Polisi Beberkan Mengapa Yodi Prabowo Berani Tusuk Dada dan Leher Wartawan Metro TV ditemukan tewas di sisi pinggir Tol JORR, Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7) siang. (Foto: Twitter @TMCPoldaMetro)

MerahPutih.com - Cara bunuh diri dengan menikam dada dan leher menggunakan pisau, seperti yang dilakukan Editor Metro TV Yodi Prabowo disebut polisi bukan metode baru.

"Ada beberapa contoh metode bunuh diri serupa," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan, Sabtu (25/7).

Baca Juga

Kekasih dan Rekan Kerja Ungkit Perilaku Aneh Yodi Prabowo Sebelum Ditemukan Tewas

Ade menuturkan, soal lokasi bunuh diri Yodi yang tak logis seperti di pinggir tol, hal itu tak lepas dari 'penguasaan' medan lantaran Yodi kerap melintasi pinggir tol Ulujami. Dari rumahnya di Rempoa menuju Metro TV di Kedoya.

"Dia memang sudah tahu medan karena sering lewat sana," jelas Ade.

Soal dari mana Yodi mendapat cara untuk melakukan upaya bunuh diri seperti ini polisi tidak mengetahuinya.

Editor Metro TV Yodi Prabowo yang ditemukan tewas Jumat (10/7/2020), 11.45 WIB di Jalan Ulujami Raya, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Editor Metro TV Yodi Prabowo yang ditemukan tewas Jumat (10/7/2020), 11.45 WIB di Jalan Ulujami Raya, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Polisi mengatakan, Yodi punya keberanian menusuk dirinya sendiri buntut usai mengonsumsi narkotika jenis amfetamin. Biasanya kandungan ini ada pada narkoba seperti ekstasi.

"(Mengonsumsi amfetamin membuat) Meningkatnya keberanian yang luar biasa. Jangan pernah bandingkan pemikiran orang normal dengan orang tak normal (habis konsumsi narkoba)," katanya.

Yodi Prabowo sempat datang ke Rumah Sakit guna memeriksa apakah dia mengidap penyakit HIV sebelum menghabisi nyawanya sendiri.

Pemeriksaan ini dilakukan atas dasar keinginannya sendiri. Hasil dari tes HIV itu belum sempat diambil oleh Yodi hingga akhirnya meninggal dunia. Polisi tidak menjelaskan hasil dari pemeriksaan HIV tersebut.

"Atas kehendaknya sendiri, positif atau tidaknya HIV. Hasilnya, sampai dia meninggal dunia hasil itu belum diambil," kata Ade.

Hal ini diketahui polisi dari penelusuran hingga ke rekening milik korban. Hasilnya diketahui korban sempat melakukan cek kesehatan dan membayar dengan rekening miliknya sendiri.

Yodi melakukan pemeriksaan kesehatan ke RS Cipto Mangunkusumo Kencana. Di sana, Yodi bertemu langsung dengan dokter penyakit kulit dan kelamin.

"Dokter ahli penyakit kulit dan kelamin yang dilakukan pengecekan dan ada keluhan dia konsultasi ke dokter dan kemudian disarankan melakukan pengecekan," kata Ade yang pernah menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Selatan ini.

Baca Juga

Melalui Sang Kekasih, Yodi Prabowo Beri 'Sinyal' Ingin Bunuh Diri

Yodi Prabowo ditemukan sudah tak bernyawa di pinggir Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Ulujami, Pesanggarahan, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Juli 2020. Saat ditemukan, korban mengenakan jaket hijau, celana hitam, tas selempang hitam, memakai sepatu dan masih mengenakan helm.

Dua pekan lamanya polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan. Pada awalnya Yodi sempat diduga dibunuh. Namun, hasil berkata lain. Lewat lima analisa yang dilakukan polisi kenyataannya Yodi bunuh diri bukan dibunuh oleh orang lain. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mobil Berplat RF Kini Tak Bisa Lolos dari Jeratan Hukum
Indonesia
Mobil Berplat RF Kini Tak Bisa Lolos dari Jeratan Hukum

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya Jaya akan menindak tegas kendaraan pelat RF bila melakukan pelanggaran.

Ini Tanggapan Mahfud MD Disinggung JK Soal Kritik Pemerintah
Indonesia
Ini Tanggapan Mahfud MD Disinggung JK Soal Kritik Pemerintah

Menko Polhukam Mahfud MD menyebutkan bahwa pemerintahan Jokowi-Ma'ruf terbuka terhadap kritik.

Satgas Ingatkan Warga Soal Penularan COVID-19 Saat Libur Panjang
Indonesia
Satgas Ingatkan Warga Soal Penularan COVID-19 Saat Libur Panjang

Saat Idul Fitri, terdapat kenaikan jumlah kasus harian dan kumulatif mingguan sekitar 69 - 93% dengan rentang waktu 10 - 14 hari.

Kapolres Jakarta Pusat Tak Segan Hajar Preman yang Bikin Resah Warga
Indonesia
Kapolres Jakarta Pusat Tak Segan Hajar Preman yang Bikin Resah Warga

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi mengatakan, pihaknya akan menghajar preman-preman yang bikin warga ketakutan dan resah

Politisi Senayan Minta Pemerintah Tinjau Ulang Larangan Mudik
Indonesia
Politisi Senayan Minta Pemerintah Tinjau Ulang Larangan Mudik

Secara ekonomi jelasnya, mudik mendorong tingkat konsumsi rumah tangga lantaran akan banyak sektor ikutan yang terdampak.

KPK Tahan "Tangan Kanan" Eks Bupati Malang
Indonesia
KPK Tahan "Tangan Kanan" Eks Bupati Malang

Ia bakal mendekam di sel tahanan setidaknya selama 20 hari pertama terhitung sejak 30 Juli hingga 18 Agustus 2020.

Polisi Tangkap Pelaku Pemutilasi Manajer Perusahaan Konstruksi di Apartemen Kalibata City
Indonesia
Polisi Tangkap Pelaku Pemutilasi Manajer Perusahaan Konstruksi di Apartemen Kalibata City

Meski begitu, belum diketahui identitas maupun jumlah pelaku yang sudah berhasil diamankan.

Banggar DPR Usul Penerapan PSBB Total
Indonesia
Banggar DPR Usul Penerapan PSBB Total

Said juga mengingatkan pemerintah agar jumlah tes, tracing dan isolasi harus ditingkatkan dan dilakukan dengan manajemen yang baik.

Bawaslu Prediksi Politik Uang Jelang Pilkada Serentak Meningkat Saat COVID-19
Indonesia
Bawaslu Prediksi Politik Uang Jelang Pilkada Serentak Meningkat Saat COVID-19

270 daerah yang melaksanakan Pilkada, 230 diantaranya berpotensi diikuti oleh petahana

Jabat Komisaris Pelindo, Polri Bakal "Copot" Arman Depari dari Kursi Deputi BNN
Indonesia
Jabat Komisaris Pelindo, Polri Bakal "Copot" Arman Depari dari Kursi Deputi BNN

Polri tengah melakukan assesment guna mencari sosok pengganti Arman Depari guna duduk sebagai Deputi Bidang Pemberantasan BNN.