Polemik Presiden Prancis Soal Islam, DPR Minta Pemerintah Tak Tutup Mata Aksi kecam majalah Charlie Hebdo Prancis di depan Kedutaan Prancis di Teheran. Majid Asgaripour/WANA (West /Asia News Agency) via REUTERS/NZ/djo

MerahPutih.com - Pernyataan Presiden Emannuel Macron soal agama Islam memicu kontroversi di kalangan umat beragama. Bahkan, beberapa negara muslim menyerukan boikot terhadap produk-produk Perancis.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PPP Muhammad Iqbal mengusulkan pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan kembali berbagai bentuk kerja sama dengan Prancis, termasuk rencana pembelian jet tempur Rafale.

"Sampai Presiden Prancis Emannuel Macron menyampaikan permintaan maaf kepada umat Islam terkait pernyataannya dan menghentikan penghinaan simbol Islam seperti pembuatan karikatur Nabi Muhammad," jelas Muhammad dalam keteranganya, Selasa (27/10).

Baca Juga:

Presiden Turki Serukan Warganya Boikot Produk Prancis

Ia menambahkan, sebagai negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam dan menjaga toleransi beragama serta perdamaian dunia, Iqbal eminta Kemenlu RI untuk mengajukan protes keras terhadap pernyataan Presiden Prancis Emannuel Macron.

"Apalagi Indonesia juga merupakan anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB yang mestinya juga mengimbau negara-negara agar menjaga perdamaian dunia," jelas Iqbal.

DPR juga mengecam keras pernyataan Presiden Prancis Emannuel Macron yang mengatakan bahwa “Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia”.

Mahasiswa Universitas Islam Bandung (Unisba) melakukan aksi anti Islamophobia saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Dago, Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/4/2019). Aksi tersebut dilakukan dalam rangka untuk melawan stigma terhadap Islam setelah banyak terjadi aksi teror di berbagai belaha dunia. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Mahasiswa Universitas Islam Bandung (Unisba) melakukan aksi anti Islamophobia saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Dago, Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/4/2019). Aksi tersebut dilakukan dalam rangka untuk melawan stigma terhadap Islam setelah banyak terjadi aksi teror di berbagai belaha dunia. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)

Macron kembali mengeluarkan pernyataan yang berbau islamfobia terkait seorang Guru dipenggal karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelasnya. Dia mengatakan bahwa sang guru “dibunuh karena kaum Islamis menginginkan masa depan kita”.

"Artinya Macron mendukung atas penerbitan kartun Nabi Muhammad. Padahal dalam Islam, tokoh Nabi tidak boleh digambarkan seperti manusia, karena hal itu adalah bentuk penghinaan," jelas Iqbal.

Iqbal mengakui, ia memang tidak setuju dengan cara main hakim sendiri kepada guru tersebut, tetapi Pemerintah Perancis seharusnya juga memberikan hukuman kepada siapapun penghina Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga:

Pencoret 'Anti Islam' Musala di Tangerang Akui Belajar Agama dari Youtube

Sehingga ke depannya tidak ada lagi penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan simbol-simbol Islam atau agama lainnya agar toleransi beragama dapat tercipta dengan baik dan saling menghargai antar-umat beragama.

"Pernyataan Macron sangat berbahaya karena turut menyebarkan kebencian di antara masyarakat dunia," jelas dia.

Prancis, lanjut Iqbal, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Macron harusnya memberikan pernyataan yang menyejukkan untuk menciptakan perdamaian antar-negara.

"Bukan malah membuat perpecahan dan bahkan konflik antar-negara seperti yang terjadi akhir-akhir ini," tutup Iqbal. (Knu)

Baca Juga:

Wamenag Nilai Peneliti Australia Keliru soal Pemerintah Indonesia Represif Terhadap Umat Islam

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi bakal Tindak Travel Gelap yang Nekat Selundupkan Pemudik
Indonesia
Polisi bakal Tindak Travel Gelap yang Nekat Selundupkan Pemudik

polisi mengamankan dua mobil travel gelap yang mengangkut dan hendak mengantarkan penumpang ke Jawa Tengah di Pos Pengamanan Terpadu Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, Rabu (29/4) malam.

Pagebluk COVID-19, Ratusan Abdi Dalem Keraton Surakarta Tidak Terima THR
Indonesia
Pagebluk COVID-19, Ratusan Abdi Dalem Keraton Surakarta Tidak Terima THR

Abdi Dalem hanya mendapatkan paket sembako dari Lembaga Dewan Adat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningkrat.

3 Izin Konser di Jakarta Ditunda Akibat Virus Corona
Indonesia
3 Izin Konser di Jakarta Ditunda Akibat Virus Corona

Benny menerangkan, hingga kini yang dilakukan pelarangan masih sebatas pertunjukan hiburan seni dan budaya, musik, festival, konser dan sejenisnya.

Belum Satu pun Insentif Tenaga Medis COVID-19 Cair, Begini Dalih Sri Mulyani dkk
Indonesia
Status 2 Pasien di Indonesia Batal Positif Corona
Indonesia
Status 2 Pasien di Indonesia Batal Positif Corona

Hasil tes pasien Corona 06 dan 14 dinyatakan negatif

 KPK Tahan Ketua DPRD Muara Enim Aries HB
Indonesia
KPK Tahan Ketua DPRD Muara Enim Aries HB

Suap itu diduga terkait pengerjaan 16 proyek jalan dengan nilai total total Rp 130 miliar di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Megawati Jadi Jurkam Gibran-Teguh di Pilwakot Solo
Indonesia
Megawati Jadi Jurkam Gibran-Teguh di Pilwakot Solo

Tim pemenangan pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa tidak menggangap remeh Pilwakot Solo.

Wacana New Normal Jangan Jadi Kedok Pemerintah tak Mampu Tangani Corona
Indonesia
Wacana New Normal Jangan Jadi Kedok Pemerintah tak Mampu Tangani Corona

Ia mendesak pemerintah terbuka dan jujur kepada rakyat

81 Persen Penerima BLT Dana Desa Pertama Kali Dapat Bantuan Pemerintah
Indonesia
81 Persen Penerima BLT Dana Desa Pertama Kali Dapat Bantuan Pemerintah

Terdapat Desa yang sengaja tidak menyalurkan BLT Dana Desa karena tidak satupun warganya masuk ke dalam kriteria penerima BLT Dana Desa.

 RNI Klaim Produk Maskernya Bisa Bertahan Sampai Dua Minggu
Indonesia
RNI Klaim Produk Maskernya Bisa Bertahan Sampai Dua Minggu

Menurut Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Eko Taufik Wibowo, satu masker kain dapat bertahan hingga satu sampai dengan dua pekan jika tidak terkena air.