Polisi Akhir Pekan Ini Berencana Gelar Perkara Kasus yang Menyeret Nama Jerinx Jerinx SID dilimpahkan dari Polda Bali ke Kejati Bali, di Polda Bali, Kamis (27/8). (Antara/Ayu Khania Pranisitha)

Merahputih.com - Penyidik Polda Metro Jaya berencana melakukan gelar perkara untuk menentukan status I Gede Aryastina alias Jerinx dalam perkara dugaan pengancaman yang dilaporkan pegiat media sosial Adam Deni. Penyidik telah memeriksa pelapor, terlapor dan saksi-saksi.

"Kita merencanakan kalau sudah lengkap, insyaallah hari Jumat atau Sabtu nanti untuk melakukan gelar perakara, untuk menentukan tersangkanya," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Senin (2/8).

Baca Juga

Dijadwalkan Diperiksa Polda Metro Hari Ini, Jerinx Hadir Enggak Ya?

Yusri menyampaikan, diharapkan pemeriksaan saksi ahli dan saksi lainnya dapat berjalan dengan lancar sehingga rencana gelar perkara dapat segera dilakukan.

I Gede Ari Astana atau Jrinx (foto: instagram @jrxsid)
I Gede Ari Astana atau Jrinx (foto: instagram @jrxsid)

Sebelumnya, penyidik telah memeriksa Adam Deni sebagai pelapor dan beberapa saksi terkait kasus itu, serta mengumpulkan barang bukti.

Selain itu, penyidik juga sudah memeriksa Jerinx dan menyita telepon selularnya, di Denpasar, Bali. Termasuk juga meminta keterangan istrinya serta menyita ponselnya karena ketika melakukan dugaan pengancaman Jerinx diduga menggunakan handphone sang istri.

Baca Juga

Polisi Teliti Berkas Kasus Pengancaman yang Seret Nama Jerinx

Diketahui, perkara ini bermula ketika terlapor dan pelapor saling balas komentar di media sosial Instagram. Kemudian, Jerinx diduga menghubungi Deni dan melakukan pengancaman.

Selanjutnya, Deni membuat laporan ke Polda Metro Jaya. Jerinx dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 335 KUHP dan Pasal 29 UU ITE juncto Pasal 45 B UU 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Adian Napitupulu: Ponco Ini Kawan Lama Saya
Indonesia
Adian Napitupulu: Ponco Ini Kawan Lama Saya

“Ponco itu kawan lama saya," kata Adian di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (9/10).

Besok, Ormas Islam Geruduk Istana Tolak UU Cipta Kerja
Indonesia
Besok, Ormas Islam Geruduk Istana Tolak UU Cipta Kerja

Di antaranya Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Presidium Alumni (PA) 212, hingga Front Pembela Islam (FPI).

KTT ASEAN Jakarta Pilih Pimpinan Junta Militer Wakili Myanmar Picu Polemik
Dunia
KTT ASEAN Jakarta Pilih Pimpinan Junta Militer Wakili Myanmar Picu Polemik

Memberikan kursi representasi di ASEAN untuk pemerintahan yang sah berarti memberhentikan segala tindakan yang melegitimasi kekuasaan junta militer

Kabareskrim Pastikan Paspor Jozeph Paul Zhang Bakal Dicabut
Indonesia
Kabareskrim Pastikan Paspor Jozeph Paul Zhang Bakal Dicabut

Menurut Agus, jika paspor Jozeph nantinya telah dicabut maka akan mempersempit geraknya.

Komisi XI Pilih Nyoman Adhi Sebagai Anggota BPK
Indonesia
Komisi XI Pilih Nyoman Adhi Sebagai Anggota BPK

Dalam dua hari, yakni Rabu (8/9) dan Kamis (9/9), Komisi XI DPR telah melakukan fit and proper test kepada 15 calon anggota BPK RI.

Pertamina Pastikan Pasokan BBM di Sepanjang Tol Sumatera
Indonesia
Pertamina Pastikan Pasokan BBM di Sepanjang Tol Sumatera

Pada masa Natal dan Tahun Baru, secara total penjualan BBM mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu sebesar 30,4 persen

KPK Periksa Eks Pejabat Ditjen Pajak
Indonesia
KPK Periksa Eks Pejabat Ditjen Pajak

Perkembangan akan diinfokan lebih lanjut

Munarman Ternyata Masih Berstatus "Tertangkap"
Indonesia
Munarman Ternyata Masih Berstatus "Tertangkap"

Mabes Polri menyebut, status Munarman masih dalam masa penangkapan.

Bebas dari Penjara, BNPT Bakal Deradikalisasi Abu Bakar Ba'asyir
Indonesia
Bebas dari Penjara, BNPT Bakal Deradikalisasi Abu Bakar Ba'asyir

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme angkat suara soal bebasnya Abu Bakar Ba’asyir yang menjalani hukuman di Lapas Gunung Sindur.

Jadi Tersangka, Yahya Waloni Dijerat Pasal Berlapis
Indonesia
Jadi Tersangka, Yahya Waloni Dijerat Pasal Berlapis

Yahya Waloni sempat dilaporkan oleh kelompok masyarakat