Polemik Foto 'Joker' Anies, Pakar: Ade Armando Bermaksud Mengkritik Pakar komunikasi Universitas Indonesia Ade Armando melaporkan balik Fahira Idris ke Polda Metro Jaya, Jumat (8/11/2019). ANTARA/Fianda Rassat

Merahputih.com - Pakar Hukum Pidana Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menyampaikan, bahwa kasus pelaporan Ketum Bang Japar Fahira Idris terhadap Ade Armando yang mengunggah foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan tampilan ala Joker sah-sah saja.

Namun melihat perspektif unggahan foto Ade Armando itu juga konteksnya untuk memberikan kritikan kepada Gubernur Anies yang dianggapnya tengah mendapatkan sorotan soal kebijakan-kebijakannya dari publik.

Baca Juga:

Ade Armando Akui Sebar Meme Joker Lantaran Ada Pesan yang Disampaikan ke Anies

“Kalau kita lihat konstruksi kasusnya, dia (Ade Armando) bermaksud mengkritik. Tapi sebagai pelapor (Fahira Idris) dalam konteks melindungi kepentingan umum,” kata Suparji dalam keterangannya, Sabtu (9/11).

Pengamat komunikasi politik Ade Armando. (MP/Fadhli)

Hanya saja dalam konteks penggunaan gambar yang tampil secara resmi yakni menggunakan topi dan baju kebesaran Gubernur DKI, maka perlu dipertegas pula dokumen foto tersebut milik Anies sendiri atau milik negara. Jika ini tidak diluruskan maka polemik semacam ini tidak akan mudah selesai.

“Soal materialnya, unsurnya ada subjektif dimana barang siapa dengan sengaja yang adalah niat jahat. Yang menjadi persoalan unsur objektif, foto Anies tersebut sebetulnya milik siapa apakah milik pemda atau milik Anies sendiri,” ujarnya.

Baca Juga:

Sindir DPRD, Pengamat: Yang Tak Suka Pemprov DKI Dikritik Sama Saja Pro Korupsi

“Kalau kita tidak memperjelas dokumen itu milik siapa, akan ada kekacauan dan kegaduhan di masyarakat,” imbuh Suparji. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH