Polemik Hari Kelahiran Soekarno, Putra Sang Fajar Soekarno dalam proklamasi kemerdekaan. (Foto: Frans Mendur)

Tanggal 6 Juni 1901 merupakan hari kelahiran "Putra Sang Fajar" atau presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Dari berbagai sumber dan pendapat, banyak polemik yang terjadi atas hari kelahiran tokoh Indonesia ini.

Ada beberapa versi mengenai kelahiran Soekarno, seperti dalam buku Technische Hogeschool (TH)—kini Institut Teknologi Bandung (ITB)—yang menyebutkan kelahiran Soekarno tanggal 6 Juni 1902. Begitu juga di situs Sukarno.org, di mana dituliskan Raden Soekarno lahir di Surabaya tanggal 6 Juni 1902.

Seorang arsitek juga pemerhati sejarah, Bambang Eryudhawan, mengakui bahwa yang tercatat dalam Technische Hogeschool itu bisa saja salah. "Itu lumrah karena biasanya dulu anak yang mau masuk sekolah usianya dibuat muda atau bahkan sengaja dituakan oleh orang tuanya," ujar Bambang, seperti yang dikutip Historia.

Menurut paman Bung Karno, Soemodihardjo, kelahiran Bung Karno ditandai dengan letusan Gunung Kelud, Jawa Timur pada 23 Mei 1901. (Kompas, 5 Oktober 1970)

Sependapat dengan pamannya, Soekarno juga menuturkan, "Gunung Kelud, yang tidak jauh letaknya dari tempat kami, meletus. Orang yang percaya kepada takhayul meramalkan, ini adalah penyambutan bayi Soekarno." Berbagai sumber juga menyebutkan bahwa Gunung Kelud meletus pada jam tiga dini hari antara tanggal 22-23 Mei 1901.

Dalam biografi Bung Karno yang ditulis Cindy Adams, Soekarno Penyambung Lidah Rakyat cetakan pertama (1965), Soekarno mengungkapkan tanggal kelahirannya. Terdapat kutipan Soekarno yang menyebutkan "Hari lahirku ditandai oleh angka serba enam. Tanggal enam, bulan enam" dan "karena aku dilahirkan di tahun 1901".

Soekarno juga mengatakan bahwa ia lahir menjelang fajar pada 05.30 pagi, dan inilah mengapa ia disebut "Putra Sang Fajar". "Bersamaan dengan kelahiranku, menyingsinglah fajar dari suatu hari yang baru dan menyingsing pulalah fajar dari satu abad yang baru," ujar Bung Karno.

Soekarno lahir di zaman yang sering disebut "Zaman Atom" karena majunya ilmu pengetahuan. Masa itu juga disebut zaman gelap gulita, di mana penjajahan menuju pasang naik revolusi kemanusiaan dan kemerdekaan. (Bing)

Baca juga berita terkait: Anak Ustaz Yusuf Mansur Mau Membeli YouTube.



Kapten

YOU MAY ALSO LIKE