Polemik PSSI vs Manajer Sriwijaya, Sekjen PSSI: Pemain Semua Sudah Dewasa Manajer Sriwijaya FC, Ucok Hidayat (bolaskor.com)

MerahPutih.com - Manajer Sriwijaya FC, Ucok Hidayat dan PSSI terlibat polemik. Ucok menuding PSSI mengancam anak asuhnya untuk bergabung dengan Timnas Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, Ucok menyebutkan PSSI menekan anak asuhnya Alberto Goncalves yang merupakan pemain naturalisasi untuk membela timnas.

"Mereka (PSSI) tidak mengancam ke kita, tapi ke pemain. Diancam. Beto (Alberto) diancam. "Kalau kamu umpamanya bermain hari ini." Pemain kan takut, apalagi naturalisasi," ujar Ucok di Jakarta, Jumat (12/10) lalu.

Alberto Goncalves. Foto: PT LIB

Sriwijaya FC total kehilangan lima pemain yang dipanggil PSSI. Dua untuk Timnas Indonesia U-19, dan sisanya bagi Timnas senior. Kelima pemain tersebut adalah Samuel Christianson, Syahrian Abimanyu (Timnas U-19), Alberto Goncalves, Esteban Vizcarra, dan Zulfiandi (Timnas senior).

Sebaliknya, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menepis keras apa yang dilakukan PSSI sebagai ancaman. Dia beralasan berdasarkan 36 ayat 2 Statuta FIFA soal Regulasi Transfer dan Status Pemain, pemain wajib memperkuat negaranya untuk pertandingan resmi.

Dalam hal ini, tiga pemain Sriwijaya FC, Alberto ‘Beto’ Goncalves, Esteban Vizcarra, dan Zulfiandi, berseragam Timnas Indonesia dalam uji coba melawan Myanmar pada 10 Oktober 2018 yang terdaftar dalam kalender FIFA.

ratu
Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria. (Instagram Ratu Tisha)

"Jadi tidak ada kita melakukan hal-hal demikian, itu tidak mungkin. Mereka semua sudah dewasa, bisa menentukan pilihan yang terbaik," ujar Tisha ketika dihubungi wartawan.

"Ya setiap pelanggaran atas regulasi pasti ada sanksinya, itu kan adalah kenyataan setiap pelanggaran regulasi akan ada sanksinya."

"Tapi hal-hal yang berbau mengancam, itu tidak mungkinlah kita lakukan karena tempatnya Timnas itu berharga bagi pemain-pemain pilihan yang pantas mendudukinya," kata Tisha. (*/BolaSkor.com)



Wisnu Cipto