Polisi Beberkan Petinggi PA 212 Diduga Ikut Mengintimidasi Buzzer Jokowi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (MP/Noer Ardiansjah)

MerahPutih.Com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212, BAJ disebut berada di lokasi kejadian saat buzzer Jokowi, Ninoy Karundeng dianiaya. Oknum BAJ diduga ikut mengintimidasi mantan relawan media Jokowi saat Pilpres lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, hal itu berdasarkan pemeriksaan saksi.

Baca Juga: Jack Lapian Sebut Ada Pihak yang Ingin Habisi Ninoy Karundeng

"Itu ada di lokasi ikut mengintimidasi dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan. Itu adalah Sekjen PA 212," kata Argo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (7/10).

Polisi saat ini sudah menetapkan 11 tersangka terkait kasus penculikan Ninoy. Para tersangka mempunyai peran yang berbeda-beda.

Buzzer Jokowi Ninoy Karundeng
Mantan Relawan Jokowi, Ninoy Karundeng (Foto: Ist)

"Berkaitan viralnya korban Ninoy tentunya ada laporan ke Polda Metro Jaya kita melakukan penyelidikan dan penyidikan dari Polda Metro Jaya sudah menetapkan 11 tersangka," ujar dia.

Polisi masih memeriksa Bernard terkait kasus penculikan dan penganiayaan Ninoy. Status Bernard belum ditentukan.

"Itu yang 11 tersangka kemudian yang 2 orang sedang diperiksa kita masih nunggu status dari pada yang bersangkutan yaitu ada atas nama BD," ujar Argo.

Dari 11 tersangka, ada 10 orang yang ditahan. Sementara satu orang lagi ditangguhkan karena sakit.

"Nanti kita lihat perkembangan selanjutnya. Tadi udah saya sampaikan dari 11 orang tersangka ada 10 ditahan dan 1 ditangguhkan karena sakit dan yang 2 sedang diperiksa," ujarnya.

Ninoy Karundeng menjelaskan soal dugaan penculikan dan penganiayaan yang menimpa dirinya.

Awalnya Ninoy mengaku diperiksa dulu diluar masjid. Kemudian setelahnya dia dibawa masuk ke dalam Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falaah, Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Didalam situlah Ninoy mengaku dianiaya. Namun kejadian diluar hanya sesaat.

Ninoy Karundeng bersama relawan Jokowi pada Pilpres lalu
Mantan relawan media Jokowi, Ninoy Karundeng dianiaya sekelompok orang berdasarkan video yang beredar di kalangan warganet (Foto: Ist)

"Di dalam Masjid Al-Falaah. Jadi, peristiwa awalnya itu yang di luar itu diperiksa identitas saya, dan juga tas saya, terus dipukulin, dan dimasukkin ke dalam masjid. Jadi, peristiwa ini di luar dan di dalam masjid. Di luar mungkin du menit kali ya, saya gatau waktunya," kata dia.

Ninoy tidak tahu persis ada berapa orang saat kejadian. Dia menduga ada puluhan orang waktu itu. Selain pria, dia juga merasa ada wanita. Dia benar-benar tidak tahu siapa mereka ini apakah massa dari pendemo saat itu atau bagaimana.

"Saya tidak bisa mengenali sama sekali karena peristiwa itu begitu cepat. Saya dipukul berubi-tubi dan diseret. Saya tidak tahu itu siapa karena saya gak lihat karena saya dalam posisi tertindih dan ditarik. Itu puluhan itu, karena begitu ada orang datang interogasi saya, pukul, interogasi saya, pukul," ujarnya.

Baca Juga:

Polisi Tangkap Dua Penganiaya Ninoy Karundeng, Satu Diantaranya Anggota Ormas

Lebih lanjut Ninoy mengatakan dia akhirnya bisa bebas esok harinya pada siang hari oleh para pelaku. Dia dibebaskan begitu saja karena waktu sudah siang. Namun saat ingin pulang sepeda motornya ternyata dihancurkan oleh para pelaku. Akhirnya ia dipesankan mobil pick-up lewat aplikasi online guna membawa motornya pulang.

"Saya dilepaskan itu karena itu sudah siang, terus mereka karena saya bawa motor di situ, nah motor saya minta diambilkan parkir jauh nah diambilkan sama mereka tapi setelah itu motor saya dirusak dan juga kuncinya dibuang," tandasnya.(Knu)

Baca Juga:

Pelaku Pengeroyokan Mantan Relawan Media Jokowi Belum Juga Ditangkap



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH