Polda Metro Rampungkan Gelar Perkara Kasus Dugaan Pelanggaran Prokes Raffi Ahmad

MerahPutih.com - Polda Metro Jaya merampungkan proses gelar perkara dalam kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada acara pesta ulang tahun Ricardo Gelael yang dihadiri Raffi Ahmad dan Ahok.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, gelar perkara dilakukan di kediaman ayah pembalap Sean Gelael dan dipimpin oleh Krimum Polda Metro Jaya.

Baca Juga

Kasus Pesta Dihadiri Raffi Ahmad, Polisi: Mereka Tidak Diundang Tapi Datang Sendiri

Dengan demikian akan ditentukan apakah kasus akan naik ke penyidikan atau tidak. Meski begitu, polisi belum membeberkan hasil gelar perkara tersebut.

"Besok akan dijelaskan secara rinci hasil gelar perkaranya," ujar Yusri.

Sebelumnya, terkait dengan ramainya foto tersebut, Raffi Ahmad meminta maaf kepada masyarakat termasuk kepada Presiden Joko Widodo.

"Assalamualaikum, saya Raffi Ahmad terkait kejadian tadi malam saya ingin sedikit klarifikasi tapi sebelumnya saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya dan meminta maaf kepada Presiden Jokowi seluruh staf yang ada di sekertariat presiden dan sekali lagi meminta maaf kepada masyarakat Indonesia atas peristiwa tadi malam," kata Raffi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. Foto: ANTARA
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. Foto: ANTARA

Dijelaskan pula oleh Raffi kronologi yang terjadi semalam bahwa pesta itu berlangsung di rumah pribadi salah satu orang tua temannya.

Menurut Raffi Ahmad, sebelum memasuki rumah tersebut mereka yang hadir mengikuti protokol kesehatan. Berikut penjelasan Raffi Ahmad.

"Semalam itu bukan di tempat umum tetapi di rumah pribadi salah satu ayahnya teman saya di situ kondisinya memang sebelum masuk rumahnya mengikuti protokol. Tapi di dalam kebetulan saya lagi makan tidak pakai masker dan ada yang foto tapi apapun itu saya meminta maaf atas kejadian ini jadi heboh," kata Raffi.

Raffi Ahmad berharap masyarakat tidak mencontoh hal tersebut dan berbuat abai terhadap protokol kesehatan. Ia ingin semua pihak mematuhi 3M, yakni menjaga jarak, menggunakan masker dan menghindari kerumunan.

Raffi berjanji dengan adanya insiden kemarin malam bisa menjadi pelajaran sehingga ke depannya bisa lebih baik. (Knu)

Baca Juga

Penjelasan Polisi soal Kasus Raffi Ahmad, Lanjut atau Tidak?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jangan Sampai Pilkada Jadi Bencana
Indonesia
Jangan Sampai Pilkada Jadi Bencana

Hadar Nafis Gumay mengingatkan, apabila Pilkada tetap dihelat di saat pandemi, maka akan menjadi bencana bagi masyarakat.

Kasus COVID-19 Jatim dan Sulsel Lampaui Jakarta
Indonesia
Kasus COVID-19 Jatim dan Sulsel Lampaui Jakarta

Jawa Timur juga provinsi yang mengabarkan pasien sembuh yang cukup tinggi.

Laba Bersih Bank Mandiri Turun 25,24 Persen
Indonesia
Laba Bersih Bank Mandiri Turun 25,24 Persen

Perusahaan finance yakni Mandiri Tunas Finance dan Mandiri Utama Finance mencatat adanya kontraksi minus 11,3 persen (yoy) atau mencapai Rp53,3 triliun.

Satu Tersangka Kebakaran Kejagung Mangkir dari Pemeriksaan Polisi
Indonesia
Satu Tersangka Kebakaran Kejagung Mangkir dari Pemeriksaan Polisi

Tersangka yang tidak hadir adalah Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung berinisial NH.

Anies Dinilai Paling Responsif Tangani COVID-19, Ganjar dan Risma?
Indonesia
Anies Dinilai Paling Responsif Tangani COVID-19, Ganjar dan Risma?

Survei dilakukan dari tanggal 8 - 25 Juni 2020 melalui metode Wellbeing Purposive Sampling (WPS) melihat komposisi jumlah populasi di tiap wilayah survei.

Gunung Merapi Lontarkan Delapan Kali Lava Pijar ke Barat Daya
Indonesia
Gunung Merapi Lontarkan Delapan Kali Lava Pijar ke Barat Daya

BPPTKG masih mempertahankan status aktivitas Gunung Merapi pada Level III atau Siaga

Fahri Hamzah: UU Cipta Kerja Lahirkan Kapitalisme Baru
Indonesia
Fahri Hamzah: UU Cipta Kerja Lahirkan Kapitalisme Baru

Fahri Hamzah menilai UU Cipta Kerja tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga merampas hak-hak individu, serta hak berserikat atau berkumpul dan memberikan kewenangan luar biasa kepada lahirnya kapitalisme baru.

PSI Minta Anies Libatkan TNI Polri Awasi Protokol Kesehatan di Pasar
Indonesia
PSI Minta Anies Libatkan TNI Polri Awasi Protokol Kesehatan di Pasar

Pelibatan aparat penegak hukum itu diminta PSI, lanjut Eneng, karena lingkungan pasar tidak diikuti dengan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat.

BW Bocorkan 2 Nama dari 10 Orang yang Digugat Partai Demokrat Kubu AHY
Indonesia
BW Bocorkan 2 Nama dari 10 Orang yang Digugat Partai Demokrat Kubu AHY

Bambang Widjojanto bersama sejumlah advokat yang tergabung dalam Tim Pembela Demokrasi ditunjuk sebagai kuasa hukum DPP Partai Demokrat.

Diduga Terseret Skandal Bansos, Gibran: Tangkap Saja Kalau Ada Bukti
Indonesia
Diduga Terseret Skandal Bansos, Gibran: Tangkap Saja Kalau Ada Bukti

"Tangkap saja kalau ada bukti jelas," jawab Gibran.