Polisi: Anji Mengetahui Obat Hadi Pranoto Anji. (Foto: Instagram @duniamanji)

Merahputih.com - Polisi mengaku ada poin penting yang disampaikan musikus Erdian Aji Prihartanto alias Anji dalam pemeriksaannya sebagai saksi terlapor, Senin (10/8) lalu. Sayangnya, polisi mengaku tak bisa mengungkapnya lantaran masuk dalam materi penyidikan.

"Dia menyampaikan ada poin-poin penting yang tidak bisa disampaikan disini (kepada awak media). Intinya, bahwa dia mengetahui obat (Hadi Pranoto) tersebut bahwa untuk membantu masyarakat COVID-19 ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di kantornya, Selasa (11/8).

Baca Juga:

Protokol Kesehatan Dilanggar, Mahfud MD Bakal Kumpulkan

Yusri menyebut sedikitnya ada sebanyak 45 pertanyaan yang dilayangkan ke Anji oleh penyidik. Dimana 45 pertanyaan itu ditanyakan dalam jangka waktu 10 jam lamanya.

Yusri hanya membeberkan beberapa pertanyaan yang tidak sampai menyangkut materi penyidikan.

Video Anji (kanan) dan Hadi Pranoto yang sempat viral di You Tube.(Tangkapan layar dari Youtube Anji)

Misalnya, soal Anji yang mengakui kalau akun YouTube duniamanji adalah miliknya, kemudian soal lokasi wawancara Hadi Pranoto yang dilakukan Anji di kawasan Lampung.

"Dia mengakui bahwa memang akun tersebut milik dia dan juga yang bersangkutan mewawancarai inisial HP pada saat itu di daerah Provinsi Lampung di Pulau Tegal Mas," kata dia.

Baca Juga:

Politikus Demokrat Nilai Anji dan Hadi Pranoto Tak Perlu Diproses Hukum

Anji dilaporkan oleh Muannas Alaidid ke Polda Metro Jaya, Senin, 3 Agustus 2020. Hadi Pranoto, yang mengaku sebagai pakar mikrobiologi dan diwawancara Anji melalui kanal YouTube-nya @duniamanji juga dilaporkan.

Pasal yang diduga dilanggar berkaitan dengan tindak pidana bidang ITE atau menyebarkan berita bohong. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: Minum Air Hangat Lancarkan Peredaran Darah Pasien COVID-19
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Minum Air Hangat Lancarkan Peredaran Darah Pasien COVID-19

Sementara minuman panas mungkin dapat meredakan gejala pilek, kemungkinan hal tersebut sebagian merupakan efek dari peningkatan sekresi ludah

Kepala Staf Presiden Brazil Positif COVID-19
Dunia
Kepala Staf Presiden Brazil Positif COVID-19

Dia masih akan menjalani isolasi sampai pemeriksaan lanjutan dan evaluasi medis dilakukan, dan masih bertugas secara virtual.

Kandas Perlawanan Penolakan UU Cipta Kerja
Indonesia
Kandas Perlawanan Penolakan UU Cipta Kerja

UU Ciptaker atau Omnibus Law mendapatkan penolakan dari sejumlah kalangan. Aksi penolakan itu dilakukan melalui aksi demontrasi dengan turun ke jalan.

Petasan Yang Diledakan di Kantor KAMI Berdaya Rendah
Indonesia
Petasan Yang Diledakan di Kantor KAMI Berdaya Rendah

Heru juga memastikan, Polisi tetap menangani walaupun belum ada laporan.

Cadangan Minyak Indonesia Tinggal 9,5 Tahun Lagi
Indonesia
Cadangan Minyak Indonesia Tinggal 9,5 Tahun Lagi

Badan Pusat Statistik mencatat, impor migas Desember 2020 senilai USD1,48 miliar atau naik 36,57 persen dibandingkan November 2020.

Mantan Presiden India Meninggal Karna COVID-19
Indonesia
Mantan Presiden India Meninggal Karna COVID-19

India yang merupakan negara terpadat kedua di dunia, mencatat lonjakan kasus harian COVID-19 tertinggi secara global.

Pria Lansia Ini Meninggal di Tengah Kerumunan Massa FPI Penjemput Rizieq
Indonesia
Pria Lansia Ini Meninggal di Tengah Kerumunan Massa FPI Penjemput Rizieq

Sotong diketahui merupakan penjual ikan asal Bogor, Jakarta Barat

'Cleaning Service' Jadi Saksi Kebakaran Kejagung, Pengamat: Kemungkinan Dia Jadi Orang Suruhan
Indonesia
'Cleaning Service' Jadi Saksi Kebakaran Kejagung, Pengamat: Kemungkinan Dia Jadi Orang Suruhan

Informasi tersebut bisa menjadi petunjuk untuk Polri ungkap dalang di balik kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung

Polda Metro Tunggu Salinan Putusan Pencabutan SP3 Kasus Chat Mesum Rizieq Shihab
Indonesia
Polda Metro Tunggu Salinan Putusan Pencabutan SP3 Kasus Chat Mesum Rizieq Shihab

Yusri berujar jika pihaknya belum mengetahui bahwa SP3 kasus tersebut dicabut oleh hakim dari PN Jaksel.

Polisi Punya Waktu 21 Hari Tentukan Status Hukum Munarman dalam Pidana Terorisme
Indonesia
Polisi Punya Waktu 21 Hari Tentukan Status Hukum Munarman dalam Pidana Terorisme

Densus 88 Antiteror Polri masih melakukan pemeriksaan terhadap eks Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam (FPI) Munarman terkait dugaan terorisme.