Polemik Pasar Turi Tak Kunjung Selesai, Pemkot Surabaya Diminta tak Tutup Mata Ilustrasi Pasar Turi

MerahPutih.com - Polemik Pasar Turi Surabaya, Jawa Timur, tak kunjung selesai. Sepinya pengunjung membuat para pedagang resah karena mata pencahariannya terganggu.

Menurut Hilal Ramadan, para pedagang Pasar Turi Surabaya berharap agar semua pihak terkait segera menuntaskan persoalan khususnya solusi atas revitalisasi pasar. Pasalnya, sudah bertahun-tahun pedagang dirugikan dan menjadi korban dari konflik dan proses yang berlarut-larut.

“Sampai sekarang pedagang belum mendapatkan sertifikat. Izin operasional dari Pemkot Surabaya belum keluar,” kicau Hilal melalui akun Twitter pribadinya, @hilal_ramadlan

Ia mengaku sangat resah dengan keadaan sekarang lantaran nasibnya seolah dibiarkan menggantung. Keresahan itu semakin menjadi-jadi setelah melihat pengunjung dan pembeli pasca pembangunan gedung baru tak seramai sebelumnya.

Kicauan Hilal Ramdlan soal polemik Pasar Turi

“Ya bayangkan saja ini ada yang mengisi stan di dalam, tapi ada juga yang tetap bertahan di TPS (Tempat Penampungan Sementara) padahal gedungnya sudah selesai dibangun,” ujarnya.

Ia menyayangkan sikap Pemkot dan pengembang yang tidak mau duduk bersama, menyelesaikan kasus ini.

Hilal berharap semua bisa berkepala dingin selesaikan kasus Pasar Turi, karena yang menjadi korban adalah masyarakat umum dan pedagang Pasar Turi yang merupakan rakyat kecil.

"Kepada siapa lagi kami mengadu, kepada siapa lagi kami mengeluh, Pemkot jangan tutup mata," terangnya.

Selain pedagang, warganet juga menyoroti permasalahan Pasar Turi. Mereka menyebut penyebab sepinya Pasar Turi karena polemik berkepanjangan antara pengembang dan Pemkot Surabaya. Padahal kior-kios sudah terisi. Seperti disampaikan akun @radityadhikan.

Pasar Turi Surabaya

Bahkan akun @RimaSeptianis menyebut, sepinya Pasar Turi karena tidak adanya keinginan Pemkot untuk kembali menghidupkan Pasar Turi ini.

"Tanda belum ada kemauan Pemkot memasksimalkan Pasar Turi Baru." tulis @RimaSeptianis.

Ramainya perbincangan Pasar Turi mendapat tanggapan dari akun @masfiadiana. Diakuinya, isu itu telah mengingatkannya pada masa setahun lalu dimana ia sedang menyelesaikan tugas akhir di kampus. Skripsinya mengambil objek penelitian Pasar Turi. Ia menyorot tentang kondisi pasar turi yang konon melegenda tetapi kemudian mati suri. (*)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH