Polda Metro Selidiki Pembuat Hoaks Chat Kapolda Metro soal Sikat Laskar HRS Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

MerahPutih.com - Polda Metro Jaya tengah menyelidiki penyebar screenshoot WhatsApp yang mencatut nama Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran.

Sebabnya, isi percakapan yang membahas soal operasi penangkapan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang seolah-olah dimuat di dalam sebuah artikel berita media online adalah hoaks.

Baca Juga

Propam Polri Investigasi Anggota Polda Metro Jaya Terkait Kematian Laskar FPI

"Nanti akan kami dalami. Kami akan lakukan pendalaman ini semuanya untuk kita cari siapa pelakunya. Ini kan ada di UU ITE," ucap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Markas Polda Metro Jaya, Rabu (9/12).

Polisi menduga informasi tersebut sengaja diciptakan oleh pihak-pihak tertentu dengan tujuan memprovokasi. Polisi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi-informasi hoax dan termakan informasi bohong.

Selain itu, polisi kembali mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam memakai media sosial. "Ini upaya orang yang mau provokasi menyebarkan berita tidak benar dengan menumpangi media yang ada," katanya.

Percakapan seolah-olah dilakukan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran yang dipastikan hoax. (Dok.Polda Metro Jaya)
Percakapan seolah-olah dilakukan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran yang dipastikan hoax. (Dok.Polda Metro Jaya)

Diketahui, ramai pesan berantai di WA grup dengan judul dalam beritanya "Viral...! Hacker membocorkan Percakapan WhatsApp Perihal Upaya Pembunuhan HRS oleh Anggota Kepolisian".

Begini isi chat yang beredar antara Fadil dengan seseorang:

Seseorang: Pak Fadil, untuk proyek kali ini kita bisa memanfaatkan FPI dan Rizieq, mumpung dia sedang ada di Indonesia. Ini peluang besar untuk kita, untuk mencairkan anggaran dan mengalihkan perhatian publik terhadap kondisi pemerintahan.

Tim intelijen yang ada di bawah kendali kita juga sudah dipersiapkan untuk memantau Rizieq selama 24 jam sejak kepulangannya ke Indonesia.

Rizieq pendukungnya sangat banyak, jika dibubarkan ini sangat menghambat proyek kita

Fadil: agenda apa yang harus kita jalankan?

Seseorang: sebisa mungkin kita habisi nyawanya

Fadil: sepertinya untuk ke arah sana cukup sulit pak, karena yang sudah-sudah Rizieq selalu dijaga laskar. Seseorang: Ya kalau laskarnya menghalangi, kita sikat juga sekalian. Menurut info tim intelijen kita, nanti subuh Rizieq ada acara pengajian, tim eksekutor harap disiapkan dari sekarang.

Fadil: Siap 86. Nanti saya koordinasikan dengan tim untuk mengkondisikan lokasi target termasuk mengampanyekan CCTV setempat agar dimatikan.

Seseorang: Good. Anda harus laksanakan tugas sebaik mungkin. Dan jangan khawatir, media juga sudah kita kondisikan. Saya tunggu informasi selanjutnya.

Fadil: siap 86. (Knu)

Baca Juga

Kodam Jaya Jelaskan Kehadiran Pangdam Saat Konpres di Polda Metro Jaya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
10 Alasan Jokowi Harus Bersikap Terkait Polemik TWK KPK
Indonesia
10 Alasan Jokowi Harus Bersikap Terkait Polemik TWK KPK

Jokowi harus konsisten denngan pernyataannya

Pelajar SD-SLTP Ethiopia Ingin Berkunjung dan Belajar di Indonesia
Dunia
Pelajar SD-SLTP Ethiopia Ingin Berkunjung dan Belajar di Indonesia

Pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) Ethiopia memiliki minat yang besar untuk mengetahui, berkunjung, bahkan mendapatkan beasiswa dari Indonesia.

Update COVID-19 Selasa (16/2): Kasus Positif Bertambah 10.029
Indonesia
Update COVID-19 Selasa (16/2): Kasus Positif Bertambah 10.029

Kasus meninggal bertambah 229 menjadi total 33.596

Bandung Raya dan Bodebek Semakin Ramai, Ingat Gelombang Ketiga COVID-19
Indonesia
Bandung Raya dan Bodebek Semakin Ramai, Ingat Gelombang Ketiga COVID-19

Kemacetan lalu lintas di kawasan aglomerasi perlu disikapi pemda kabupaten/kota dengan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan.

Jokowi Diminta Tunaikan Rekomendasi Ombudsman Terkait TWK KPK
Indonesia
Jokowi Diminta Tunaikan Rekomendasi Ombudsman Terkait TWK KPK

Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk mendengar dan menunaikan rekomendasi Ombudsman RI terkait maladministrasi pelaksanaan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) bagi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Antisipasi Banjir, Dinas SDA DKI Keruk Lumpur Kali Mookervaart
Indonesia
Antisipasi Banjir, Dinas SDA DKI Keruk Lumpur Kali Mookervaart

Dinas Sumber Daya Air (SDA) melakukan program Gerebek Lumpur di Kali Mookervaart untuk membantu menurunkan muka air banjir dan mengurangi genangan di wilayah permukiman di sisi Kali Mookervaart.

Lempeng Sangihe Pemicu Gempa Magnitudo 6 di Bolaang Mongondow
Indonesia
Lempeng Sangihe Pemicu Gempa Magnitudo 6 di Bolaang Mongondow

Siaran pers BMKG yang diterima menyebutkan, hingga Minggu pagi, BMKG belum menerima laporan mengenai kerusakan yang terjadi akibat gempa yang berpusat di tenggara Bolaang Uki.

Daerah Penyangga Jakarta Surati Anies Minta Dukungan Dana Hibah
Indonesia
Daerah Penyangga Jakarta Surati Anies Minta Dukungan Dana Hibah

Menurutnya, langkah tersebut sangat menguntungkan bagi Jakarta

AKP Robin Siap Bongkar "Borok" Komisioner KPK Lili Pintauli
Indonesia
AKP Robin Siap Bongkar "Borok" Komisioner KPK Lili Pintauli

AKP Stepanus Robin Pattuju menyampaikan pledoi atau nota pembelaan di hadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

PPN Naik di RUU HPP, Upaya Menurunkan Defisit
Berita
PPN Naik di RUU HPP, Upaya Menurunkan Defisit

Dalam RUU HPP, kenaikan PPN dari 10 persen menjadi 11 persen akan dilakukan pada tahun 2022 dan 12 persen di tahun 2025.