Polisi Benarkan Napoleon Bonaparte Pelaku Penganiayaan Muhammad Kece Mantan Kadiv Hunter Polri, Irjen Napoleon Bonaparte menggoyangkan kedua bahunya usai menjalani sidang pembacaan vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (10/3). (ANTARA/Desca Lidya Nata

MerahPutih.com - Muhammad Kosman alias Muhammad Kece melaporkan Irjen Pol. Napoleon Bonaparte ke Mabes Polri terkait dugaan penginayaan di Rutan Bareskrim Polri.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi membenarkan bahwa terlapor dalam laporan polisi yang dibuat oleh Muhammad Kece adalah jenderal bintang dua tersebut.

Baca Juga

Berkaca dari Kasus Muhammad Kece, Youtuber Diminta Mengindahkan Norma dan Etika

"Napoelon Bonaparte," jawab Brigjen Andi di Jakarta, Sabtu (18/9).

Seperti diberitakan sebelumnya, Bareskrim Polri menerima Laporan Polisi LP Nomor 0510/VIII/2021/Bareskrim.Polri pada tanggal 26 Agustus 2021, pelapor atas nama Muhammad Kosman yang tak lain adalah Muhammad Kece.

Lebih lanjut Brigjen Andi menyebutkan, penyidik masih bekerja mendalami laporan tersebut, termasuk kronologi penganiayaan yang dilakukan apakah dilakukan sendiri oleh Napoleon atau ada yang membantu.

Menurut Brigjen Andi, sudah ada tiga orang saksi yang dimintai keterangan, ketiganya merupakan tahanan yang ada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri.

"Penyidik sedang mendalami apakah dilakukan sendiri atau ada yang membantu. Nanti ya motifnya. Saksi tiga orang, semuanya napi," ucap Andi.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menyebutkan, penyidik Bareskrim Polri sudah menindaklanjuti laporan polisi tersebut dengan memeriksa tiga orang saksi dan mengumpulkan alat bukti yang relevan.

Muhammad Kece

Menurut dia, kasus tersebut saat ini sudah tahap penyidikan, dan penyidik sedang mengumpulkan alat bukti lainnya yang relevan untuk menuntaskan kasus tersebut.

"Nanti dari alat bukti itu akan dilakukan gelar perkara dan akan menentukan tersangkanya," ujar Rusdin.

Rusdi menegaskan, kasus tersebut telah ditangani oleh kepolisian dan akan dituntaskan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, penganiayaan itu terjadi pada saat Muhammad Kece sedang berada di ruang isolasi. Sesuai protokol kesehatan, setiap tahanan yang baru masuk, menjalani masa isolasi selama 14 hari.

Sebagaimana diketahui, Muhammad Kosman alias Muhammad Kece ditangkap oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Polri bersama Polda Bali di tempat persembunyiannya usai video penghinaan terhadap simbol agama viral di media sosial.

Penangkapan itu berlangsung di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, pada Selasa (24/8) pukul 19.30 WIB.

Kece lalu diterbangkan ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan dan penahanan di Rutan Bareskrim Polri pada Rabu (25/8).

Setelah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, M. Kece lantas ditahan selama 20 hari terhitung dari tanggal 25 Agustus sampai 13 September 2021. Hingga kini masa penahanannya diperpanjang.

Tersangka M. Kece, disangkakan dengan Pasal 28 ayat (2) dan junto Pasal 45 a ayat (2) dapat juga dijerat dengan peraturan lainnya yang relevan yakni Pasal 156 a KUHPidana tentang Penodaan Agama, ancaman hukuman enam tahun penjara. (*)

Baca Juga

Bareskrim Gandeng Kemenkominfo Usut Dugaan Penistaan Agama oleh Muhammad Kece

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Timses Gibran-Teguh Curiga Ada yang Sengaja Rusak 1.282 Surat Suara
Indonesia
Timses Gibran-Teguh Curiga Ada yang Sengaja Rusak 1.282 Surat Suara

surat suara rusak ini tidak dicoblos sama sekali, tetapi memang sengaja di rusak. Jumlahnya 1.282 surat suara rusak.

Tahun Baru Islam 1443 Hijriah, Umat Diminta Perkuat Semangat Gotong Royong Hadapi COVID-19
Indonesia
Tahun Baru Islam 1443 Hijriah, Umat Diminta Perkuat Semangat Gotong Royong Hadapi COVID-19

Spirit hijrah salah satunya adalah kemampuan melakukan perpindahan, perubahan, dan adaptasi

Kepala Daerah Diminta Lebih Tegas Tindak Pelanggar Protokol Kesehatan
Indonesia
Kepala Daerah Diminta Lebih Tegas Tindak Pelanggar Protokol Kesehatan

"Kita harapkan adanya ketegasan dari para pihak yang memiliki kewenangan untuk mengatur itu semua," jelas dia.

Jangan Lupa, Hari Ini Batas Akhir Pendaftaran PPDB SMPN Jalur Zonasi
Indonesia
Jangan Lupa, Hari Ini Batas Akhir Pendaftaran PPDB SMPN Jalur Zonasi

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang mengingatkan kepada siswa untuk segara mendaftarkan PPDB SMP Negeri untuk jalur zonasi.

Lodewijk Resmi Jadi Wakil Ketua DPR Gantikan Azis Syamsuddin
Indonesia
Lodewijk Resmi Jadi Wakil Ketua DPR Gantikan Azis Syamsuddin

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto kembali menunjuk Lodewijk F. Paulus menjadi Sekretaris Jenderal Partai periode 2019-2024.

Tersangka Pembobolan Rekening Nasabah Ternyata Tengah Disidang Kasus Lain
Indonesia
Tersangka Pembobolan Rekening Nasabah Ternyata Tengah Disidang Kasus Lain

Polri berencana mengirim surat permohonan izin pemeriksaan ke Ketua Pengadilan Negeri Tangerang untuk memeriksa Kepala Maybank Cipulir bernama Albert.

Pasca OTT KPK, Anak Alex Noerdin Digiring ke Jakarta
Indonesia
Pasca OTT KPK, Anak Alex Noerdin Digiring ke Jakarta

Dodi Reza merupakan anak dari mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin. KPK sedang membawa mereka ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk diperiksa secara intensif.

Sekat Pemudik, Pemkot Bandung Siapkan 8 Titik Cek Poin
Indonesia
Sekat Pemudik, Pemkot Bandung Siapkan 8 Titik Cek Poin

"Kita sudah sangat siap termasuk ada posko utama di Cikapayang,” ucap Ema di Taman Sejarah Kota Bandung, Kamis (29/4).

90,2 Persen Lowongan CPNS dan PPPK Wonosobo Buat Guru
Indonesia
90,2 Persen Lowongan CPNS dan PPPK Wonosobo Buat Guru

Seleksi di tengah masa pandemi COVID-19 agar semua pihak untuk tetap taat terhadap protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19.

Usai Diperiksa KPK, Prasetyo Edi Ngaku Hanya Sebatas Sahkan Anggaran
Indonesia
Usai Diperiksa KPK, Prasetyo Edi Ngaku Hanya Sebatas Sahkan Anggaran

"Di pembahasan-pembahasan itu langsung sampai ke Banggar besar. Nah, di Banggar besar, saya serahkan ke eksekutif. Nah, eksekutif yang punya tanggung jawab," ungkap Prasetyo.