Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Dalam Kasus Kekaisaran 'Sunda Empire' Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Saptono Erlangga (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Polda Jawa Barat menyatakan akan menyelidiki keberadaan "Sunda Empire" di Bandung yang belakangan mulai ramai jadi perbincangan khalayak ramai.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Saptono Erlangga mengatakan pihaknya masih menelusuri apakah kelompok tersebut masuk katagori ormas atau komunitas biasa.

Baca Juga:

Latah Ikuti Keraton Agung Sejagat, Kini di Sukoharjo Muncul Kasultanan Karaton Pajang

"Kita kan belum tahu apakah itu ormas, atau apa, makanya kita masih pelajari, masih pendalaman dengan melakukan penyelidikan," kata Saptono kepada wartawan, Jumat (17/1).

Kekaisaran Sunda Empire gegerkan warga Jawa Barat
Warga Jawa Barat dihebohkan dengan kemunculan kekaisaran Sunda Empire (Foto: Facebook/Sunda Empire)

Menurutnya, Ditreskrimum akan bekerja diawali berdasarkan adanya konten dan video yang beredar di media sosial.

"Itu kita pelajari dari dokumentasi video, kalau gak salah di Youtube itu Oktober sama Juli 2019 ya kegiatannya," tutur Saptono.

Polisi juga belum bisa menerapkan pasal yang dikenakan kepada jajaran "Sunda Empire".

Setelah proses penyelidikan rampung, kata dia, polisi akan melakukan pemeriksaan kepada orang-orang yang tergabung dengan perkumpulan ilegal tersebut.

Logo Kekaisaran Sunda Empire
Logo Sunda Empire (Foto: Twitter @urangsunda)

"Tentu masih kita dalami, kita lidik, kalaupun sudah ada kerangkanya sudah dapat, tentu akan kita sampaikan," ujarnya.

"Tentu masih kita dalami, kita lidik, kalaupun sudah ada kerangkanya sudah dapat, tentu akan kita sampaikan," terangnya.

Baca Juga:

Geger Keraton Agung Sejagat, Majelis Adat Kerajaan Nusantara: Dasar Historisnya Mana?

Sebelumnya, unggahan video tentang "Sunda Empire" sempat beredar pada Kamis (16/1) malam. Sejumlah konten mengenai "Sunda Empire" itu menyebar ke masyarakat melalui media sosial.

Salah satu video yang tersebar, berisi tentang sejumlah orang yang mengenakan atribut seperti militer lengkap dengan topi baret. Salah satu dari mereka ada yang berorasi tentang masa pemerintahan negara-negara yang akan berakhir pada 2020.(Knu)

Baca Juga:

Pro Kontra Keraton Agung Sejagat, FSKN Minta Klarifikasi Kemendagri dan Kemendikbud



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH