Polisi Buru Pemasok Sabu ke Mantu dan Anak Aburizal Bakrie Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie. Foto: instagram @ardibakrie

MerahPutih.com - Nia Ramadhani mengakui dirinya kerap memakai sabu bersama suaminya, Ardie Bakrie. Keterangan itu disampaikan mantu Aburizal Bakrie ini saat diperiksa penyidik di Polres Metro Jakarta Pusat.

Nia bersama supirnya berinisial ZN ditangkap Satresnarkoba Polres Metro Jakpus pada Rabu (7/7). Saat penangkapan, turut disita sabu seberat 0,78 bruto dan alat hisap sabu atau lebih dikenal bong.

Baca Juga

Nia dan Ardie Bakrie Pakai Narkoba karena Tekanan Kerja, Polisi: Alasan Klasik

"Kami lakukan pendalaman dan mengakui bahwa suaminya AAB (Anindra Ardiansyah Bakrie) juga menghisap, menggunakan sabu ini bersama-sama," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Kamis (8/7).

Polisi menegaskan akan mengusut tuntas jaringan narkoba yang memasok sabu ke pasangan suami-istri artis ini. Yusri Yunus menyebut, penyuplai sabu sedang diburu oleh jajaran Satresnarkoba Polres Metro Jakpus.

"Kami akan lakukan pengejaran. Dari mana dia membeli barang ini tim," kata Yusri.

Menurut dia, apabila nanti pemasok sabu tertangkap maka kasus ini akan semakin terang benderang. Yusri menyebut, polisi juga mendalami kemungkinan ada artis lain yang ikut memesan sabu.

"Kami akan kejar terus. Semoga pemasoknya dapet apakah kemungkinan sabu untuk artis publik figure lain," ujar dia.

Konferensi pers penangkapan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie terkait dugaan penyalahgunaan narkoba. (Foto: MP/Kanugrahan)
Konferensi pers penangkapan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie terkait dugaan penyalahgunaan narkoba. (Foto: MP/Kanugrahan)

Kasus narkoba hang menimpa Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie serta sopir pribadi berinisial ZN. Yusri penangkapan dilakukan tim reserse narkotika Polres Metro Jakarta Pusat pada Rabu sore sekitar pukul 15.00 WIB.

"Di daerah Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan," ucap dia.

Tidak hanya pasangan pasutri pesohor itu saja, polisi juga menangkap seorang pria berusia 43 tahun berinisial ZN.

"Dia adalah sopir bekerja setiap hari, juga yang membantu di kediaman tersangka lainnya," kata Yusri.

Dari penangkapan tersebut polisi menyita satu klip sabu seberat 0,78 gram dan alat hisap sabu atau bong. Penangkapan bermula dari penyelidikan polisi atas laporan bahwa salah seorang tersangka, Nia Ramadhani, sering menggunakan sabu.

"Dia tinggal di Pondok Pinang atau Pondok Indah, Jaksel," kata Yusri.

Dari laporan itu, polisi kemudian melakukan pendalaman dan penyelidikan. Polisi lalu menangkap ZN yang merupakan sopir dari Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie.

"Pada saat dilakukan penggeledahan saudara ZN ditemukan satu klip narkotika jenis sabu. Setelah diinterogasi, yang bersangkutan mengakui barang tersebut milik saudara NR. Itu pengakuannya," kata Yusri.

Polisi lantas mengembangkan kasus ke kediaman Nia dan menemukan alat hisap sabu. "Kemudian dilakukan pendalaman dan mengakui bahwa juga suaminya AAB juga menghisap, menggunakan sabu ini bersama sama," kata Yusri.

"Tapi pada saat di TKP saudara AAB tidak ada. Sehingga saudara ZN dan NR di bawa ke Polres Jakarta Pusat. Barulah setelah istrinya, RA menghubungi suaminya, malam hari atau setelah Isya jam 20.00 WIB, AAB datang ke Polres untuk menyerahkan diri," jelas Yusri.

Saat dilakukan tes terhadapa ketiga tersangka, ketiganya dinyatakan positif mengandung Metafetamin.

"Untuk lebih memastikan lagi semua kita cek lab darah dan juga rambut. Untuk kelengkapan berkas kami," kata Yusri. (Knu)

Baca Juga

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Disebut Nyabu Bareng Selama Setengah Tahun

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hadapi Musim Hujan, Begini Mitigasi Pemprov DKI Atasi Banjir
Indonesia
Hadapi Musim Hujan, Begini Mitigasi Pemprov DKI Atasi Banjir

Pemprov DKI Jakarta telah melakukan sejumlah mitigasi bencana dalam menghadapi musim hujan yang intensitasnya semakin tinggi.

Truk Jadi Angkut Jenazah COVID-19, Wagub DKI: Enggak ada
Indonesia
Truk Jadi Angkut Jenazah COVID-19, Wagub DKI: Enggak ada

Wagub DKI Jakarta membantah menggunakan kendaraan truk untuk mengantarkan jenazah yang dinyatakan positif virus COVID-19 ke liang lahat untuk dikubur.

BNPB: Sistem Peringatan Dini Bencana Hidrometeorologi Sudah Siap
Indonesia
BNPB: Sistem Peringatan Dini Bencana Hidrometeorologi Sudah Siap

Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui Pusat Pengendalian Operasi atau Pusdalops menjadi sangat penting dan upaya para pemangku kepentingan untuk dapat menyampaikan informasi maupun melakukan koordinasi yang dibutuhkan untuk aksi dini

Pemprov DKI Yakin 22 Ribu Titik Sumur Resapan Rampung Sesuai Jadwal
Indonesia
Pemprov DKI Yakin 22 Ribu Titik Sumur Resapan Rampung Sesuai Jadwal

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyakini sisa waktu dua bulan lebih ini mampu menyelesaikan 22 ribu sumur resapan, dalam menangani banjir dikala musim penghujan.

Selalu Bersikap 'Manis' ke Jokowi, PAN Dianggap Ngebet Minta Jatah Menteri
Indonesia
Selalu Bersikap 'Manis' ke Jokowi, PAN Dianggap Ngebet Minta Jatah Menteri

"PAN mungkin memilih jalan untuk bersabar menunggu momen yang tepat untuk kemudian diacak oleh presiden masuk dalam kabinet," ujar Lucius

Pemerintah Tetap Jaga Fleksibilitas APBN dan Lanjutkan PEN di Tahun 2022
Indonesia
Pemerintah Tetap Jaga Fleksibilitas APBN dan Lanjutkan PEN di Tahun 2022

Indonesia juga bisa terhindar dari kenaikan inflasi seperti AS dan Eropa karena pertumbuhan supply dan demand masih cenderung seimbang

JPU Nilai Rizieq Terlalu Banyak Sampaikan Keluh Kesah di Pledoinya
Indonesia
JPU Nilai Rizieq Terlalu Banyak Sampaikan Keluh Kesah di Pledoinya

JPU juga menilai pledoi yang disampaikan Rizieq Shihab berisi tudingan-tudingan

Kapolda Metro Sebut 1,2 Juta Warga Jakarta Keluar Selama Larangan Mudik
Indonesia
Kapolda Metro Sebut 1,2 Juta Warga Jakarta Keluar Selama Larangan Mudik

Polda Metro Jaya sendiri telah melaksanakan rapat koordinasi dengan Pangdam Jaya, Pangkoarmada I, dan Pangkoopsau I untuk mengantisipasi arus balik pemudik

Bupati Bekasi Meninggal, Mang Oded Berbelasungkawa dan Ajak Warga Taat Prokes
Indonesia
Bupati Bekasi Meninggal, Mang Oded Berbelasungkawa dan Ajak Warga Taat Prokes

"Mang Oded meminta kepada masyarakat untuk taat protokol kesehatan. Pemerintah membuat aturan untuk menjaga keselamatan rakyatnya dari wabah Covid-19," ucapnya.

Anak Yatim Piatu Akibat COVID-19 Lebih 20 Ribu, Menteri PPPA Harap Tak Ada Tambahan Lagi
Indonesia
Anak Yatim Piatu Akibat COVID-19 Lebih 20 Ribu, Menteri PPPA Harap Tak Ada Tambahan Lagi

Bintang menghimbau agar para orang tua tunggal maupun keluarga asuh, yang mungkin membutuhkan bantuan untuk beradaptasi dalam peran barunya