Polisi Bongkar Peredaran Ratusan Pil Ekstasi dari Luar Negeri Seharga Jutaan Rupiah Polres Jakarta Pusat rilis penangkapan kurir 944 pil ekstasi seharga ratusan juta rupiah di Mapolres Jakpus, Selasa ("3/3). Foyo: MP/Kanu

MerahPutih.com - Polisi menangkap seorang kurir narkoba berinisial AM (34) ketika mengambil pesanan 944 butir pil ekstasi dari seorang bandar di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Barang haram itu diduga berasal dari luar negeri yang dijual hingga jutaan rupiah.

Baca Juga

Setiap Hari, 100 Butir Ekstasi Dibikin di Rumah Sakit oleh Napi AU

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi membenarkan adanya penangkapan yang dipimpin oleh Kanit 1 Narkoba, AKP Retno Jordanus Hutahean ini.

"Iya benar kami lakukan penangkapan terhadap salah satu pengedar narkoba," kata Hengki, Selasa (23/3).

Kasat Rerserse Narkoba Polres Jakarta Pusat, Kompol Indrawienny Panjiyoga mengatakan, peristiwa bermula ketika penyidik menerima informasi adanya transaksi narkoba di depan PN Jakpus, Jalan Bungur Besar Raya, Gunung Sahari Selatan, Jakarta Pusat.

“Pelaku mengaku mendapatkan pesanan untuk mengambil 944 pil ekstasi dari seseorang,” jelasnya.

Pengungkapan narkoba
Pengungkapan narkoba. (Foto: Kanugrahana).

Yoga menerangkan, pelaku mengaku sudah dua kali mengirimkan pil laknat tersebut dengan imbalan Rp5 juta sekali antar.

“Pelaku mendapatkan imbalan Rp5 juta sekali antar,” ujar Yoga yang mengenakan kemeja putih ini.

Namun, Yoga mengaku, penyidik masih mendalami kepada siapa barang bukti sebanyak 944 butir pil ekstasi itu akan diterima.

“Tim masih bekerja dari siapa yang memerintahkan pelaku,” jelas lulusan AKPOL tahun 2004 ini.

Yoga menyebut, dari tes urine, AM negatif narkoba.

"Dia udah dua kali melakukan pengiriman narkoba. Hanya suruh ambil dan kirim saja ke pemesan yang kami tengah buru," jelas Yoga.

Dari tangan pelaku, penyidik menyita barang bukti berupa 944 butir pil ekstasi, dua buah HP dan satu unit sepeda motor.

Akibatnya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (Knu)

Baca Juga

Duet Paman-Keponakan Kontrol Bisnis Ekstasi Tempat Hiburan Malam Jakarta

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Terus Usut Dugaan Kebocoran Data BPJS, Polisi: Tergantung Kepentingannya
Indonesia
Terus Usut Dugaan Kebocoran Data BPJS, Polisi: Tergantung Kepentingannya

Penyidik masih bekerja memeriksa sejumlah pejabat BPJS Kesehatan dan vendor teknologi informasi

KPK Pastikan Terus Usut PT Jhonlin Haji Isam meski Satu Truk Bukti Dibawa Kabur
Indonesia
KPK Pastikan Terus Usut PT Jhonlin Haji Isam meski Satu Truk Bukti Dibawa Kabur

KPK melakukan penyidikan pada pihak yang membawa kabur bukti satu truk milik PT Jhonlin Baratama, Haji Isam itu karna adanya suap

Sebar Isu Jabatan Jokowi Tiga Periode, Amien Rais Dinilai Ilusi dan Cari Panggung
Indonesia
Sebar Isu Jabatan Jokowi Tiga Periode, Amien Rais Dinilai Ilusi dan Cari Panggung

Menurut Benny, wacana masa jabatan presiden tiga periode itu hanya ilusi.

Ada Pohon Tumbang, Perjalanan KRL Tanah Abang-Sudimara PP Tergangu
Indonesia
Ada Pohon Tumbang, Perjalanan KRL Tanah Abang-Sudimara PP Tergangu

Saat ini petugas tengah berada di lokasi untuk menangani kendala tersebut

Korban Meninggal Terpapar COVID-19 di Klaten Pecahkan Rekor, Pemakaman Butuh 2 Hari
Indonesia
Korban Meninggal Terpapar COVID-19 di Klaten Pecahkan Rekor, Pemakaman Butuh 2 Hari

Petugas baru bisa menyelesaikan pemakaman 30 jenazah Corona yang tiba Sabtu dini hari. Jumlah itu tidak hanya datang dari Klaten saja, tetapi ada warga Klaten yang berada di luar kota.

Busyro Muqoddas Sebut Isu Taliban di KPK Produk Hoaks Buzzer Politik
Indonesia
Busyro Muqoddas Sebut Isu Taliban di KPK Produk Hoaks Buzzer Politik

Pegawai KPK tetap bekerja sama dalam memberantas korupsi

Seluruh Titik Banjir di Bekasi Diklaim Sudah Surut, Kecuali di Bumi Nasio Indah
Indonesia
Seluruh Titik Banjir di Bekasi Diklaim Sudah Surut, Kecuali di Bumi Nasio Indah

Hanya saja, di Perumahan Bumi Nasio Indah masih terendam banjir dengan ketinggian mencapai 30 cm

Kabareskrim Instruksikan Kapolda tak Tahan Kendaraan Bawa Bahan Pokok Pangan
Indonesia
Kabareskrim Instruksikan Kapolda tak Tahan Kendaraan Bawa Bahan Pokok Pangan

Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto menginstruksikan seluruh kepala kepolisian daerah (Kapolda) agar tidak menahan kendaraan yang membawa bahan pokok pangan.

Juliari Divonis 12 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: Sangat Memberatkan
Indonesia
Juliari Divonis 12 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: Sangat Memberatkan

"Ya sangat berat, karena buktinya sekarang bahwa Pak Ari (Juliari) itu menerima uang? Nggak ada, selain dari pengakuan Matheus Joko santoso dan juga Adi Wahyono," kata Maqdir

Akses SIM Online Tersendat, Polisi Sebut Karena Antrean
Indonesia
Akses SIM Online Tersendat, Polisi Sebut Karena Antrean

Korlantas pun memberikan alasan yang menjadi penyebab susahnya masyarakat mendownload atau masuk dalam aplikasi Digital Korlantas Polri.