan di Margo City Depok, Tiga Mobil Rusak

Sementara itu tiga unit mobil rusak akibat kedakan. Yang terparah taksi.

Pemerintah Larang Mudik, Organda Solo Menjerit dan Minta Bantuan Stimulus
Indonesia
Pemerintah Larang Mudik, Organda Solo Menjerit dan Minta Bantuan Stimulus

Menanggapi kebijakan tersebut Ketua DPC Organda Solo, Joko Suprapto menilai aturan larangan mudik membuat pengusaha bus menjerit.

Ingin Bertemu Ba'asyir, Keluarga Seleksi Tamu
Indonesia
Ingin Bertemu Ba'asyir, Keluarga Seleksi Tamu

Selama menerima tamu tidak ada acara syukuran atau tausiah. Selama pertemuan sifatnya hanya santai ngobrol dan makan bersama.

Butuh 1 Tahun Buat Capai Herd Immunity Usai Vaksinasi
Indonesia
Butuh 1 Tahun Buat Capai Herd Immunity Usai Vaksinasi

Pandangan keliru di masyarakat, bahwa vaksin dapat membentuk kekebalan kelompok dalam waktu cepat. Lebih keliru lagi, vaksin disamakan dengan obat yang dapat menyembuhkan penyakit COVID-19.

Wagub: Biaya Commitment Fee Formula E Rp 2,3 Triliun Dibebankan Juga Swasta
Indonesia
Wagub: Biaya Commitment Fee Formula E Rp 2,3 Triliun Dibebankan Juga Swasta

DKI Jakarta mengaku telah menyanggupi pembayaran perjanjian commitment fee Formula E yang disepakati Dinas Pemuda dan Olahraga bersama Formula E Operation.

Jakarta Diprediksi Hujan Sepanjang Hari
Indonesia
Jakarta Diprediksi Hujan Sepanjang Hari

Pada malam hari hujan lebat diperkirakan terjadi di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan

Vaksinasi Dosis Kedua, Wartawan Diminta Abaikan SMS Blast Suntik di Puskesmas
Indonesia
Vaksinasi Dosis Kedua, Wartawan Diminta Abaikan SMS Blast Suntik di Puskesmas

Pelaksanaan vaksinasi hari esok hanya diperuntukkan bagi jurnalis yang sudah menerima suntikan vaksin dosis pertama pada 25, 26 dan 27 Maret 2021 lalu.

Negara Tetangga Diklaim Respons 'Red Notice' Harun Masiku, KPK Ogah Sebut Namanya
Indonesia
Negara Tetangga Diklaim Respons 'Red Notice' Harun Masiku, KPK Ogah Sebut Namanya

Dia menyebut pelaku dapat dijerat dengan pasal merintangi penyidikan