Polemik Kasus Enzo, Muhammadiyah Minta TNI Tidak Boleh Lengah Enzo Zenz Allie (tengah) mengikuti Pembukaan Pendidikan Dasar Integrasi Kemitraan Akademi TNI dan Akpol di Akmil Magelang. ANTARA News/Heru Suyitno

MerahPutih.com - Pemuda Muhammadiyah menyebut polemik soal taruna Akmil, Enzo Zenz Allie harus menjadi pelajaran bagi TNI untuk tak kecolongan dalam menerima anggota baru. Sebab, bisa saja kelompok radikal menyusup.

Ketua Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Razikin Juraid mengatakan, TNI tak boleh lengah.

Baca Juga: PKS Yakin TNI Tidak Kecolongan soal Kasus Enzo

"Kami mendukung penuh TNI agar tetap waspada dan terus bersiaga dalam menjaga keutuhan NKRI serta mewaspadai bangkit kekuatan-kekuatan yang berpotensi mengganggu dasar dan ideologi Negara kita,” kata Razikin kepda wartawan di Jakarta, Rabu (14/8).

Menurutnya, keputusan KASAD Jenderal Andika Perkasa menepis tuduhan sebagian kalangan bahwa TNI kecelongon juga telah mengembalikan harkat dan martabat Enzo dan keluarganya.

Enzo Zenz Allie
Enzo Zenz Allie

Yang lebih penting lagi, lanjut Razikin, tidak boleh sembarangan menuduh seseorang sebagai radikalis-teroris hanya karena memegang bendera Tauhid.

Baca Juga: Ketua Komisi I DPR Percaya Indoktrinasi TNI di Akmil: Enzo Clear, Setia Pancasila dan NKRI

"Kami percaya, ketelitian TNI dalam menerima dan menyeleksi seseorang untuk dapat diterima sebagai anggota TNI, dan keputusan Jenderal Andika tetap mempertahankan Enzo sebagai Taruna di Akmil telah melalui serangkaian penelitian dan kajian yang mendalam secara holistik," terang Razikin.

Diketahui sebelumnya, TNI Angkatan Darat (AD) mempertahankan Enzo Zenz Allie (18) sebagai taruna di Akademi Militer (Akmil). Sosok Enzo sempat viral di media sosial karena dituding terafiliasi dengan ormas terlarang di Indonesia.

Enzo Zenz Allie (18), pemuda berdarah Prancis, satu dari 346 calon taruna (catar) yang lolos, dari 634 taruna dan taruni Akademi Militer (Akmil) 2019. Sosok Enzo yang lahir dan besar di Paris ini menjadi perhatian Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Baca Juga: Pertahankan Enzo, KSAD Sampai Bocorkan Hasil Tes Akmil

Di hadapan Panglima TNI, Enzo mengutarakan niatnya menjadi prajurit Infanteri dan Kopassus. Enzo merupakan pemuda berdarah campuran. Ayahnya berasal dari Prancis dan ibunya orang Indonesia. Dia lahir dan besar di Paris, namun beranjak remaja, keluarganya kembali ke Indonesia, saat usianya 13 tahun. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH