Polisi Bongkar Klinik Aborsi Ilegal di Bekasi, Pelaku Bukan Dokter Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/2). Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Ditreskrimsus Polda Metro Jaya membongkar praktik aborsi ilegal di Kampung Cibitung, Pedurenan, Mustika Jaya, Kota Bekasi. Dalam penggerebekan ini, polisi menangkap dua pelaku serta satu pasien.

Pelaku belajar cara menggugurkan kandungan secara otodidak. Ada tiga tersangka yang sudah diamankan. Pertama IR yang melakukan tindakan langsung praktek aborsi. Kemudian, ST yang merupakan suaminya (IR), ini yang bagian pemasaran, mencari pasien untuk dilakukan aborsi.

Baca Juga

Dokter Tersangka Klinik Aborsi Raden Saleh Meregang Nyawa

"Kemudian RS perempuan yang juga ibu daripada janin yang dilakukan aborsi," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Rabu (10/2).

Penyidik Subdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, juga menggerebek sebuah rumah kontrakan yang dijadikan tempat praktik aborsi ilegal dan menangkap tiga tersangka.

"Dia buka praktik melakukan aborsi ilegal ini di kediamannya. Nanti yang lain akan kita telusuri," ungkapnya.

Ilsutrasi. Foto: Pixabay

Yusri menyampaikan,tersangka IR selaku pelaku aborsi tidak memiliki kompetensi sebagai tenaga kesehatan dan bukan dokter.

"Jadi cuma berdasarkan pengalaman, yang bersangkutan pernah bekerja di klinik aborsi juga pada tahun 2000, selama kurang lebih hampir empat tahun," katanya.

Menurut Yusri, tersangka IR hanya menerima pasien yang usia kandungannya di bawah 8 minggu atau sekitar 2 bulan saja.

"Korbannya ada 15 tapi yang berhasil dilakukan penindakan aborsi sebanyak 12. Kami masih dalami, apakah pengakuan betul atau tidak," jelasnya.

Yusri mengungkapkan, tersangka ST berperan mencari pasien atau melakukan pemasaran. Modusnya janjian bertemu di suatu tempat, kemudian menyepakati harga. Setelah itu, pasien yang akan melakukan aborsi dibawa ke kediamannya.

Alat yang digunakan sama dengan seperti tempat dia belajar pada saat ikut kerja di salah satu tempat aborsi ilegal di Tanjung Priok.

"Jadi tidak sesuai standar kesehatan yang digunakan baik itu kebersihan maupun tindakan kesehatan yang dilakukan," tandasnya.

Para Tersangka dikenakan Pasal 194 Jo Pasal 75 ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dan atau Pasal 77A JO Pasal 45A Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 53 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Ancaman hukuman 10 tahun penjara. (Knu)

Baca Juga

Polisi Sebut Proses Aborsi di Klinik Ilegal Cuma 15 Menit

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pedagang Daging Pasar Ciledug dan Meruya Mogok Jualan: Kelewatan Naik Harganya
Indonesia
Pedagang Daging Pasar Ciledug dan Meruya Mogok Jualan: Kelewatan Naik Harganya

Aksi tidak berjualan sementara itu mereka lancarkan semata-mata sebagai protes perihal naiknya harga daging sapi.

MA Diminta Konsisten Memutus Kasus Korupsi
Indonesia
MA Diminta Konsisten Memutus Kasus Korupsi

Peraturan itu ditetapkan dengan pertimbangan penjatuhan pidana harus memberikan kepastian dan proporsionalitas pemidanaan

Jokowi Kenang Mantan Bawahannya di Pemprov DKI
Indonesia
Jokowi Kenang Mantan Bawahannya di Pemprov DKI

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah meninggal dunia pada Rabu (16/) siang pukul 12.55 WIB

Akun Medsos Ditegur karena Lakukan Ujaran Kebencian Terus Bertambah
Indonesia
Akun Medsos Ditegur karena Lakukan Ujaran Kebencian Terus Bertambah

Virtual police atau polisi dunia maya menegur sebanyak 105 konten sosial media yang berpotensi melanggar UU ITE terkait ujaran kebencian.

Perhitungan Belum Rampung, Demo Bermunculan di AS
Dunia
Perhitungan Belum Rampung, Demo Bermunculan di AS

Para pendukung Presiden Donald Trump menuju ke sebuah pusat penghitungan suara di Detroit, Michigan, untuk menuntut dihentikannya penghitungan suara.

Jokowi Teken UU Cipta Kerja, Demokrat: Abaikan Aspirasi Rakyat
Indonesia
Jokowi Teken UU Cipta Kerja, Demokrat: Abaikan Aspirasi Rakyat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi meneken Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja pada Senin (2/11) kemarin.

Yayasan Harapan Kita Hormati Keputusan Negara Ambil Alih TMII
Indonesia
Yayasan Harapan Kita Hormati Keputusan Negara Ambil Alih TMII

Pihaknya telah berkesempatan melayani kunjungan masyarakat serta pejabat negara

Belum Ada Peningkatan Kasus COVID-19 Buntut Demo Tolak UU Cipta Kerja
Indonesia
Belum Ada Peningkatan Kasus COVID-19 Buntut Demo Tolak UU Cipta Kerja

Kesembuhan meningkat sekarang 84,2 persen, angka kematian turun 2,2 persen

Petrus Golose, Jenderal Penakluk Gembong Teroris Dr Azahari yang Kini Pimpin BNN
Indonesia
Petrus Golose, Jenderal Penakluk Gembong Teroris Dr Azahari yang Kini Pimpin BNN

Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan melantik Irjen Petrus Reinhard Golose menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (23/12).

[HOAKS atau FAKTA]: Bioskop XXI Kembali Dibuka, Penonton Wajib Keluar Studio Tiap 30 Menit
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bioskop XXI Kembali Dibuka, Penonton Wajib Keluar Studio Tiap 30 Menit

Beredar gambar tangkapan layar artikel berjudul “Bioskop XXI Kembali Dibuka, Penonton Wajib Keluar Studio Tiap Jeda 30 Menit untuk Hirup Udara Segar!” yang dimuat di situs hai.grid.id pada Senin, 19 Oktober 2020.