Polisi Bubarkan Ribuan Anggota Pesilat yang Berkerumun, 5 Orang Diamankan Polresta Surakarta, Jawa Tengah membubarkan massa anggota pesilat yang berkerumun di Plaza Manahan, Solo, Rabu (16/9). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Polresta Surakarta, Jawa Tengah membubarkan ribuan massa aksi solidaritas anggota pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Plaza Stadion Manahan Solo, Selasa (15/9) malam pukul 22.00 WIB.

Pembubaran massa dilakukan dengan memberikan tembakan peringatan sebanyak satu kali. Polisi juga menangkap lima orang yang dianggap sebagai penggerak massa sekaligus memprovokasi massa.

Baca Juga

75 Juta Jiwa Perlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kemensos Luncurkan Program Atensi

Aksi dipicu adanya insiden penyerangan anggota PSHT oleh sekelompok orang tidak dilenal di Jl Slamet Riyadi, Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah pada Selasa (15/9) pukul 02.00 WIB.

Wakapolresta Surakarta, AKBP Deny Haryanto mengemukakan, massa yang berkerumun di Plaza Manahan jumlahnya mencapai ribuan orang. Mereka semua dari anggota pesilat yang datang dari berbagai daerah, yakni Madiun, Sragen, Wonogori, Yogyakarta, dan lainnya.

"Keberadaan mereka berpotensi menimbulkan gesekan dengan kelompok lain. Mereka datang dari luar Solo dengan cara konvoi menggunakan sepeda motor," ujar Deny, Rabu (16/9).

Polresta Surakarta, Jawa Tengah membubarkan massa anggota pesilat yang berkerumun di Plaza Manahan, Solo, Rabu (16/9). (MP/Ismail)
Polresta Surakarta, Jawa Tengah membubarkan massa anggota pesilat yang berkerumun di Plaza Manahan, Solo, Rabu (16/9). (MP/Ismail)

Polresta Surakarta, kata dia, langsung memberikan tindakan tegas membubarkannya secara paksa dengan tembakan peringatan menggunakan peluru hampa. Tindaka massa berkerumun di tenggah pandemi juga berpotensi menularkan virus COVID-19.

"Kami juga berikan ruang audiensi di Mapolresta Surakarta. Ada lima orang yang diamankan karena dianggap sebagai penggerak massa dan provokator," katanya.

Baca Juga

Ditegur Tito, Puluhan Petahana Calon Kepala Daerah Langsung "Tobat"

Ia menambahkan setelah dibubarkan massa, polisi langsung menggiring mereka keluar dari Solo. Pembubaran massa berlangsung sampai Rabu dini hari atau pukul 02.00 WIB.

"Kami mengimbau pada massa agar tidak lagi berkerumun dan mengadakan konvoi karena dapat mengganggu ketenangan warga," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Usai Raih WTP, Kejagung Diingatkan Kasus Jiwasraya dan Djoko Tjandra
Indonesia
Usai Raih WTP, Kejagung Diingatkan Kasus Jiwasraya dan Djoko Tjandra

WTP merupakan langkah yang cukup baik bagi Kejagung

Garuda Indonesia Mulai Berlakukan Insentif Tiket Pesawat
Indonesia
Garuda Indonesia Mulai Berlakukan Insentif Tiket Pesawat

Garuda Indonesia Group melayani penerbangan dari dan ke 10 Destinasi Wisata pilihan

Virus COVID-19 Varian Baru Ditemukan di Singapura
Dunia
Virus COVID-19 Varian Baru Ditemukan di Singapura

Singapura melakukan pengurutan genom virus untuk kasus terkonfirmasi COVID-19, yang tiba dari Eropa baru-baru ini.

Pemerintah Dinilai Gegabah Terapkan New Normal
Indonesia
Pemerintah Dinilai Gegabah Terapkan New Normal

Dengan kapasitas pengujian (testing) yang masih rendah, penambahan kasus diperkirakan masih akan tinggi, bahkan mungkin melonjak.

 Sikapi Kerusuhan Berbau SARA, Wapres Kiai Ma'ruf Sarankan India Tiru Indonesia
Indonesia
Sikapi Kerusuhan Berbau SARA, Wapres Kiai Ma'ruf Sarankan India Tiru Indonesia

"Kami menginginkan agar India bersikap seperti kita, Indonesia yaitu membangun toleransi, moderasi di dalam beragama," ujar Ma'ruf

Berkaca dari Masjidil Haram dan Nabawi, Mahfud MD Ajak Muslim Indonesia Salat Id di Rumah
Indonesia
Berkaca dari Masjidil Haram dan Nabawi, Mahfud MD Ajak Muslim Indonesia Salat Id di Rumah

Anjuran salat di rumah tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di Arab Saudi.

Pemerintah Kucurkan Dana Rp4,1 Triliun untuk KIP Kuliah
Indonesia
Pemerintah Kucurkan Dana Rp4,1 Triliun untuk KIP Kuliah

Bantuan KIP-Kuliah ini hanya berlangsung selama 1 semester

Golkar Solo Aktifkan Mesin Politik Demi Wujudkan Target 80 Persen Suara Gibran-Teguh
Indonesia
Golkar Solo Aktifkan Mesin Politik Demi Wujudkan Target 80 Persen Suara Gibran-Teguh

"Kita rapatkan barisan bersama DPD II Golkar Solo akan mengaktifkan mesin politik dari arus bawah sampai atas. Semua itu demi memenangkan Gibran-Teguh," katanya.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Terduga Teroris Ditembak Mati Densus 88
Indonesia
Melawan Saat Ditangkap, Dua Terduga Teroris Ditembak Mati Densus 88

Fasilitator pelarian Andi Baso yang merupakan DPO bom gereja Oukumene Samarinda tahun 2017

Pakai Influencer Sosialisasikan Programnya, Pemerintah Dinilai Tak Percaya Diri
Indonesia
Pakai Influencer Sosialisasikan Programnya, Pemerintah Dinilai Tak Percaya Diri

Membayar influencer untuk memoles kinerja, sama saja dengan menutupi kinerja yang sesungguhnya