Polisi Bongkar Mafia Tanah yang Kuasai Tanah di Alam Sutera Polisi Bongkar Mafia Tanah yang Kuasai Tanah di Alam Sutera (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Polisi mengungkap kasus mafia tanah yang menyasar tanah seluas 45 hektar di daerah Alam Sutera, Tangerang. Kasus terjadi April 2020 lalu dimana tersangka inisial D melakukan gugatan ke tersangka M terkait kepemilikan tanah tersebut.

Dari penyelidikan didapati cara tersebut merupakan intrik semata dari para pelaku.

"Ini adalah bentuk mafia mereka. Sesama mereka satu jaringan mereka ngegugat untuk bisa menguasai tanah tersebut untuk melawan PT TM atau warga masyarakat di situ," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polres Metro Tangerang Kota, Jalan Daan Mogot, Tangerang, Selasa (13/4).

Baca Juga:

Wagub DKI Sebut Tersendatnya Normalisasi Sungai Akibat Mafia Tanah

Gugatan yang dilayangkan oleh D ke M tersebut sudah diatur keduanya bersama satu tersangka lainnya. Satu tersangka itu diketahui merupakan seorang pengacara keduanya.

"Sehingga nanti jadi perkara kemudian isinya adalah dading atau perdamaian. Dijadikan satulah mereka di situ kemudian mereka mau eksekusi lahan itu bersama-sama," ucap Yusri.

Tanah seluas 45 hektar itu dimiliki oleh masing-masing 35 hektar oleh PT TM. 10 hektar sisanya dimiliki oleh warga.

Usai gugatan D ke M berakhir damai dan dokumen keduanya disatukan, pada Juli 2020 lalu proses eksekusi lahan kemudian sempat terjadi. Namun eksekusi itu tidak dilakukan usai terjadinya perlawanan dari warga dan PT TM.

Polisi Bongkar Mafia Tanah yang Kuasai Tanah di Alam Sutera (MP/Kanugraha)
Polisi Bongkar Mafia Tanah yang Kuasai Tanah di Alam Sutera (MP/Kanugraha)

PT TM dan warga masing-masing membuat laporan ke Polres Metro Tangerang Kota pada 10 Febuari 2021 dan 14 Febuari 2021. Polisi pun kemudian melakukan penyelidikan.

Hasil penyelidikan didapati temuan surat-surat dan dokumen yang digunakan oleh tersangka D dan M semuanya berstatus palsu dan tidak terdaftar.

Seluruhnya surat-surat yang ada pada dia merupakan surat-surat palsu. Termasuk SK 67 yang menjadi dasar saudara D untuk menggugat M ini diperdata itu ternyata tidak tercatat.

"Ini akal-akalan mafia bagaimana caranya mereka menguasai semua dengan membuat surat yang palsu," jelas Yusri.

Baca Juga:

Diduga Terlibat Mafia Tanah, Oknum Pengacara Ditangkap

Selain menangkap dua tersangka, polisi kini tengah memburu satu tersangka lainnya yang berprofesi sebagai pengacara. Polisi pun telah mengeluarkan status DPO kepada yang bersangkutan.

"Sekarang kita keluarkan DPO-nya hari ini. Karena ini mafia mereka kolaborasi bersama-sama," jelas Yusri.

Polisi melakukan penahanan kepada dua tersangka yang telah ditangkap. Baik D dan M dijerat Pasal 263 dan 267 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Harga Komoditas Pangan Naik, Komisi B Panggil Anak Buah Anies di Bidang Pangan
Indonesia
Harga Komoditas Pangan Naik, Komisi B Panggil Anak Buah Anies di Bidang Pangan

Ini banyak kaitannya dengan penyimpanan atau cold storage untuk barang barang yang memang fluktuatif

13 Polda Akan Terapkan Tilang Elektronik Tahap Dua
Indonesia
13 Polda Akan Terapkan Tilang Elektronik Tahap Dua

Tilang elektronik merupakan upaya penegakan hukum dengan memanfaatkan teknologi informasi sehingga ke depan penegakan hukum, polisi tidak langsung berinterkasi dengan masyarakat

Hari Ini Sebagian Besar Wilayah Indonesia Cerah Berawan
Indonesia
Hari Ini Sebagian Besar Wilayah Indonesia Cerah Berawan

BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah di Indonesia akan mengalami cuaca cerah berawan pada Jumat (10/1).

Setara Institute Kritik Kinerja Komnas HAM
Indonesia
Setara Institute Kritik Kinerja Komnas HAM

Komnas HAM berwenang melakukan kerja pemantauan dan pengkajian

Kasus Aktif Corona Pecah Rekor, Wagub DKI Imbau Warga Tetap di Rumah
Indonesia
Kasus Aktif Corona Pecah Rekor, Wagub DKI Imbau Warga Tetap di Rumah

"Hari ini pecah rekor lagi. Masyarakat kami minta meningkatkan disiplin, tetap di rumah, jangan ke mana-mana. Laksanakan 5M dan ketentuan kebijakan PPKM darurat," Riza

Pemkot Solo Salurkan BLT Minyak Goreng 36.864 Orang
Indonesia
Pemkot Solo Salurkan BLT Minyak Goreng 36.864 Orang

emerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng. Total penerima bantuan Sebanyak 36.864 warga dengan penyalurannya lewat kantor Pos Cabang Solo.

Legislator PDIP Minta Calon Anggota KPU Klarifikasi Pernyataan Parpol Tidak Berkontribusi
Indonesia
Legislator PDIP Minta Calon Anggota KPU Klarifikasi Pernyataan Parpol Tidak Berkontribusi

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP, Komarudin Watubun meminta August memberikan klarifikasi soal pernyataan partai politik tidak berkontribusi tersebut.

Kasus Cukai, KPK Periksa Komisaris Bintan Erlangga Eka Raharja
Indonesia
Kasus Cukai, KPK Periksa Komisaris Bintan Erlangga Eka Raharja

Keduanya akan diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pengaturan barang kena Cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016-2018.

Elektabilitas Jauh di Bawah Ganjar, Puan Digoyang Sentimen Patriarki?
Indonesia
Elektabilitas Jauh di Bawah Ganjar, Puan Digoyang Sentimen Patriarki?

Elektabilitas Puan jauh di bawah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ini Alasan Pemerintah Pangkas Karantina Pulang Dari Luar Negeri Jadi 3 Hari
Indonesia
Ini Alasan Pemerintah Pangkas Karantina Pulang Dari Luar Negeri Jadi 3 Hari

Ketentuan mengenai karantina tersebut akan segera dituangkan dalam perubahan SE KaSatgas Nomor 20/2021 untuk dapat segera diterapkan.