Polda Metro Tangkap WN Nigeria Datangkan 5.385 Butir Ekstasi dari Jerman

MerahPutih.com- Ditresnarkoba Polda Metro Jaya mengungkap peredaran narkoba jenis ekstasi sebanyak ribuan butir via pos dari luar negeri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, pengungkapan kasus ini berhasil atas kerja sama dengan Bea Cukai Jakarta Pusat.

"Ini adalah ekstasi, jumlahnya 5.385 butir. Ini dikirim via pos dari Jerman. Jadi barang ini bukan buatan Indonesia, tapi dari Jerman," kata Yusri, di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Senin (19/4).

Yusri menjelaskan, pihaknya menangkap seorang wanita dengan inisial V yang mengambil 1 paket kardus dari Kantor Pos di daerah Pademangan Timur, Jakarta Utara pada Jumat (16/4)

"Hasil dari introgasi terhadap V, bahwa paket tersebut dia ambil atas perintah seorang laki-laki bernama FUO seorang pria warga negara Nigeria," ujarnya.

Kapolda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus saat rilis pengungkapan peredaran 5.385 butir ekstasi yang melibatkan WN Nigeria di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/4). Foto: ANTARA

Selanjutnya, wanita berinisial V yang didampingi penyidik kemudian mengantar paket tersebut ke tempat tinggal FUO di salah satu partemen, Jakarta Utara. Di lokasi itulah, kata dia, FUO berhasil ditangkap.

Hasil introgasi, bahwa memang benar FUO yang menyuruh V untuk menjemput paket dari Jerman tersebut di Kantor Pos atas perintah temannya bernama Brother di Jerman.

"Kemudian dilakukan pemeriksaan dan dibuka isi paket kardus tersebut di depan tersangka FUO, benar berisi narkotika jenis ekstasi sebanyak 5.385 butir, serta 3 buah handphone," tutur dia.

Yusri melanjutkan, terhadap FUO dan V keduanya pun dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

Sampai saat ini, kata dia, baru FUO yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara, V masih berstatus sebagai saksi.

Tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) Juncto pasal 132 ayat (1) Undang–Undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau 20 tahun," pungkasnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
G20 Sepakat Berkontribusi Dalam Pemulihan Ekonomi Dari Pandemi COVID-19
Indonesia
G20 Sepakat Berkontribusi Dalam Pemulihan Ekonomi Dari Pandemi COVID-19

Pertemuan G20 TIMM kali ini juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mengajak dunia pulih dan bangkit bersama dari pandemi COVID-19.

Polisi Belum Simpulkan Penyebab Pasti Kecelakaan Beruntun Transjakarta
Indonesia
Polisi Belum Simpulkan Penyebab Pasti Kecelakaan Beruntun Transjakarta

Polisi juga berencana memeriksa rekaman CCTV

BMKG Minta Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir di Beberapa Daerah
Indonesia
BMKG Minta Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir di Beberapa Daerah

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, di beberapa daerah di Indonesia.

Polisi Belum Bisa Tentukan Penangguhan Penahanan Terhadap Ferdinand Hutahaean
Indonesia
Polisi Belum Bisa Tentukan Penangguhan Penahanan Terhadap Ferdinand Hutahaean

Ferdinand sudah berstatus tersangka atas kasus dugaan ujaran kebencian

RUU PDP Diharap Tak Jerat Kerja-Kerja Jurnalis
Indonesia
RUU PDP Diharap Tak Jerat Kerja-Kerja Jurnalis

Perlu kejelasan dari definisi dan jenis-jenis data sensitif

Kendalikan Kemiskinan Ekstrem, Wapres Ma'ruf Bertolak ke Maluku
Indonesia
Kendalikan Kemiskinan Ekstrem, Wapres Ma'ruf Bertolak ke Maluku

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin bertolak ke Maluku untuk melakukan kunjungan kerja sekaligus memimpin rapat koordinasi terkait penanganan kemiskinan ekstrem di lima kabupaten prioritas di provinsi tersebut.

Jabodetabek Diprediksi sebagai Wilayah Pertama  Alami Lonjakan Omicron
Indonesia
Jabodetabek Diprediksi sebagai Wilayah Pertama Alami Lonjakan Omicron

Indonesia diprediksi bakal menghadapi puncak Omicron pertengahan Februari hingga awal Maret 2022.

Uni Eropa Larang Siaran 3 Televisi Rusia
Dunia
Uni Eropa Larang Siaran 3 Televisi Rusia

Uni Eropa menilai ketiga saluran TV itu "sebagai corong yang gencar menyuarakan kebohongan dan propaganda Presiden Rusia Vladimir Putin.

Perwira Polisi Bakal Bersaksi di Sidang Azis Syamsuddin
Indonesia
Perwira Polisi Bakal Bersaksi di Sidang Azis Syamsuddin

Penyelidikan itu sebagaimana Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Sprin.Lidik-123/ 01/ 10/ 2019 tanggal 8 Oktober 2019

Kemah Presiden dan Simbolisasi Nusantara di IKN
Indonesia
Kemah Presiden dan Simbolisasi Nusantara di IKN

Presiden Jokowi dijadwalkan tiba di Balikpapan, Minggu (13/3), atau satu hari sebelum kegiatan, dan menginap di Balikpapan dulu.