Polisi Ancam Tindak Tegas Orang yang Ngeyel Kumpul di Tengah Pandemi COVID-19 Warga mengenakan masker saat menunggu ojek daring di jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (2/4/2020). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hp.

MerahPutih.com - Polri mengingatkan masyarakat tidak melakukan kegiatan pengumpulan massa di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Bakal ada sanksi tegas mereka yang masih membandel.

Asisten Operasional Kapolri Irjen Rudolf Herry Nahak mengatakan, kegiatan-kegiatan dalam bentuk rapat-rapat dan sebagainya untuk tidak dilakukan dulu.

Baca Juga:

Ketika JHL Group Melawan COVID-19, Sumbang Perlengkapan Medis ke Banyak Rumah Sakit

Masyarakat diminta fokus melakukan physical distancing secara disiplin.

"Maklumat Bapak Kapolri untuk melakukan penindakan," kata Herry Nahak di BNPB, Sabtu (4/4).

Herry mengatakan, penindakan akan dilakukan dengan pendekatan humanis dan sopan. Polisi juga akan membubarkan perkumpulan tersebut.

"Apaba ini tidak dilaksanakan, Polri akan juga diminta melakukan tindakan yang lebih tegas, membubarkan perkumpulan-perkumpulan tersebut," ujar Herry.

Herry juga mengimbau masyarakat tidak pulang kampung atau mudik. Hal ini dimaksudkan guna mencegah penyebaran COVID-19. Polri pun telah menyiapkan berbagai macam skenario dalam upaya penyebaran virus corona.

"Agar masyarakat menjadi paham dan mengerti bahwa berpindahnya masyarakat dari Jakarta ini misalnya ke daerah-daerah itu juga sangat berpotensi membawa virus-virus ke daerah-daerah," imbuhnya.

Konferensi pers terkait penangkapan sejumlah orang yang tengah nongkrong di pinggir jalan, Jakarta Pusat. (Foto: MP/Kanugrahan)
Konferensi pers terkait penangkapan sejumlah orang yang tengah nongkrong di pinggir jalan, Jakarta Pusat. (Foto: MP/Kanugrahan)

Dia mengatakan, aparat Polri bersama TNI juga sudah mendapat tugas ke semua titik guna melaksanakan kebijakan tersebut. Dia berharap program yang ada dapat menghambat penyebaran virus corona.

"TNI mengatakan telah mengerahkan sejumlah alutsistanya untuk membantu penanganan COVID-19. Alutsista TNI itu digunakan untuk mengangkut dan mendistribusikan logistik dan alat kesehatan terkait penanganan virus corona.

"Kita tahu bersama pesawat TNI baik itu Hercules atau wing telah digunakan untuk menjemput dan digunakan dalam pendistribusian logistik ke daerah-daerah," kata Asops Panglima TNI Mayjen TNI Tiopan Aritonang.

Dia mengatakan pengerahan alutsista TNI sudah dilakukan sebelum pemerintah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Baca Juga:

COVID-19 Masih Jadi Ancaman, PT KAI Perpanjang Pengembalian Tiket Kereta

Selain pesawat, ia menyebut alutsista TNI seperti Kapal Republik Indonesia (KRI) dan sejumlah kendaraan TNI juga digunakan untuk mengangkut logistik dan alat kesehatan.

"Kita kerahkan kapal KRI kita tahu bersama KRI Soeharso, KRI Semarang saat ini di daerah Kepri. Ini akan digunakan dalam rangka pergerakan warga negara Indonesia di sana ke Pulau Jawa," jelas Tiopan.

Dia juga menambahkan, Panglima TNI memerintahkan Kepala Komando Daerah Militer (Kodam) bertindak sebagai wakil gugus tugas penanganan COVID-19 mendampingi para kepala daerah.

Selain itu, ia mengatakan TNI juga mengerahkan personelnya untuk membantu dan mensosialisasikan kepada warga tentang penanganan COVID-19.

"Mereka juga dikerahkan untuk membantu RT/RT mendata warga negara Indonesia yang baru pulang mencapai desa," tuturnya. (Knu)

Baca Juga:

BMKG Ungkap Negara Tropis seperti Indonesia Mampu Persulit Penyebaran Virus Corona


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH