Polisi Buka-bukaan Alasan Lamanya Pengungkapan Kasus Novel Penyidik KPK Novel Baswedan (kiri) bersama istri Rina Emilda (kanan) dan anak bungsunya saat ditemui di Singapura, Selasa (15/8). (ANTARA FOTO/Monalisa)

MerahPutih.com - Hingga kini penyelesaian kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior komisi pemberantasan korupsi (KPK), Novel Baswedan, sepertinya masih misterius.

Bahkan, pelaku penyiraman air keras yang mengakibatkan mata kiri Novel harus dirawat secara intens di luar negeri beberapa waktu lalu pun tak kunjung ditangkap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Raden Prabowo Argo Yuwono mengklaim, kalau kasus itu kini sudah ada kemajuan. Namun, ia enggan menjelaskan secara detail kemajuan yang dimaksud. "Ada perkembangannya, namun anggota masih mendalami kasus itu," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (11/4).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Argo Yuwono. (ANTARA Foto/Rival Awal Lingga)

Menurut Argo, setiap perkembangan kasus Novel, polisi selalu menginformasikan kepada KPK. "Jadi begini Kapolda setiap mendapatkan informasi perkembangan pasti kita sampaikan ke pimpinan Polri dan KPK," tegasnya.

Terkait sketsa yang dibuat kepolisian, Argo mengaku sudah menerima banyak laporan melalui hotline. Namun, hingga kini polisi masih belum menemukan ciri-ciri pelaku yang dicurigai dalam penyelesaian kasus ini.

Untuk itu, mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu, menegaskan lama pengungkapan kasus Novel ini bukan berarti kepolisian tidak bekerja. Sebab, ada kasus yang cepat ditangani, dan ada juga kasus yang harus membutuhkan waktu dalam penyelesaian sebuah perkara.

"Ya seperti ada beberapa kasus yang di Jakarta, ada yang tiga tahun, ada yang dua tahun, ada yang hitungan bulan terungkap. Kita tunggu saja yang terpenting bahwa Polda Metro Jaya berkomitmen mencari pelakunya," tandasnya.

Teatrikal penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan saat melakukan aksi damai di halaman gedung KPK, Jakarta, Selasa (20/9). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Untuk diketahui, sebelumnya pada 11 April 2017 lalu, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan disiram air keras di bagian wajah oleh orang tidak dikenal di kediaman, di Jalan Deposito depan Mesjid Al Iksan RT 03 RW 10 Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, sekira pukul 05.10 WIB. Air keras tersebut pun tepat mengenai mata Novel.

Akibat peristiwa itu, Novel harus dilarikan ke Singapura guna medapati perawatan secara intensif selama beberapa bulan.

Setelah kejadian itu, pihak kepolisian khususnya Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, dan juga CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Namun, meski sudah memeriksa puluhan saksi dan CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian. Usaha pihak kepolisian tidak hanya berhenti sampai di situ saja. Polisi juga membuka nomor hotline 081398844474 yang siaga 24 jam pada November 2017 lalu. Dengan harapan, jika ada masyarakat yang dapat memberikan informasi terkait kasus penyerangan penyidik senior KPK tersebut. (gms).



Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH