Polda Metro Pastikan Kebakaran Lapas Tangerang karena Korsleting Listrik Jenazah korban kebakaran Lapas Klas 1 A Tangerang akan dikirim ke RS Polri Kramat Jati. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Penyidikan kasus kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten, mencapai babak baru. Berdasarkan keterangan ahli, kebakaran ini disebabkan karena terjadinya korsleting listrik.

"Korsleting listrik terjadi karena arus listrik yang tak sesuai dengan hambatan," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat, dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu (29/9).

Baca Juga

Polda Metro Pastikan Kebakaran Lapas Tangerang Tewaskan 49 Napi Bukan Disengaja

Tubagus lantas menjelaskan, kondisi arus listrik yang tak sesuai itulah yang kemudian menimbulkan percikan api sebagai sumber utama kebakaran.

Pemasangan instalasi yang acak-acakan biasanya tidak terkontrol MCB (miniatur circuit break).

"Kalau masuk pada MCB ketika terjadi percikan, maka MCB akan turun untuk menghentikan arus tak terkendali," imbuhnya.

Karena ini tidak dipasang sesuai dengan ketentuan yakni dipasang secara langsung, maka MCB menjadi tidak berfungsi dan terjadi percikan.

"Itu penyebab titik apinya," jelas Tubagus.

Foto udara kondisi Blok C2 usai kebakaran yang melanda Lapas Klas 1A Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Rabu, (8/9/2021). Merahputih.com/ho/Bagus Baik.
Foto udara kondisi Blok C2 usai kebakaran yang melanda Lapas Klas 1A Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Rabu, (8/9/2021). Merahputih.com/ho/Bagus Baik.

Tubagus mengungkap terdapat tiga hal yang memicu timbulnya percikan api dalam kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang.

Pertama, sumber panas yang berasal dari percikan api, kedua merupakan lubang oksigen, dan ketiga bahan bakar berupa triplek di lapas tersebut.

Sebelumnya, penyidik menetapkan tiga orang sebagai tersangka tambahan dalam kasus kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang.

Tiga orang tersebut meliputi JMN warga binaan lapas yang memasang instalasi listrik, PBB selaku pihak yang meminta JMN memasang instalasi listrik serta RS sebagai pejabat bagian umum Lapas Kelas 1 Tangerang.

Dengan penambahan tiga orang tersebut, total tersangka dalam kasus yang menewaskan 49 warga binaan ini berjumlah 6 orang.

Tiga tersangka utama berinisial RU, S, dan Y disangkakan dalam Pasal 359 KUHP yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia.

Sementara tiga lainnya yakni JMN, PBB, dan RS dijerat dengan Pasal 188 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP tentang Kealpaan. (Knu)

Baca Juga

Polda Metro Tetapkan Tiga Tersangka Baru Kasus Kebakaran Lapas Tangerang

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Aturan Lengkap PPKM Level 3 Nataru di Seluruh Indonesia
Indonesia
Aturan Lengkap PPKM Level 3 Nataru di Seluruh Indonesia

Penerapkan protokol kesehatan (prokes) yang lebih ketat juga perlu dilakukan

[HOAKS atau FAKTA]: Benda Logam Menempel pada Lengan Setelah Divaksin
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Benda Logam Menempel pada Lengan Setelah Divaksin

Akun Instagram @t3luuur membagikan screenshoot direct message yang berisikan foto lengan anak kecil dengan logam yang menempel di sana.

Servernya Diisukan Dibobol Hacker Tiongkok, Ini Reaksi BIN
Indonesia
Servernya Diisukan Dibobol Hacker Tiongkok, Ini Reaksi BIN

BIN pun bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)

Ridwan Kamil Minta Warganya Jaga Momentum Agar COVID-19 Tetap Landai
Indonesia
Ridwan Kamil Minta Warganya Jaga Momentum Agar COVID-19 Tetap Landai

Pembangunan sumber daya wirausaha harus mendapat fasilitas

Indeks Terorisme dan Radikalisme Turun Drastis Selama 2021
Indonesia
Indeks Terorisme dan Radikalisme Turun Drastis Selama 2021

Indeks KUB merupakan salah satu barometer moderasi agama di Indonesia

Fraksi Partai Demokrat Ngotot Bentuk Pansus Minyak Goreng
Indonesia
Fraksi Partai Demokrat Ngotot Bentuk Pansus Minyak Goreng

Fraksi Partai Demokrat menjadi salah satu yang terus memperjuangkan terbentuknya Pansus minyak goreng.

[Hoaks atau Fakta]: Kampanye Vaksinasi, Bill Gates Tidak Berikan Vaksin Pada Anaknya
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Kampanye Vaksinasi, Bill Gates Tidak Berikan Vaksin Pada Anaknya

"Bill Gates menolak memberikan vaksin kepada anak-anaknya" berasal dari sebuah artikel berjudul "Bill Gates former doctor say billionaire refused to vaccinate his children" yang dimuat di situs situs Your News Wire (Yournewswire.com)

Besok Jenderal Andika Perkasa Mulai Jalani Uji Kelayakan dan Kepatutan
Indonesia
Besok Jenderal Andika Perkasa Mulai Jalani Uji Kelayakan dan Kepatutan

Jadi dalam 5 hari ke depan sudah ada keputusan DPR untuk calon Panglima TNI

[HOAKS atau FAKTA] Omicron Sembuh dengan Minum Parasetamol
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Omicron Sembuh dengan Minum Parasetamol

Untuk itu, vaksinasi masih merupakan tata laksana yang utama dalam rangka pencegahan

Tsunami Tonga Berdampak ke Wilayah AS Hingga Jepang, Internet di Selandia Baru Putus
Indonesia
Tsunami Tonga Berdampak ke Wilayah AS Hingga Jepang, Internet di Selandia Baru Putus

Gambar erupsi gunung berapi di dekat Tonga sangat memprihatinkan