Polisi Bongkar Sindikat Perdagangan Anak Bandung, Korban Dijual ke Texas Ilustrasi (MerahPutih/Alfi Rahmadhani)

MerahPutih.com - Kepolisian berhasil membongkar sindikat perdagangan anak bawah umur untuk pratik prostitusi. Anak-anak bawah umur dari Bandung itu dipaksa melayani pria hidung belang di Karaoke Texas, Nabire, Papua.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung menemukan parahnya lagi sindikat ini juga menggunakan anak di bawah umur berinisial FR untuk merekrut teman sebayanya. Kasus ini berhasil dibongkar berawal dari laporan ibu HR, yang melapor ke polisi karena anaknya AD menjadi korban.

"AD dijanjikan oleh para pelaku bekerja sebagai pelayan kafe di Nabire, Papua, dengan gaji Rp 30 juta per bulan. Namun kenyataannya, dia malah dipekerjakan di Karaoke Texas Nabire dan bisa di-BO (booking out)," kata Wakil Kepala Polretabes (Wakapolres) Bandung AKBP Gatot Sujono, dilansir dari laman Humas Polri, tribratanews.polri.go.id, Jumat (15/2).

wakapolres bandung AKBP Gatot
Wakil Kepala Polretabes (Wakapolres) Bandung AKBP Gatot Sujono menunjukkan para tersangka anggota sindikat perdagangan anak. Foto: Dok Humas Polri

Menurut Wakapolres, dari hasil penyelidikan ternyata bukan hanya AD yang menjadi korban, tetapi ada tiga gadis lainnya yang juga berasal dari Kota Bandung. Mereka sama-sama dipekerjakan di Karaoke Texas untuk melayani bisnis prostitusi.

Gatot menjelaskan modus yang digunakan sindikat itu adalah memakai FR, salah satu pelaku yang masih di bawah umur, dan ARI bertugas mencari korban atas perintah Mami Bela. Adapun, Mami Bela dan Mami Puspa bertugas sebagai penyambung dan mempersiapkan korban untuk diserahkan ke pemilik tempat karaoke di Nabire.

Wakapolres menjelaskan FR dan ARI bersama kedua Mami itu telah ditangkap dengan jeratan UU Tindak Pidana Penjualan Orang ancaman hukuman 5-15 tahun bui. FR dan ARI dicokok di Bandung, sedangkan Mami Puspa ditangkap di Jakarta Timur, serta Mami Bela ditangkap di Ujungberung, Bandung. "Pemilik Kafe Texas bernama Edi Macheli yang hingga saat ini masih buron," tandas perwira polisi berpangkat melati dua itu. (*)



Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH