Polisi Bocorkan Kesimpulan Sementara Penyebab Kebakaran Hebat di Kampung Bandan Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto (tengah).(ANTARA News/Fianda Rassat)

Merahputih.com - Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto menyatakan bahwa kebakaran di ratusan rumah di Kampung Bandan RW 05, Ancol, Jakarta Utara, bukan disebabkan oleh ledakan tabung gas.

"Saksi yang kita periksa ada empat tapi tidak ada yang mendengar bunyi ledakan, sehingga kami bisa simpulkan sementara bahwa (kebakaran) itu bukan berasal dari tabung gas," kata Herdi, Minggu (12/5).

Polisi sendiri dijadwalkan akan menggelar olah TKP bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk mencari penyebab kebakaran.

BACA JUGA: Kebakaran Hebat Landa Kampung Bandan, 3500 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Hal itu dilakukan untuk mencari adanya dugaan penyebab lain dari kebakaran tersebut. "Bisa dari korsletring listrik atau ada sumber api lain, nanti akan kami lakukan penyelidikan," jelas dia.

Budhi menjelaskan berdasarkan keterangan saksi, kebakaran terjadi pada pukul 14.30 WIB, saat itu seorang warga melihat ada api dibelakang rumahnya.

Angin yang saat itu cukup besar membuat api dengan cepat merembet dan menyambar bangunan lainnya.

Kebakaran hebat melanda Kampung Bandan, Jakarta Utara pada Sabtu (11/5) siang (Foto: antaranews)

Dia mengatakan api berhasil dipadamkan dalam waktu tiga jam berkat kesigapan personel Damkar dari Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.

Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, sebagaimana dikutip Antara, harus mengerahkan 27 unit kendaraan pemadam untuk menjinakkan si jago merah.

Dua orang petugas damkar juga harus dilarikan ke rumah sakit. Keduanya pingsan akibat sesak nafas karena menghirup asap saat berjibaku dengan si jago merah.

Keduanya dilarikan ke RSUK Pademangan untuk mendapat perawatan dan dilaporkan sudah dalam kondisi baik. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
BMKG: Hujan di 27,5 Persen Wilayah Indonesia di Luar Kewajaran
Indonesia
BMKG: Hujan di 27,5 Persen Wilayah Indonesia di Luar Kewajaran

Kondisi curah hujan tinggi di kawasan barat Indonesia ini perlu diwaspadai

LPSK: Korban Penyerangan Polsek Ciracas Berhak Mendapatkan Restitusi
Indonesia
LPSK: Korban Penyerangan Polsek Ciracas Berhak Mendapatkan Restitusi

Menurutnya, peristiwa yang terjadi Sabtu dini hari tersebut telah menimbulkan rasa takut masyarakat

Pengungsi Banjir di Kampung Dalam Cawang Dibagi ke 5 Lokasi
Indonesia
Pengungsi Banjir di Kampung Dalam Cawang Dibagi ke 5 Lokasi

Guna mengatasi penumpukan pengungsi di tengah wabah COVID-19, lanjut Yudi, petugas Kelurahan telah membagi posko pengungsian dalam lima lokasi.

Virus SARS di Balik Kerja Sama Bio Farma dan Perusahaan Vaksin Tiongkok
Indonesia
Virus SARS di Balik Kerja Sama Bio Farma dan Perusahaan Vaksin Tiongkok

Sebelum dunia diserang pandemi COVID-19, virus corona jenis lain telah membuat gempar sejumlah negara.

Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Sukoharjo Tertangkap
Indonesia
Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Sukoharjo Tertangkap

"Hanya butuh waktu 3 jam setelah olah TKP selesai kami berhasil menangkap pelaku Sabtu dini hari," ujar Bambang

Pakai Layanan Elekronik, Pemkot Malang Genjot Pajak Bumi dan Bangunan
Indonesia
Pakai Layanan Elekronik, Pemkot Malang Genjot Pajak Bumi dan Bangunan

"Meski memang angka itu juga masih dibawa target Korsupgah (Koordinasi dan Supervisi Pencegahan) KPK sekitar Rp 3 triliun hingga Rp 5 triliun," ujar Wali Kota Malang.

Patroli Siber Polri Sebelum Bui Terduga Pelanggar UU ITE
Indonesia
Patroli Siber Polri Sebelum Bui Terduga Pelanggar UU ITE

Argo menepis anggapan dengan adanya virtual police bisa mempersempit ruang kebebasan masyarakat di dunia maya.

Bela Negara Bukan Sekedar Hadapi Ancaman Fisik
Indonesia
Bela Negara Bukan Sekedar Hadapi Ancaman Fisik

Tantangan itu termasuk kian maraknya hasutan melalui media sosial

3 Sampai 5 Orang Positif COVID-19, Satu RT di Surabaya Bakal Dites Usap
Indonesia
3 Sampai 5 Orang Positif COVID-19, Satu RT di Surabaya Bakal Dites Usap

Eri juga memerintahkan, agar setiap kampung dilakukan penyemprotan disinfektan minimal satu kali sehari. Apabila di satu kampung terdapat kasus positif, maka akan dilakukan penyemprotan disinfektan selama tiga hari berturut-turut.

Modus Begal Payudara Nekat Beraksi Tiga Kali di Jakpus dan Jakbar
Indonesia
Modus Begal Payudara Nekat Beraksi Tiga Kali di Jakpus dan Jakbar

“Memang mengambil posisi korban yang lemah dan lengah yaitu posisi untuk orang yang saat itu sedang berolahraga atau pun yang sedang berjalan,” jelasnya.