Polisi Beberkan Penyebab Meninggalnya Predator Seks Asal Perancis Konferensi pers kasus ekploitasi seksual anak dibawah umur yang dilakukan oleh warga negara asing (WNA) asal Prancis bernama Francois Abello Camille (FAC) alias Frans (65) oleh Polda Metro Jaya, Kamis

Merahputih.com - Predator seksual anak dibawah umur yang juga merupakan warga negara Prancis, Francois Abello Camille alias FAC (65) meninggal dunia setelah dirawat akibat percobaan bunuh diri di dalam sel Rutan Polda Metro Jaya.

Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Umar Shahab mengungkapkan dari hasil diagnosa dokter Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur ditemukan adanya bekas jeratan dibagian leher yang membuat aliran oksigen tidak berjalan ke otak tersangka sehingga FAC meninggal pada Minggu (12/7) malam.

"Diagnosa dari dokter yang merawat jelas hasil rontgen ada retak tulang belakang di leher. Jadi menyebabkan sum-sumnya itu kena jerat menyebabkan suplai oksigen ke otak dan organ-organ penting itu berkurang, itu yang menyebabkannya (meninggal)," kata Umar di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/7).

Baca Juga:

Cabut RUU PKS dari Prolegnas, Logika Berpikir DPR Dinilai Terbolak-Balik

Sampai saat ini, Umar menyebut pihaknya belum melakukan otopsi pada jasad tersangka. Hal ini dikarenakan belum adanya permintaan dari pihak tersangka untuk melakukan otopsi.

"Dilakukan tindakan prosedur sesuai SOP yang ada. Tidak ada perbedaan (perawatan) apakah dia tersangka ataupun korban ataupun pasien lainnya, semua kita lakukan tindakan yang betul sesuai dengan prosedur yang ada," ucap Umar.

FAC mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara melilitkan seutas kabel yang berada di plafon Rutan Polda Metro Jaya ke lehernya. Aksi tersebut diketahui oleh petugas yang berjaga dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur pada Kamis (9/7) malam.

Setelah dilakukan perawatan selama tiga hari, akhirnya tersangka meninggal dunia pada Minggu (12/7).

Seperti diketahui, kasus pencabulan FAC terhadap 305 anak di bawah umur berhasil terungkap atas adanya informasi masyarakat yang kerap melihat adanya seorang WNA menawarkan pemotretan terhadap anak-anak di Hotel Prinsen Park, Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat.

Konferensi pers kasus ekploitasi seksual anak dibawah umur yang dilakukan oleh warga negara asing (WNA) asal Prancis bernama Francois Abello Camille (FAC) alias Frans (65) oleh Polda Metro Jaya, Kamis

Dari laporan tersebut, polisi pun melakukan penyelidikan dan menangkap basah FAC tengah berada di dalam kamar hotel bersama dua anak perempuan di bawah umur dengan kondisi telanjang.

Berdasar penyelidikan diketahui jika FAC pertama kali berkunjung ke Indonesia pada tahun 2015. Terakhir, FAC tercatat berada di Indonesia sejak Desember 2019 hingga tertangkap awal Juli ini.

Selama berada di Indonesia FAC kerap berpindah-pindah hotel. Setidaknya, ada tiga hotel di wilayah Jakarta Barat yang diduga menjadi tempat FAC mencabuli ratusan anak-anak di bawah umur dengan modus fotomodel.

Sejak Desember hingga Februari FAC tercatat menginap di Hotel Olympic, Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat. Kemudian, Februari hingga April menginap di Hotel Luminor, Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat. Selanjutnya, April hingga Juni menginap di Hotel Prinsen Park, Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat.

Baca Juga:

BNPT Masuki Dunia Media Sosial Perangi Radikalisme

Selama menginap di tiga lokasi tersebut, FAC selalu mendisain kamar hotel selayaknya studio foto. Bahkan, FAC terlebih dahulu mendadani atau merias wajah korban sebelum difoto hingga disetubuhi.

"Mereka diiming-imingi akan menjadi fotomodel di kamar. Anak tersebut difoto telanjang, kemudian disetubuhi oleh tersangka," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sujana. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sebut Pernah Ada Pencurian, Ketua DPRD DKI Soroti Lemahnya Keamanan MRT
Indonesia
Sebut Pernah Ada Pencurian, Ketua DPRD DKI Soroti Lemahnya Keamanan MRT

"Kalau sampai data-data ini ada di tangan orang yang salah bisa bahaya ini. Saya minta Direktur Operasional menjawab kenapa tidak pernah melaporkan ke polisi, jangan bilang tidak tahu, karena saya tahu semua," terangnya.

Kondisi Terkini Menteri Agama dalam Proses Isolasi RS
Indonesia
Kondisi Terkini Menteri Agama dalam Proses Isolasi RS

Menteri Agama Fachrul Razi masih menjalani proses isolasi dan perawatan di rumah sakit usai terkonfirmasi positif COVID-19.

Tak Terima Dirazia Masker, Pedagang Pasar Metro Atom Ngamuk
Indonesia
Tak Terima Dirazia Masker, Pedagang Pasar Metro Atom Ngamuk

Dari pantauan di lokasi, sejumlah warga menolak saat dirazia mengamuk karena merasa dijebak.

Pemilih Militan Gibran 32, 6 Persen, IPI: Istilahnya 'Biar Gepeng Nderek Banteng'
Indonesia
Pemilih Militan Gibran 32, 6 Persen, IPI: Istilahnya 'Biar Gepeng Nderek Banteng'

Tingkat "swing voter" atau massa mengambang dalam militansi pemilih memang sangat tinggi

Penerbitan Surat Utang Bikin Cadangan Devisa Melonjak
Indonesia
Penerbitan Surat Utang Bikin Cadangan Devisa Melonjak

Peningkatan posisi cadangan devisa tersebut dipengaruhi oleh penerbitan Global Bonds pemerintah dan penerimaan pajak pada awal 2021.

Tidak Semua Sekolah di Bandung Bakal Gelar Sekolah Tatap Muka
Indonesia
Tidak Semua Sekolah di Bandung Bakal Gelar Sekolah Tatap Muka

PTM terbatas tidak boleh dipaksakan dan PTM terbatas hanya dilaksanakan oleh sekolah yang sudah siap dan telah memenuhi uji kelaikan.

Gibran Sudah Ukur Baju Seragam Wali Kota, Jokowi Tidak Hadir saat Pelantikan
Indonesia
Gibran Sudah Ukur Baju Seragam Wali Kota, Jokowi Tidak Hadir saat Pelantikan

Gibran Rakabuming Raka menegaskan kedua orang tuanya Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi tidak akan hadir saat dirinya dilantik menjadi Wali Kota Solo periode 2021-2024.

Arab Saudi Beri Sinyal Izinkan Pemerintah Bangun Rumah Indonesia di Makkah
Indonesia
Arab Saudi Beri Sinyal Izinkan Pemerintah Bangun Rumah Indonesia di Makkah

Menteri Al-Falih menyambut baik rencana tersebut dan langsung menawarkan beberapa calon lokasi yang dapat digunakan.

Pekerjaan Besar Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Pekerjaan Besar Vaksinasi COVID-19

Ada tantangan yang harus dihadapi pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi nasional kelak. Indonesia yang merupakan negara kepulauan memiliki tempat-tempat yang memiliki akses tidak mudah.

Penambahan Kasus Baru COVID-19 DKI Hari Ini Sebanyak 1.108 Jiwa
Indonesia
Penambahan Kasus Baru COVID-19 DKI Hari Ini Sebanyak 1.108 Jiwa

Dengan positivity rate 8,6 persen, penambahan kasus positif hari ini sebanyak 1.108 jiwa.