Polda Metro Jaya Siapkan Skenario Larangan Mudik Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yugo. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Ditlantas Polda Metro Jaya mengantisipasi adanya lonjakan warga yang mudik karena terdampak COVID-19. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yugo mengatakan, skenario pertama adalah dilarang mudik.

"Tahun ini, bagaimana kita supaya orang tidak pulang kampung. Kami masih menunggu keputusan pemerintah," terang Sambodo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (28/3)

Baca Juga

Striker Asing Persib Bandung Positif Terinfeksi COVID-19

Menurut Sambodo, larangan ini tujuannya mencegah agar jangan sampai episentrum virus dari Jakarta kemudian virusnya menyebar kepada seluruh Jawa.

"Keputusan itu belum final, apakah skenario pertama atau skenario kedua, kita tunggu keputusan pemerintah. Saya menunggu, semua sudah siap gerakannya yang terutama SDM yang mengawal," paparnya.

Sementara, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menjamin stok pangan atau bahan pokok untuk warga Jakarta dan sekitarnya tersedia dalam 3 bulan ke depan.

Polda
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yugo. Foto: MP/Kanu

Ini artinya, kata Nana, dalam menghadapi Lebaran ini, stok pangan dan bahan pokok untuk warga Jakarta akan terpenuhi atau tersedia.

"Jadi saya imbau warga tidak perlu panic buying dalam menghadapi wabah Covid 19 ini, terkait kebutuhan bahan pokok atau pangan. Ketersediaannya aman untuk ke depannya" kata Nana.

Menurut Nana, panic buying di tengah wabah corona ini tidak perlu terjadi karena hal itu akan merugikan masyarakat sendiri.

Nana berharap hal terburuk itu tidak terjadi terutama di Jakarta.

"Kita berharap kemudian, tidak sampai terjadi panic buying, penjarahan dan yang lainnya di masyarakat. Kami mengimbau itu ke semua masyarakat. Bersama TNI kami sudah siapkan keamanan untuk melindungi masyarakat," kata Nana.

Baca Juga

Prabowo Larang Anak Buahnya Mudik saat Lebaran

Selain itu kata Nana, pihaknya sudah melakukan pemetaan wilayah yang dianggap rawan terjadi dampak terburuk akibat wabah corona seperti panic buying dan penjarahan.

"Kami sudah lakukan upaya pemetaan termasuk apa yang kita lakukan dalam menghadapi permasalahan tersebut, bila menghadapi itu. Ada rencana kontinjensi dari Polda, TNI dan Pemda untuk menangani permasalahan tersebut," kata Nana. (Knu)



Andika Pratama