Polisi Bongkar Motif Eks ART Rampas Sertifikat Milik Ibu Nirina Zubir Rilis penangkapan tersangka mafia tanah yang menimpa keluarga Nirina Zubir di Polda Metro Jaya, Kamis (18/11). Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Polisi merilis penangkapan mafia tanah yang menimpa keluarga selebritis Nirina Zubir. Para pelaku hanya bisa tertunduk lesu saat ditampilkan di depan Nirina.

Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat membongkar motif tersangka yang tega merampas enam aset sertifikat milik almarhum ibunda Nirina.

Baca Juga

Polisi Blokir Rekening Tersangka Kasus Mafia Tanah yang Timpa Ibu Nirina Zubir

"Motivasinya adalah mencari keuntungan uang udah pasti. Dari mana pastinya. Karena, dari hasil itu kemudian diuangkan dengan dua cara yaitu dijual dan diagunkan atau jadi hak tanggungan di bank," kata Tubagus dalam jumpa pers di Polda metro Jaya, Jakarta, Kamis (18/11).

Tubagus yang mengenakan kemeja putih ini mengatakan, kasus mafia tanah tidak akan terjadi secara sempurna jika dilakukan satu tersangka. Namun, pada kasus ini terdapat dua klaster. Yang pertama dari pelaku RK dan E, dan klaster kedua yakni notaris.

"Ini melibatkan banyak profesi, salah satunya adalah profesi notaris," ucapnya.

Pasangan RK dan E memiliki peran untuk pengurusan tanah, surat tanah. Keduanya diminta mengurus surat tanah oleh Cut Indria Martini, ibunda Nirina Zubir. Dari situ, lanjut Tubagus, timbul niat keduanya untuk menggelapkan sertifikat tanah tersebut.

"Timbulah niat itu dan komunikasikan dengan salah satu tersangka kita yang berperan sebagai notaris," katanya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 264 KUHP dan atau Pasal 266 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3,4,5 UU RI No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pembrantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Rilis penangkapan tersangka mafia tanah yang menimpa keluarga Nirina Zubir di Polda Metro Jaya, Kamis (18/11). Foto: MP/Kanu

Ada dua pelaku lain, IR dan ER yang juga ditetapkan sebagai tersangka di kasus tersebut. Namun, dua notaris lainnya masih dalam pemanggilan polisi.

"Tentu sudah kami jadwalkan (pemeriksaan). Kemarin seharusnya bersama-sama, namun saat itu mereka ajukan pengunduran pemanggilan, kemudian kita jadwalkan kembali, secepatnya," jelas Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Petrus Silalahi.

Dalam penyidikan kasus ini, polisi juga telah memblokir rekening tersangka. Polisi akan mendalami aliran dana terkait hasil perampasan RK.

Selain rekening milik RK, polisi memblokir rekening suaminya, E. Polisi masih menelusuri aliran dana dari hasil perampasan tanah Nirina Zubir itu.

"Untuk sementara rekening yang kita blokir itu hanya milik Riri dan suaminya. Namun, jika dalam perkembangannya ditemukan fakta baru, dapat melakukan blokir pada rekening yang lainnya," tuturnya. (Knu)

Baca Juga

Nirina Zubir Rugi Rp 17 Miliar, Polisi Tangkap 5 Pelaku Mafia Tanah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemkab Gunung Kidul Minta Pemerintah Pusat Buka Wisata Pantai Selatan
Indonesia
Pemkab Gunung Kidul Minta Pemerintah Pusat Buka Wisata Pantai Selatan

Gunung Kidul mengajukan tujuh objek wisata kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif supaya mendapat izin melaksanakan uji coba pembukaan objek wisata.

[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Arab Saudi Minta Jokowi Lengserkan Anies
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Arab Saudi Minta Jokowi Lengserkan Anies

Pemerintah Arab Saudi meminta kepada Presiden Jokowi untuk mengganti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Polisi Waspadai 6 Lokasi Basis Kelompok Terduga Teroris di Jateng
Indonesia
Polisi Waspadai 6 Lokasi Basis Kelompok Terduga Teroris di Jateng

Lokasi tersebut saat ini menjadi sasaran Polda Jateng bersama Densus 88 Polri

Pajak Hiburan Merosot, DPRD Jakarta Soroti Pengusaha Buka Kucing-kucingan
Indonesia
Pajak Hiburan Merosot, DPRD Jakarta Soroti Pengusaha Buka Kucing-kucingan

Selama ini duduga banyak usaha karaoke yang buka kucing-kucingan atau buka secara diam-diam setiap malam dan itu sangat merugikan PAD DKI.

HUT Bhayangkara, PKS: Polri Harus Lebih Sigap di Tengah Pandemi
Indonesia
HUT Bhayangkara, PKS: Polri Harus Lebih Sigap di Tengah Pandemi

"Maka polisi harus lebih sigap di tengah pandemi ini, Narkoba itu sangat berbahaya, dan itu harus di tangani secara maksimal. Ini menjadi tugas kedepan kepolisian untuk menindak para bandar-bandar narkoba terutama jaringan internasional," imbuhnya.

Listyo Sigit Diminta Konsisten Hapus Penilangan di Jalan
Indonesia
Listyo Sigit Diminta Konsisten Hapus Penilangan di Jalan

Lalu lintas adalah potret budaya dan peradaban serta modrenitas sebuah bangsa

Jenderal Andika Ikut Lepas Jokowi ke Roma, Sinyal Gantikan Marsekal Hadi?
Indonesia
Jenderal Andika Ikut Lepas Jokowi ke Roma, Sinyal Gantikan Marsekal Hadi?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang menuju Roma, Italia, Jumat (29/10).

[Hoaks atau Fakta]: Jokowi Tunjuk Risma Gantikan Anies
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Jokowi Tunjuk Risma Gantikan Anies

Sampai saat ini, belum ada berita apapun yang menyatakan bahwa DPRD DKI Jakarta mengajukan usul pemberhentian gubernur DKI Jakarta aktif, Anies Baswedan.

[HOAKS atau FAKTA] Video 450 Kantong Jenazah COVID-19 Berisikan Kertas
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Video 450 Kantong Jenazah COVID-19 Berisikan Kertas

Beredar informasi dari akun Facebook Minel Minell Bi?a berupa sebuah video dengan klaim bahwa 450 kantong jenazah COVID-19 tersebut hanya berisi kertas.

Nahdliyin Diminta Saksikan Muktamar NU Lewat Live Streaming
Indonesia
Nahdliyin Diminta Saksikan Muktamar NU Lewat Live Streaming

Panitia mohon doa supaya muktamar berjalan lancar dan aman