Polisi Ancam Tangkap Paksa Mantan Petinggi Muhammadiyah Ketua Panitia Kemah Pemuda Islam Indonesia Ahmad Fanani

Merahputih.com - Polisi segera memeriksa Ketua panitia acara kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia (PII), Ahmad Fanani untuk diperiksa sebagai tersangka. Pasalnya, mantan Ketua Pemuda Mihammadiyah ini mangkir pada panggilan pertama pada Senin (22/7) lalu.

"Kita agendakan kembali pada Senin, 29 Juli 2019," ucap Kasubdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendrawan saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (26/7).

Baca Juga: Petinggi Pemuda Muhammadiyah Bakal Diperiksa Sebagai Tersangka Korupsi

Sampai hari ini, lanjutnya polisi sendiri tak tahu apa alasan yang bersangkutan mangkir. Sebab, tak ada kabar dari pihak Fanani. "Enggak ada konfirmasi, jadi kita tidak tahu alasannya tidak hadir pemeriksaan kemarin," kata dia.

Dia menegaskan Fanani bisa dipanggil paksa jika mangkir lagi kali ini. Tapi, tindakan tersebut melihat kebutuhan.

"Bisa jadi (panggil paksa) tergantung penilaian kita apakah perlu atau tidak, karena pemanggilan yang bersangkutan sebagai tersangka merupakan syarat formil berkas perkara bukan terkait pembuktian," kata Bhakti.

Ketua Panitia Kemah Pemuda Islam Indonesia Ahmad Fanani
Ketua Panitia Kemah Pemuda Islam Indonesia Ahmad Fanani

Ahmad Fanani disangkakan atas Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Uu No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dalam UU No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Baca Juga: Nasib Tersangka Korupsi Eks Bos Pemuda Muhammadiyah Tunggu Jadwal Penyidik

Kegiatan kemah dan apel PII ini diselenggarakan di kawasan Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16 dan 17 Desember 2017 lalu. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kemenpora dan dilaksanakan oleh Pemuda Muhammadiyah bersama Gerakan Pemuda (GP) Ansor.

Polisi menduga ada dugaan penggelembungan data keuangan, dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) Pemuda Muhammadiyah. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH