Polisi Akui Sudah Ada 'Warning' Sebelum Bom Bunuh Diri Kampung Melayu Polisi olah TKP di lokasi ledakan bom Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5). (Twitter @TMCPoldaMetro)

Polisi sudah tahu akan terjadi ledakan bom di Ibu Kota. Sayangnya, bom bunuh diri yang meledak di terminal Kampung Melayu, Rabu (24/5) malam tetap tak bisa dicegah.

Pernyataan itu disampaikan Kabag Mitra Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Awi Setiyono saat memberikan keterangan kepada wartawan. Awi mengaku, dari jajaran pimpinan dan Densus 88 sudah memberikan warning kepada seluruh anggota polri akan potensi tindakan teror.

"Namun, kembali lagi, kita tidak tahu kapan dan di mana terjadinya," kata Awi di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/5).

Bom bunuh diri meledak di terminal Kampung Melayu sekira pukul 21.00 WIB. Total ada 11 orang mengalami luka-luka dan 4 orang meninggal dunia. 4 orang yang meninggal terdiri dari 3 anggota Polri dan 1 orang terduga pelaku pengeboman.

Sementara 11 orang luka-luka saat ini dibawa ke beberapa rumah sakit. Di RS Premier jatinegara terdapat 5 korban, RS Polri 1 korban, RS Budi Asih 3 Korban dan RS Hermina 3 korban. (Ayp)

Baca juga berita terkait bom di Kampung Melayu di: Pelaku Bom Bunuh Diri di Kampung Melayu Terindikasi Berafiliasi dengan ISIS



Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH