Polemik Tempat, Tanggal, Bulan, dan Tahun Lahir Sukarno Sriyono, seorang ajudan Sukarno, mengingat pernah terjadi penembakan ketika proklamator Kemerdekaan RI itu seharusnya sedang makan siang di Istana Presiden. (AFP)

GELEGAR Gunung Kelud 1901 menjadi tanda kelahiran bapak Proklamator Kemerdekaan Indonesia. Sukarno yang bernama kecil Koesno Sosrodihardjo mengaku lahir pada 6 Juni 1901 di Surabaya. Hal itu diungkapkan lewat buku gubahan Cindy Adams berjudul Soekarno Penyambung Lidah Rakyat.

"Hari lahirku ditandai oleh angka serba enam. Tanggal enam, bulan enam," tulis buku tersebut. Dia juga bilang, “Karena aku dilahirkan di tahun 1901,” kata Presiden Pertama Indonesia itu.

Ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai, memanggil Koesno dengan sebutan “Putra Sang Fajar”, lantaran lahir menjelang fajar tiba, atau sekira pukul 05.30 pagi. “Bersamaan dengan kelahiranku menyingsinglah fajar dari suatu hari yang baru dan menyingsing pulalah fajar dari satu abad yang baru,” kata Sukarno.

bung karno
Bung Karno/Sukarno.org

Namun, setelah kematiannya banyak perdebatan seputar kelahiran salah satu Bapak Bangsa ini. Berawal dari polemik hari dan tanggal kelahiran Sukarno. Harian Kompas yang terbit pada 5 Oktober 1970 menyebutkan, ada kemungkinan Bung Karno lahir sebelum 23 Mei 1901. Versi ini diungkap paman Bung Karno, Soemodihardjo. Menurutnya, kelahiran Bung Karno ditandai dengan letusan Gunung Kelud pada 23 Mei 1901.

Selain itu, Polemik tempat kelahiran Bung Karno juga sempat muncul. Pada saat Orde baru, beredar pernyataan bahwa presiden pertama ini lahir di Blitar, Jawa Timur. Hal ini sangat jauh berbeda dengan sumber-sumber yang ada. Semua sumber menyebut Sukarno dilahirkan di Surabaya.

Bung Karno, lanjut Cindy Adams, mengatakan dirinya dilahirkan di Surabaya. Sementara, Lambert Giebels dalam bukunya, Soekarno, Biografi Politik 1901 – 1950, menyebut Bung Karno dilahirkan di Jalan Pasar Besar, Surabaya. Di sisi lain, Kapitsa M.S. & DR Maletin N.P, penulis buku Soekarno: Biografi Soekarno, menyebut Bung Karno dilahirkan di Jawa, Surabaya, pada tanggal 6 Juni 1901. Lain lagi, buku induk mahasiswa Technische Hogeschool/TH, tempat Bung Besar berkuliah, menyebut dilahirkan di Surabaya.

Buku induk mahasiswa Technische Hogeschool ( kini Institut Teknologi Bandung), yang memuat keterangan tentang kota kelahiran Sukarno. (Dokumen/Bambang Eryudhawan).
Buku induk mahasiswa Technische Hogeschool ( kini Institut Teknologi Bandung), yang memuat keterangan tentang kota kelahiran Sukarno. (Dokumen/Bambang Eryudhawan).

Seiring berjalannya waktu, muncul lagi perbedaan pendapat tentang tahun kelahiran Sukarno. Seperti dilansir Historia, Sukarno dilahirkan pada 1902. Pendapat ini merujuk kepada buku induk mahasiswa Technische Hogeschool/TH (sekarang Institut Teknologi Bandung). Dalam buku tersebut tertulis nama Raden Soekarno, lahir di Surabaya, 6 Juni 1902.

Itu lumrah karena biasanya dulu anak yang mau masuk sekolah usianya dibuat muda atau bahkan sengaja dituakan oleh orang tuanya. Kemungkinan besar data itu menggunakan data semasa Sukarno sekolah di HBS Surabaya,” kata Bambang seorang arsitek dan juga pemerhati sejarah yang menemukan buku induk tersebut. (*)

Kredit : zaimul


Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH