Polisi Bongkar Pemalsuan Swab Test Catut Nama Halodoc Konferensi pers terkait kasus pemalsuan surat tes COVID-19, di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu (13/1). (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Seorang pria berinisial AA (31) diciduk Polres Metro Jakarta Pusat lantaran menjual surat rapid test antibodi dan swab antigen COVID-19 tanpa harus mengikuti prosedur.

Pelaku ditangkap oleh polisi di rumahnya kawasan Cipayung, Jakarta Timur pada Selasa (12/1) kemarin.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Burhanudin menerangkan, pelaku menjual surat rapid test dan swab antigen dengan cara promosi di sosial media Facebook.

Baca Juga:

Tiga Penjual Surat Tes PCR Palsu Berstatus Mahasiswa, Salah Satunya dari Kedokteran

Dengan adanya penjualan di sosial media itu, pihaknya melakukan undercover buy dan akhirnya berhasil menemukan alamat rumah pelaku.

"Pelaku menjual surat keterangan swab antigen melalui salah satu akun Facebook-nya," ujar dia di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu (13/1).

Dari keterangan AA, lanjut Burhanudin, surat palsu tersebut seharga Rp70 ribu untuk swab antigen dan Rp50 ribu untuk rapid test antibodi.

Setelah harga disepakati oleh korban, pelaku meminta foto KTP dan berkomunikasi melalui WhatsApp.

"Setelah selesai, tersangka akan mengirimkan PDF-nya kepada korban supaya bisa dicetak sendiri," ungkap Burhanudin yang mengenakan kemeja hitam ini.

 Konferensi pers terkait kasus pemalsuan surat tes COVID-19, di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu (13/1). (Foto: MP/Kanugrahan)
Konferensi pers terkait kasus pemalsuan surat tes COVID-19, di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu (13/1). (Foto: MP/Kanugrahan)

Dari tangan tersangka, pihaknya menyita 10 surat palsu swab antigen dan 3 surat rapid test antibodi.

Kemudian, ada satu handpone yang digunakan pelaku untuk berkomunikasi kepada pembeli, KTP tersangka, dan 1 kartu ATM untuk menampung hasil penjualan surat palsu.

AA mencatut nama Klinik Pratama Medika dan Halodoc untuk meyakinkan pembeli di sosial media Facebook-nya bahwa surat itu resmi.

Burhanudin mengatakan, setelah dilakukan pengecekan oleh pihaknya, klinik Pratama Medik dan Halodoc tidak terlibat.

"Klinik ini tidak ada hubungan, hanya modus untuk meyakinkan para pembeli. Kemudian, 3 lembar rapid test Halodoc tidak ada hubungannya juga," ujar dia.

Pelaku sebagai karyawan swasta pramuniaga di salah satu toko elektornik.

"Dia belajar dari media Youtube, itu yang disampaikan," ungkap dia.

Baca Juga:

Laporan Soal Risma Ketemu Gelandangan Ditolak Polisi

Pihaknya pun akan menyelidiki kepada para pembeli surat tersebut guna mengetahui alasannya.

"Bisa saja salah satu syarat perjalanan. Karena memang harus ada surat rapid atau swab. Kalau sampai ada yang COVID-19 lolos, ini bahaya," tutup dia.

Tersangka dijerat pasal 51 jo 35 UU RI tahun 2016 dan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 UU ITE dan UU Kekarantinaan kesehatan dengan ancaman pidana 13 tahun penjara. (Knu)

Baca Juga:

Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Online di Apartemen Green Pramuka

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Klaim Penuhi Janji Periode Pertama, Wali Kota Depok Yakin Terpilih Lagi
Indonesia
Klaim Penuhi Janji Periode Pertama, Wali Kota Depok Yakin Terpilih Lagi

Pilkada Depok bakal diikuti dua pasang yaitu Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono dan Pradi Supriatna dan Afifah Alia yang diusung PDIP, Gerindra, PAN, PKB, PSI dan Golkar.

PSBB Total DKI, Erick Thohir Pastikan Pemerintah Pusat Dukung Penuh
Indonesia
PSBB Total DKI, Erick Thohir Pastikan Pemerintah Pusat Dukung Penuh

Pemerintah pusat akan proaktif menyambut perkembangan terkini terkait PSBB di DKI Jakarta yang berlaku mulai 14 September 2020.

Wagub DKI Akui Ada Peningkatan Kasus Corona Imbas Libur Panjang
Indonesia
Wagub DKI Akui Ada Peningkatan Kasus Corona Imbas Libur Panjang

DKI Jakarta mengaku ada penambahan signifikan kasus positif virus corona imbas dari libur panjang pada akhir Oktober 2020 kemarin.

Kemenag Dinilai Kurang Terbuka kepada Pers dan Publik
Indonesia
Kemenag Dinilai Kurang Terbuka kepada Pers dan Publik

Kemenag dinilai kurang terbuka kepada insan pers dan publik.

Oknum Bea Cukai Diduga Terlibat Narkoba, 5 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka
Indonesia
Oknum Bea Cukai Diduga Terlibat Narkoba, 5 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka

Dalam penangkapan ini disita 20 butir ekstasi, tujuh butir ekstasi dan dua serbuk ketamin

Rusia Pulangkan Lebih dari 200 Anak Mantan ISIS
Indonesia
Rusia Pulangkan Lebih dari 200 Anak Mantan ISIS

Pemerintah Rusia telah memulangkan lebih dari 200 anak-anak mantan kelompok militan ISIS, pada tahun lalu.

Baleg Selesaikan 118 DIM Perizinan Usaha di RUU Cipta Kerja
Indonesia
Baleg Selesaikan 118 DIM Perizinan Usaha di RUU Cipta Kerja

Dalam DIM pasal 23, 24, dan 25 RUU Cipta Kerja perihal ketentuan pemutusan sanksi terhadap pelanggaran, pembahasan agar dilakukan kembali dalam rapat berikutnya bersama Tim Musyawarah (Timus).

Jokowi Sebut Epicentrum COVID-19 Bergeser dari Tiongkok ke AS dan Eropa
Indonesia
Jokowi Sebut Epicentrum COVID-19 Bergeser dari Tiongkok ke AS dan Eropa

Jokowi meminta jajarannya untuk memperkuat kebijakan yang mengatur perlintasan lalu lintas warga negara asing (WNA) ke Indonesia.

Pengadaan Toa Peringatan Banjir, Anies Akui Kemakan Promosi Perusahaan Jepang
Indonesia
Pengadaan Toa Peringatan Banjir, Anies Akui Kemakan Promosi Perusahaan Jepang

Saat musim banjir awal tahun 2020 ini, Pemprov DKI menggelontorkan Rp4 miliar untuk pengadaan toa tersebut.