Polisi Bubarkan Ratusan Pedagang Pakaian di Pasar Tanah Abang Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto bersama jajarannya melakukan pembubaran pedagang baju di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (20/5). Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Polisi melakukan penindakan terhadap sejumlah pedagang pakaian bandel yang nekat berjualan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebab, karena ulah mereka, kawasan pusat tekstil terbesar di Asia Tenggara itu kembali ramai sehingga memicu penyebaran corona.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan, salah satu lokasi yang dijadikan tempat pembubaran adalah kawasan Jatibaru dan Blok Tanah Abang.

Baca Juga

Kawasan Pasar Tanah Abang Mulai Ramai, Polisi Bakal Lakukan Penindakan

"Karena ini merupakan salah satu titik yang memang tidak diperbolehkan untuk berkumpulnya warga. Nah ini, kebijakan dari pak Gubernur bahwa pasar tidak boleh buka, ini yang kita lakukan (penertiban)," kata Heru di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (20/5).

Heru memastikan, yang boleh dibuka hanya toko yang menjual kebutuhan pokok seperti makanan, minuman, dan obat-obatan. Sementara di Tanah Abang mayoritas pedagang pakaian.

"Jadi bahan pokok itu lah yang boleh. Yang tidak boleh akan kami tertibkan," imbuh Heru.

Heru
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto bersama jajarannya melakukan pembubaran pedagang baju di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (20/5). Foto: MP/Kanu

Heru melanjutkan, ada puluhan personel Polisi dan Satpol PP yang diterjunkan melakukan penertiban.

"Kita turun sekitar 50 personel, gabungan dari polsek dan polres. Kemudian, dari TNI sekitar 30 personel, gabungan dari koramil dan Kodim," ungkap Heru yang mengenakan masker dan kacamata hitam ini.

Heru mengakui, ada di antara mereka yang kucing-kucingan dengan petugas. Setelah ditutup kemudian dibuka kembali.

"Mereka ada di dalam semua, kondisinya seperti tutup, tapi nanti pas kita geser mereka akan buka lagi," terang Heru.

Baca Juga

Abaikan PSBB, Polisi Ancam Bubarkan Keramaian di Pusat Perbelanjaan

Nantinya, Polisi dan Satpol PP bakal 'nongkrong' di sana untuk memastikan tak ada lagi pedagang yang membandel sampai PSBB selesai.

"Tadi sudah saya sampaikan, kita sepakat, mungkin kita berjaga di titik-titik tertentu, jadi kita siaga di sana. Apabila ada yang buka nanti kita lakukan tindakan. Bila satpol PP menindak kita akan langsung membantu," imbuh Heru.

Seperti diketahui, warga DKI Jakarta tetap ramai memadati Pasar Tanah Abang seminggu menjelang Lebaran, meski di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) COVID-19.

Meski sebagian besar memakai masker, tidak sedikit juga yang menjadikan maskernya hanya sebagai aksesoris yang terkalung di lehernya dan akhirnya tidak menutupi bagian mulut dan hidungnya.

"Iya saya mau belaja aja. Kan lagi mau lebaran. Saya merasa aman karena pakai masker," kata Dina (35) salah satu pembeli asal Bogor.

Ia mengaku tak takut terkena corona. "Kan udah pakai masker dan jaga jarak," kata dia seraya menggandeng sang anak.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto bersama jajarannya melakukan pembubaran pedagang baju di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (20/5). Foto: MP/Kanu
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto bersama jajarannya melakukan pembubaran pedagang baju di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (20/5). Foto: MP/Kanu

Padahal berdasarkan Pergub 33/2020 tentang PSBB di DKI Jakarta, penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan diharapkan dapat mencegah penyebaran COVID-19.

Tidak hanya di trotoar Blok F, para pedagang pun berjualan di Jalan Jatibaru yang berada di dekat Blok F Tanah Abang.

Pembeli yang didominasi oleh ibu-ibu pun dan suasana ramai memilih dengan santai baju-baju yang dijajakan oleh para pedagang di Tanah Abang.

Baca Juga

Polisi Terpaksa Tambah Pos Penyekatan Mudik, Ini Alasannya

Tidak sedikit juga pengunjung membawa anak-anaknya untuk ikut berbelanja di tengah kerumunan orang banyak yang dapat dikategorikan melanggar aturan PSBB karena lebih dari 5 orang.

Untuk DKI Jakarta, PSBB periode kedua akan berakhir pada 22 Mei 2020. Meski sudah ada Pergub 41/2020 yang mengatur sanksi bagi pelanggar PSBB, tetapi nampaknya masih banyak masyarakat tetap beraktivitas di luar ruangan dan berkerumun lebih dari lima orang meski menggunakan masker. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH