Polda Metro Jaya Matangkan Wacana Pengaturan Jam Kerja Sejumlah kendaraan berjalan perlahan saat terjebak macet di Jalan Wolter Mongonsidi, Jakarta. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Polda Metro Jaya menyebut pengaturan jam kerja bagi pekerja di Jakarta hingga kini masih terus dimatangkan. Termasuk melakukan pembahasan internal. Kebijakan ini diklaim untuk mengurai kemacetan.

Wadirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Rusdy Pramana mengatakan, wacana pengaturan jam kerja bagi para pekerja di Jakarta masih bergulir. Rencanannya, polisi akan mengundang pihak-pihak terkait untuk dimintai masukan.

Baca Juga:

Respons Pemprov DKI soal Usulan Pengaturan Jam Kerja

"Langkah-langkah koordinasi sudah. Ini tentunya ditindaklanjuti, contohnya pekan depan kami akan rapat dan mengundang pemangku kepentingan terkait," ungkap Rusdy, Rabu (27/7).

Dalam pertemuan dengan pihak-pihak terkait, lanjut Rusdy, Polda Metro Jaya akan menghimpun setiap masukan yang disampaikan terkait kebijakan tersebut. Dia berharap rencana ini dapat semakin matang.

"Ini namanya usulan, ide yang kami harus bicarakan dengan masing-masing instansi terkait. Ada Dinas Perhubungan, sampai Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian PAN-RB barangkali," tuturnya.

Baca Juga:

DPRD Yakin Pengaturan Jam Tutup Pasar Tanah Abang Tak Matikan Pedagang

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman mengatakan, pihaknya menyiapkan sejumlah program untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Salah satunya jam keberangkatan pekerja diatur supaya tidak menumpuk pada jam yang sama.

Latif mencontohkan, misalnya karyawan masuk pada jam 07.00 maka waktu pulang jam 14.00 WIB. Pun demikian jika karyawan masuk kantor pada jam 08.00 pulang maka pulang pada jam 15.00.

"Jadi tidak pulang secara bersamaan,"jelad Latif.

Dia juga menyebut penumpukan kendaraan terlihat di sejumlah titik, seperti tiga titik tol pintu masuk ke Jakarta, dari Cikampek, Jagorawi, Merak-Tangerang ke Jakarta. Kemudian di jalan arteri, seperti Kalimalang, Cakung, Bogor, Depok, Lebak Bulus, Jagakarsa, Lenteng Agung, dan Daan Mogot. (Knu)

Baca Juga:

Pengguna KRL Membludak di Stasiun Bogor Gegara Pengaturan Jam Kerja Tak Efektif

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 BMKG Akhiri Peringatan Tsunami, BNPB Pantau Kondisi Usai Gempa
Indonesia
BMKG Akhiri Peringatan Tsunami, BNPB Pantau Kondisi Usai Gempa

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB memantau kondisi pascagempa melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) beberapa wilayah dengan laporan sampai dengan pukul 11.28 WIB.

Cegah Omicron, Kemenhub Perketat Aturan Perjalanan Internasional
Indonesia
Cegah Omicron, Kemenhub Perketat Aturan Perjalanan Internasional

Syarat PCR bagi personel pesawat udara asing, dari semula 7x24 jam menjadi 3x24 jam, serta menambah ketentuan kewajiban tes PCR pada saat kedatangan, bagi personel pesawat udara asing.

Gempa magnitudo 6,1 Guncang Sulut
Indonesia
Gempa magnitudo 6,1 Guncang Sulut

Gempa bermagnitudo 6,1 mengguncang Sulawesi Utara, Sabtu (22/1), pukul 09.26 WIB.

Pemprov DKI Siapkan Bansos untuk Pasien COVID-19 yang Isolasi Mandiri
Indonesia
Pemprov DKI Siapkan Bansos untuk Pasien COVID-19 yang Isolasi Mandiri

Program bantuan sosial (bansos) berupa sembako akan kembali dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk warga yang positif COVID-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri (isoman).

Aktivitas Meningkat, PLN Sudah Jual Listrik 65,42 Terawatt Jam
Indonesia
Aktivitas Meningkat, PLN Sudah Jual Listrik 65,42 Terawatt Jam

Geliat pemulihan ekonomi saat ini sudah mulai terasa. Hal ini bisa dilihat dari beban puncak listrik di beberapa daerah yang mulai meningkat.

BPOM Bongkar Kosmetik Ilegal yang Nilainya Capai Rp 901 Juta
Indonesia
BPOM Bongkar Kosmetik Ilegal yang Nilainya Capai Rp 901 Juta

BBPOM DKI Jakarta terus melakukan pengawasan dan penertiban peredaran produk kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya di wilayah ibu kota.

Ada 'Ratu Batu Bara' di Kaltim, Politisi Demokrat: Kenapa Tidak Ditangkap?
Indonesia
Ada 'Ratu Batu Bara' di Kaltim, Politisi Demokrat: Kenapa Tidak Ditangkap?

Dugaan skandal penjualan batu bara tersembunyi di Kalimantan Timur (Kaltim) yang dilakukan oleh "Ratu Batu Bara" terkuak. Hal itu diungkap oleh anggota Komisi VII DPR, Muhammad Nasir.

PSI Tetap Anggap Surya Tjandra Kader Terbaik Meski Dukung Anies Capres 2024
Indonesia
PSI Tetap Anggap Surya Tjandra Kader Terbaik Meski Dukung Anies Capres 2024

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surya Tjandra menyatakan dirinya akan mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Capres 2024.

Relawan Sambut dengan Antusias Pernyataan Anies Siap Jadi Capres 2024
Indonesia
Relawan Sambut dengan Antusias Pernyataan Anies Siap Jadi Capres 2024

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan siap mencalonkan diri sebagai presiden asal ada partai politik yang mengusungnya.

Pemerintah Dorong Pemanfaatan Potensi Energi Surya di Masa Depan
Indonesia
Pemerintah Dorong Pemanfaatan Potensi Energi Surya di Masa Depan

Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) mampu menjadi andalan sebagai upaya menurunkan emisi gas rumah kaca sekaligus bisa menggerakkan ekonomi hijau.