Polisi Buru Pelaku Pembakaran Halte Transjakarta Sarinah yang Terekam CCTV Halte Transjakarta Bundaran HI terbakar saat unjuk rasa menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja di kawasan Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Kamis (8/10). /ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aww

MerahPutih.com - Polda Metro Jaya masih masih menganalisa rekaman CCTV pelaku kerusuhan sebagai bahan penyelidikan. Seperti diketahui, video pelaku pembakaran Halte Transjakarta Sarinah, Jakarta Pusat, terekam CCTV dan beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat beberapa pemuda berpakaian hitam terlihat menyusup ditengah aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law.

"Penyidik masih terus bekerja," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Sabtu (31/10).

Baca Juga

Berikut Sikap Pemerintah Menanggapi Demo Besar-besaran Tolak UU Cipta Kerja

Yusri menjelaskan, penyidik Polda Metro Jaya juga melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap barang bukti yang ditemukan di lokasi. Sehingga, harus cukup bukti untuk menetapkan sesorang sebagai tersangka.

"Kita tunggu hasilnya seperti apa," kata Yusri.

Menurut Yusri, rekaman CCTV juga dapat menjadi alat bukti penyidik dalam menetapkan seorang pelaku sebagai tersangka.

"Sebagai alat bukti. Untuk bisa menentukan seorang tersangka minimal dua alat bukti yang cukup. Salah satunya itu (CCTV) bisa membantu untuk alat bukti. Iya bukti kuat di pengadilan," ungkapnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus

Yusri menyampaikan, selain membantu pengungkapan, CCTV juga merupakan alat pemantau keamanan yang dapat mencegah terjadinya tindak kejahatan. Termasuk, pencegahan orang hendak melakukan aksi demo anarkis dengan segera menempatkan anggota di lokasi.

"Pencegahan iya. Misalnya pencegahan, ada polisi di situ berarti orang niat dan kesempatannya hilang," katanya.

Sebelumnya diketahui, Polda Metro Jaya menangkap dan menetapkan 20 orang sebagai tersangka terkait kasus perusakan fasilitas umum seperti halte dan pos polisi dalam aksi unjuk rasa, di Jakarta, 8 dan 13 Oktober 2020 lalu.

Selain itu, polisi juga telah menangkap 10 orang tersangka terkait kasus perusakan Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Dua orang tersangka dewasa, dan delapan anak di bawah umur.

Dari video Youtube Narasi TV yang beredar, terlihat para pelaku datang bergerombol dan terorganisasi untuk membakar Halte Trans Jakarta.

Video investigasi itu hanya menggabungkan berbagai video dan gambar yang tersebar di media sosial. Awalnya para pelaku datang dari arah Jalan Sunda secara berkelompok saat massa aksi mulai memanas di perempatan Sarinah.

Para pelaku itu terlihat sempat berfoto-foto dan melakukan pengamatan, dan selanjutnya para pelaku berpencar untuk membakar Halte Trans Jakarta.

Baca Juga

Cerita Pelaku Kerusuhan Demo UU Cipta Kerja Termakan Isu Hoaks

Saat bentrok di perempatan Sarinah, para pelaku butuh satu jam memanfaatkan situasi dan membakar halte.

Dari analisa tersebut menyimpulkan bahwa para pelaku anarkis bukan bagian dari mahasiswa dan buruh yang menjadi penggerak aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja. (Knu)

Sistem Kemitraan Perkuat UMKM
Indonesia
Kandas Perlawanan Penolakan UU Cipta Kerja
Indonesia
Sistem Kemitraan Perkuat UMKM
Indonesia
Kandas Perlawanan Penolakan UU Cipta Kerja
Indonesia
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Rencana Pelibatan TNI dalam Tangani Terorisme Berpotensi Langgar Hak Warga
Indonesia
Rencana Pelibatan TNI dalam Tangani Terorisme Berpotensi Langgar Hak Warga

Pasalnya, pengaturan tersebut tidak diikuti mekanisme akuntabilitas militer yang jelas untuk tunduk pada sistem peradilan umum.

Eks Kapolsek Astana Anyar Terjerat Narkoba, Komisi III: Tidak Perlu Dihukum Mati
Indonesia
Eks Kapolsek Astana Anyar Terjerat Narkoba, Komisi III: Tidak Perlu Dihukum Mati

“Nggak lah (hukuman mati) ini kan masalah landasan hukumnya ada, tidak serta merta dikit-dikit hukum mati. Nanti lama-lama motong ayam hukum mati lagi. Jadi tidak demikian landasan hukum yang ada,” kata Sahroni

Mendagri Klaim UU Cipta Kerja Pangkas Prosedur Izin Usaha
Indonesia
Mendagri Klaim UU Cipta Kerja Pangkas Prosedur Izin Usaha

Undang-Undang Cipta Kerja bakal mempermudah administrasi pemerintahan dalam hal perizinan usaha.

Dalam Kurun Waktu 2 Bulan, Pariwisata NTT Rugi Rp5 Miliar
Indonesia
Dalam Kurun Waktu 2 Bulan, Pariwisata NTT Rugi Rp5 Miliar

Pandemi COVID-19 membuat semua sektor usaha terutama pariwisata mengalami kerugian karena ditutup untuk dikunjungi wisatawan.

Jawa Timur Masih Mendominasi Laju Pertambahan Kasus Corona
Indonesia
Jawa Timur Masih Mendominasi Laju Pertambahan Kasus Corona

Total kasus positif di Jawa Timur kini mencapai 7.421 orang.

Kasus COVID-19 Terus Meroket, DKI Jakarta Jadi Perhatian Nasional
Indonesia
Kasus COVID-19 Terus Meroket, DKI Jakarta Jadi Perhatian Nasional

Wiku juga mencermati tidak adanya kabupaten/kota dengan zona hijau di Jawa Barat

PD Sarana Jaya Benarkan Sejumlah Pegawai Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Korupsi
Indonesia
PD Sarana Jaya Benarkan Sejumlah Pegawai Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Korupsi

Karen mengaku belum bisa menjelaskan secara detail ihwal siapa saja yang dipanggil.

Amonium Nitrat yang Meledak di Beirut Sejenis dengan Bom Bali 2002
Indonesia
Amonium Nitrat yang Meledak di Beirut Sejenis dengan Bom Bali 2002

Pada dasarnya, penyimpanan bahan kimia tersebut tidak boleh sembarangan

Polisi Periksa Relawan Jokowi Sebagai Saksi
Indonesia
Polisi Periksa Relawan Jokowi Sebagai Saksi

Ambroncius mendatangi Bareskrim Polri pada Senin (25/1) malam

Positif COVID-19, Puluhan Mahasiswa STT Bethel Diungsikan ke Wisma Atlet
Indonesia
Positif COVID-19, Puluhan Mahasiswa STT Bethel Diungsikan ke Wisma Atlet

67 mahasiswa lainnya dinyatakan sebagai orang dalam pemantauan