Polda Metro Kritisi Proses Perekrutan Sopir TransJakarta Petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Timur membantu evakuasi supir TransJakarta yang menjadi korban kecelakaan di Cawang, Jakarta, Senin (25/10). ANTARA/HO-Gulkarmat Jaktim

MerahPutih.com - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengkritisi perekrutan sopir bus TransJakarta yang dinilai tidak teliti terkait riwayat penyakit calon sopir.

Kritikan itu disampaikan pascakecelakaan maut dua armada bus TansJakarta yang diduga akibat penyakit epilepsi sang sopir kambuh.

Baca Juga

Sopir TransJakarta Mengidap Epilepsi, Pemprov DKI Lakukan Evaluasi

Menurut Sambodo, pemeriksaan riwayat penyakit calon sopir bus tidak lengkap dan teliti. Apalagi, perekrutan tersebut hanya dengan menunjukkan surat sehat dari Puskesmas sudah bisa masuk menjadi sopir.

“Jadi seharusnya diteliti benar," ujar Sambodo kepada wartawan di Gedung Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (3/11).

Menurut Sambodo, pihak manajemen Transjakarta juga harus melakukan perbaikan terkait pengecekan kesehatan sopir bus.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo berikan keterangan terkait kasus tabrakan bus TransJakarta dalam jumpa pers di Kantor Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Rabu (3/11/2021). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo berikan keterangan terkait kasus tabrakan bus TransJakarta dalam jumpa pers di Kantor Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Rabu (3/11/2021). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Semestinya, pengecekan kesehatan pengemudi harus dilakukan secara intens. Pemeriksaan itu mencakup tekanan darahnya, pupil matanya urine dan sebagainya.

“Bukan sekadar sopir mengisi lembar pernyataan kesehatan jadi yang terjadi selama ini pengemudi sebelum mengemudi dia mengisi ceklis," kata Sambodo.

Selain pemeriksaan secara rutin, menurut Sambodo, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan secara berkala atau setiap enam bulan sekali.

Hal itu dilakukan untuk memastikan kondisi seluruh sopir bus tetap dalam kondisi yang baik. Sebab, lanjutnya, mungkin saja saat mendaftar dalam keadaan sehat tapi seiring berjalannya waktu kondisi kesehatan berubah atau menurun.

"Karena bisa saja dia mendaftar dalam keadaan sehat tapi dalam perjalanan dengan faktor umur, panas dan sebagainya terjadi gangguan kesehatan yang menyebabkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi," ungkap Sambodo.

Sebelumnya, sopir TransJakarta berinisial J yang alami kecelakaan di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, pada Senin (25/11) itu diduga memiliki riwayat penyakit epilepsi.

Itu diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak kedokteran dan laboratorium forensik Polri.

"Diduga sampai dengan saat ini hasil pemeriksaan kedokteran kepolisian dan juga labfor memang pengemudi ini punya bawaan penyakit riwayat kesehatan epilepsi," ujar Sambodo, Rabu (3/11). (Knu)

Baca Juga

Polisi Hentikan Kasus Kecelakaan Maut Bus TransJakarta

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus Pajak, KPK Periksa Chief Of Finance Officer Bank Panin
Indonesia
Kasus Pajak, KPK Periksa Chief Of Finance Officer Bank Panin

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kepala Biro Administrasi Keuangan atau Chief of Finance Officer Bank Panin Marlina Gunawan.

Bawa-bawa Nama Jokowi, Penipu Ini Nekat Perdayai Artis Puluhan Juta
Indonesia
Bawa-bawa Nama Jokowi, Penipu Ini Nekat Perdayai Artis Puluhan Juta

Seorang pria berinisial AH yang diduga melakukan penipuan terhadap artis Fahri Azmi ditetapkan sebagai tersangka.

Terlibat Prostitusi Online, Belasan Anak di Bawah Umur Ditangkap
Indonesia
Terlibat Prostitusi Online, Belasan Anak di Bawah Umur Ditangkap

Polda Metro Jaya membongkar kegiatan maksiat berupa prostitusi online saat bulan Ramadan. Sindikat ini melibatkan anak di bawah umur.

Lestarikan Permainan Tradisional, Gibran Adakan Festival Bocah Dolanan
Indonesia
Lestarikan Permainan Tradisional, Gibran Adakan Festival Bocah Dolanan

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah berkomitmen untuk tetap melestarikan permainan anak tradisional. Hal itu dilakukan dengan menggelar event Festival Bocah Dolanan di Ndalem Djojokoesoeman, Sabtu-Minggu (27-28/11).

Anies: Masyarakat DKI Bakal Divaksin COVID-19 Mulai Juli
Indonesia
Anies: Masyarakat DKI Bakal Divaksin COVID-19 Mulai Juli

Sasaran Pemprov DKI ialah mencapai 150.000 vaksinasi setiap hari

Erick Pastikan BUMN Ikuti Perintah Jokowi Amankan Pasokan Batu Bara untuk Listrik
Indonesia
Erick Pastikan BUMN Ikuti Perintah Jokowi Amankan Pasokan Batu Bara untuk Listrik

"Saya juga setuju pihak swasta yang memang tidak disiplin seperti pernyataan bapak presiden ya harus dihukum, bahkan dicabut," kata Menteri BUMN Erick Thohir.

Satgas Madago Raya Tembak Mati Pimpinan MIT Ali Kalora
Indonesia
Satgas Madago Raya Tembak Mati Pimpinan MIT Ali Kalora

Satgas Madago Raya menembak mati pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso Ali Kalora dalam baku tembak di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/9).

Tangkap Farid Okbah cs, Polri Bantah Kriminalisasi Ulama
Indonesia
Tangkap Farid Okbah cs, Polri Bantah Kriminalisasi Ulama

"Tindakan-tindakan kepolisian yang dilakukan oleh densus bukan merupakan kriminalisasi terhadap siapapun. Sekali lagi saya sampaikan tindakan yang dilakukan Densus 88 Antiteror Polri tidak ada upaya kriminalisasi," jelas Rusdi

 Stimulus Pemerintah Berkurang, Daya Beli Warga Perlu Dijaga
Indonesia
Stimulus Pemerintah Berkurang, Daya Beli Warga Perlu Dijaga

BI memprediksi inflasi DIY selama 2022 diperkirakan berada pada kisaran 2,9 sampa 3,3 persen (yoy).

Pemkot Bandung Bakal Adopsi Teknologi Pengolahan Sampah TPA Manggar
Indonesia
Pemkot Bandung Bakal Adopsi Teknologi Pengolahan Sampah TPA Manggar

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, dan rombongan Pemkot dan DPRD Bandung, tertarik mengadopsi TPA Manggar.