Polemik BTP di TKN, PDIP Tanggapi Pernyataan JK Basuki Tjahaja dan Djarot Syaiful Hidayat mendaftar pemilihan Cagub dan Cawagub DKI Jakarta periode 2017 di Kantor KPU provinsi DKI Jakarta, Rabu (21/9/2016) (MP/Rizki Fitrianto)

Merahputih.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan tidak melarang mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok terlibat kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin. Ahok diberikan kesempatan untuk berlibur dan menjalankan agenda pribadinya ke luar negeri.

"PDI Perjuangan bukan melarang BTP untuk terlibat dalam kampanye Pemilu 2019, melainkan memberikan kehormatan kepadanya untuk berlibur ke luar negeri," kata Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Rabu (13/2).

Hal itu dikatakan Hasto menanggapi pernyataan Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Jusuf Kalla, bahwa BTP sebaiknya tidak ikut kampanye pemilu.

BTP setelah bebas dari menjalani masa hukuman penjara atas perkara penistaan agama, rencananya akan pergi ke luar negeri selama sekitar 2,5 bulan.

BTP atau Ahok, berada di tengah-tengah Diaz dan AM Hendropriyono, mengucapkan selamat Hari Raya Imlek. Foto: @diaz.hendropriyono

Menurut Hasto, pernyataan Jusuf Kalla itu maksudnya bukan melarang, melainkan BTP akan pergi ke luar negeri karena ada agenda-agenda pribadi yang harus dijalankan. Hasto menjelaskan bahwa pemilu serentak pada tanggal 17 April mendatang, hanya tinggal 62 hari lagi, sementara BTP akan pergi ke luar negeri selama 2,5 bulan.

"Jadi, kepergiannya sampai lewat pemilu. Kalau Pak BTP ada di luar negeri, ada tugas-tugas pribadinya juga, yang menjadi impian untuk dilakukannya," jelas Hasto.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Jusuf Kalla, menyarankan agar Ahok tidak masuk dalam TKN. "Sebagai dewan pengarah, (BTP) sebaiknya tidak masuk TKN," kata Jusuf Kalla usai rapat di Kantor Wakil Presiden, Selasa (12-2-2019).

Karena keberadaan BTP di TKN dikhawatirkan memberikan dampak positif dan negatif bagi elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH