Polisi Amankan Dosen IPB Penyuruh Buat Bom Aksi Mujahid 212 Ilustrasi bom bunuh diri. shutterstock.com

MerahPutih.com - Polisi mengamankan seorang Dosen IPB bernama Abdul Basith di Jalan Hasyim Asyari, Tangerang Kota, Banten pada hari Sabtu (28/9) kemaren.

Polisi menangkap Abdul karena diduga sebagai penyuruh membuat bom sejenis bom melotov untuk diledakan pada aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI Sabtu (28/9) kemarin. Ledakan itu dilakukan guna membuat chaos acara tersebut.

Baca Juga

Narasi Jihad Digunakan untuk Ajak Anak Berdemo, KPAI: Kurang Tepat

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Dicky Ario Yustianto mengatakan, bahwa Abdul juga menyimpan Bom tersebut di kediamannya.

"Menyuruh membuat bahan peledak jenis bom sejenis bom molotov. Dia juga Menyimpan Bom tersebut dirumahnya," kata Dicky Minggu (29/9).

Ilustrasi bom

Tersangka diamankan di Jalan Hasyim Asyari, Tangerang Kota, pada pukul 01.00 WIB. Barang bukti yang disita petugas salah satunya bom molotov siap pakai untuk aksi Mujahid 212 berjumlah 29 buah.

Baca Juga

Tidak Baik Tempatkan Agama Sebagai Instrumen Politik Praktis

"Barang bukti yang diamankan berupa 29 buah bahan peledak jenis bom molotov, handphone Xiaomi S3, KTP, dan dompet," tuturnya.

Abdul Basith kelahiran Kendal 1975, yang mengajar di Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM).

Baca Juga

KPAI Kritik Keras Ada Anak-Anak di Aksi Mujahid 212

Selain dosen IPB, ada beberapa pria lainnya yang ditangkap polisi terkait kasus ini antara lain Sugiono atau Laode, Yudhi Febrian, Aliudin, Okto Siswantoro, dan H Sony Santoso. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pidato Jokowi Hari Ini Dinilai Tak Sesuai Realita di Lapangan
Indonesia
Pidato Jokowi Hari Ini Dinilai Tak Sesuai Realita di Lapangan

Aspirasi dari warga negara semestinya menjadi catatan penting bagi negara

Jokowi Pastikan Pilkada Serentak Ditunda Akhir Tahun
Indonesia
Jokowi Pastikan Pilkada Serentak Ditunda Akhir Tahun

Keputusan tertuang dalam Perppu Nomor 2 tahun 2020 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

Kasus Penyerangan Mobil Berisi Ibu dan Bayi di Menteng Berakhir Damai
Indonesia
Kasus Penyerangan Mobil Berisi Ibu dan Bayi di Menteng Berakhir Damai

Kasus penyerangan mobil yang berisi Ibu dan bayi di kawasan Jl. Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu, berakhir damai.

Presentase Kesembuhan Pasien COVID-19 di 13 Provinsi Ini di Atas 70 Persen
Indonesia
Presentase Kesembuhan Pasien COVID-19 di 13 Provinsi Ini di Atas 70 Persen

Menurut Yuri, kesembuhan tersebut dicapai setelah tiap-tiap wilayah provinsi menemukan kasus COVID-19 secara dini dan melakukan penanganan secara cepat.

Arab Saudi Apresiasi Kebijakan Indonesia Batalkan Penyelenggaran Haji
Indonesia
Arab Saudi Apresiasi Kebijakan Indonesia Batalkan Penyelenggaran Haji

“Apresiasi ini disampaikan otoritas tertinggi di Saudi kepada Indonesia, terutama Menag yang terkait dengan urusan keagamaan di Indonesia,” sambungnya.

Pemkab Bogor Ratakan 15 Bangunan Demi Tugu Piala Dunia U-20
Indonesia
Pemkab Bogor Ratakan 15 Bangunan Demi Tugu Piala Dunia U-20

Ia menargetkan pembongkaran bangunan tersebut rampung pada akhir bulan ini

Lewat dari Pukul 18.00 WIB, Angkutan Umum Dilarang Masuk ke Jakarta Saat PSBB
Indonesia
Lewat dari Pukul 18.00 WIB, Angkutan Umum Dilarang Masuk ke Jakarta Saat PSBB

"Kami intens koordinasi dan tentu kami berharap dengankoordinasi ini, seluruhnya melakukan rencana operasi angkutannya menyesuaikandengan tujuan," jelasnya

Jaksa KPK yang Tangani Kasus Akil Mochtar Juga Ditarik ke Kejagung
Indonesia
Jaksa KPK yang Tangani Kasus Akil Mochtar Juga Ditarik ke Kejagung

Jaksa Pulung Rinandoro dan Dwi Aries Sudarto telah bertugas di KPK selama 10 tahun

#IndonesiaTerserah Menggema di Dunia Maya, Pengamat: ini Menghimpun Semua Kekesalan
Indonesia
#IndonesiaTerserah Menggema di Dunia Maya, Pengamat: ini Menghimpun Semua Kekesalan

Tak bisa dipungkiri, kinerja pemerintah dalam menghadapai COVID-19 ini antara ada dan tiada

Soal Natuna, PBNU: Tiongkok Tak Boleh Main-main dengan Kedaulatan NKRI
Indonesia
Soal Natuna, PBNU: Tiongkok Tak Boleh Main-main dengan Kedaulatan NKRI

NU mendesak pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) berhenti melakukan tindakan provokatif.