Polisi Bubarkan Pasukan Dewinta Bahar yang Tuntut Cabut PSBB di DPRD DKI Srikandi Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Srikandi Pekat IB) mendatangi DPRD DKI Jakarta, pada Senin (5/10) siang. (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Polsek Gambir membubarkan masa Srikandi Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Srikandi Pekat IB) yang menggelar aksi di depan gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (5/10).

Kapolsek Metro Gambir, Kompol Kade Budiarto mengatakan, pembubaran itu lantaran pasukan yang diketuai oleh Dewinta Bahar itu tidak memiliki surat izin keramaian dalam menggelar unjuk rasa dari pihak kepolisian dan sehingga melanggar protokol kesehatan.

"Mereka ini sudah melanggar protokol kesehatan kami dari kepolisian," kata Kade saat dikonfirmasi wartawan, Senin (5/10).

Baca Juga

200 Mahasiswa Ilmu Al-Qur'an Jakarta Positif COVID-19

Kade menuturkan, pihaknya pun melakukan himbauan kepada Srikandi Pekat IB bahwa apa yang mereka lakukan melanggar dari protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dan harus membubarkan diri dari halaman gedung Dewan Parlemen Kebon Sirih.

"Kemudian kami menyampaikan melalui pengeras suara dan akhirnya mereka membubarkan diri," tuturnya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk menahan diri dalu dalam melancarkan aksi unjuk rasa di tengah pandemi dan lonjakan kasus corona. Sebab bila masyarakat masih menggelar kegiatan aksi dan tidak mendapatkan izin, hal itu melanggar protap kesehatan.

"Tentunya bahwa saya harapkan nantinya tidak ada kejadian seperti ini, ini masih situasi psbb dan bantu kami untuk mencegah penyebaran virus corona itu intinya," tutupnya.

Kade menuturkan, sebetulnya mereka sudah mengajukan izin ke Kepolisiam Polda Metro Jaya, namun aksi tak diizinkan polisi karena masih masa PSBB.

Ia juga mengaku, sebelum membubarkan di DPRD mereka melancarkan unjuk rasa di depan Balai kota DKI. Kegiatan itu pun dibubarkan polisi sehingga mereka pindah ke depan DPRD.

"Di balai kota kita sudah bubarkan malah lanjut ke DPRD," paparnya.

Srikandi Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Srikandi Pekat IB) mendatangi DPRD DKI Jakarta, pada Senin (5/10) siang. (Foto: MP/Asropih)
Srikandi Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Srikandi Pekat IB) mendatangi DPRD DKI Jakarta, pada Senin (5/10) siang. (Foto: MP/Asropih)

Seperti diketahui, Puluhan orang yang tergabung dalam Srikandi Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Srikandi Pekat IB) menggeruduk gedung DPRD DKI Jakarta, pada Senin (5/10) siang.

Tuntutan mereka meminta pemerintah DKI untuk mencabut PSBB ketat dan kembali ke new normal. Dengan adanya PSBB ini, penghasilan mereka berkurang sehingga perekonomian melemah.

Baca Juga

Pasukan Dewinta Bahar Geruduk DPRD, Tuntut Cabut PSBB

Mereka yang hadir ini dari kalangan pekerja seni baik dangdut maupun hiburan malam, pedagang kaki lima (PKL) dan usaha mikro mecil menengah (UMKM). (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Aktivis 98 Yakin Komjen Listyo Mampu Buat Polri Semakin Promoter
Indonesia
Aktivis 98 Yakin Komjen Listyo Mampu Buat Polri Semakin Promoter

"Saya meyakini pertimbangan Presiden tentu saja ini bukan karena soal kedekatan semata tapi lebih pada melihat kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh Listyo Sigit akan dapat membuat Polri semakin Promoter (Profesional,Modern dan Terpercaya)," kata Semar

Polda Metro Jaya Rencanakan Alihkan Lalu Lintas di Sekitar Istana Negara
Indonesia
Polda Metro Jaya Rencanakan Alihkan Lalu Lintas di Sekitar Istana Negara

Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi kembali adanya rencana aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law.

Polda Metro Jaya Minta Pemprov Kembali Terapkan Ganjil Genap
Indonesia
Polda Metro Jaya Minta Pemprov Kembali Terapkan Ganjil Genap

Polda Metro Jaya mendesak Pemprov DKI Jakarta memberlakukan kembali kebijakan pembatasan kendaraan dengan metode plat nomor ganjil-genap selama PPKM.

Kesaksian Rizieq Shihab saat Rombongannya Dikuntit Polisi
Indonesia
Kesaksian Rizieq Shihab saat Rombongannya Dikuntit Polisi

Rizieq tidak mengetahui yang menguntit rombongannya dalam perjalanan menuju lokasi pengajian subuh adalah polisi berpakaian prema

Polisi: Editor Metro TV Diduga Kuat Bunuh Diri
Indonesia
Polisi: Editor Metro TV Diduga Kuat Bunuh Diri

Tubagus menerangkan sejumlah fakta pendukung yang menguatkan Yodi Prabowo bunuh diri.

Berikut Provinsi dengan Penambahan Kasus COVID-19 Tertinggi
Indonesia
Berikut Provinsi dengan Penambahan Kasus COVID-19 Tertinggi

Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas luar rumah.

Gibran Kecolongan, 542 Warga Berhasil Curi Start Mudik ke Solo
Indonesia
Gibran Kecolongan, 542 Warga Berhasil Curi Start Mudik ke Solo

Satgas COVID-19 Solo, Jawa Tengah, mencatat sebanyak 542 orang pemudik telah berhasil mencuri start pulang ke Solo. Data tersebut tersebut tercatat mulai tanggal 22 April sampai 2 Mei.

Pria Paruh Baya Tewas Ditabrak Truk Dinas Pertamanan DKI saat Berolahraga
Indonesia
Pria Paruh Baya Tewas Ditabrak Truk Dinas Pertamanan DKI saat Berolahraga

Insiden tersebut terjadi di Jalan pinggir BKT dekat SPBU jalan RS. Soekamto, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Kamis (3/6).

Diduga Asyik Dugem, Kasat Narkoba Polres Pematangsiantar Dicopot
Indonesia
Diduga Asyik Dugem, Kasat Narkoba Polres Pematangsiantar Dicopot

Polda Sumatera Utara mencopot Kasatnarkoba Polres Pematangsiantar, AKP David Sinaga imbas video viral mirip dirinya yang tengah asyik dugem di tempat hiburan malam

Bayi Tanpa Tempurung Asal Solo Meninggal Dunia
Indonesia
Bayi Tanpa Tempurung Asal Solo Meninggal Dunia

Arkan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bonoloyo, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.