Polda Metro Jaya Masih Ingin Ada Pengaturan Jam Kerja Buat Urai Kemacetan Ilustrasi kemacetan. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Para pemangku kepentingan diklaim masih mengkaji pengaturan jam masuk kantor, guna mengatasi kemacetan lalu lintas kendaraan di Jakarta, yang mulai kembali parah setelah dilakukan pembatasan selama pandemi COVID-19.

"Peraturan jam pelaksanaan kegiatan ini sudah dibahas dan ini juga masih bergulir karena perlu pengkajian dan seluruh elemen masyarakat untuk bisa bersama-sama memecahkan permasalahan ini," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Latif Usman di Jakarta, Minggu (19/9).

Baca Juga:

Kapolda Metro Peringatkan Anak Buahnya Tangani Kemacetan akibat Demo BBM

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menuturkan landasan hukum jam kerja bagi pegawai kantor di Jakarta sesuai usulan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya harus didiskusikan dengan pemerintah pusat.

Menurut Riza, usulan pengaturan jam kantor sebagai langkah untuk mengurai masalah kemacetan di Jakarta tidak bisa diputuskan sepihak dan harus melewati tahap lebih luas.

"Karena perkantoran di Jakarta bukan hanya swasta dan tingkat daerah, tapi juga ada tingkat pemerintah pusat," tutur Riza.

Ia menegaskan, usulan dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tentang pengaturan jam kerja itu sesuatu yang bagus dan masih diskusikan.

"Tidak bisa sepihak, seperti yang pernah saya sampaikan, ini tidak hanya terkait Polda Metro Jaya bersama pemprov, tapi juga terkait pemerintah pusat," ucap Riza.

Karena itu, lanjut ia, untuk menerbitkan kebijakan tersebut harus dilakukan diskusi bersama secara mendetail dengan pemerintah pusat.

Riza menyampaikan usulan tersebut menjadi pertimbangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna menuntaskan kemacetan yang menjadi masalah klasik di ibu kota.

"Prinsipnya usulan itu menjadi pertimbangan kita semua, dalam rangka mengurangi kemacetan di pagi hari," katanya.

Tomtom Traffic Index tahun 2021 mencatat tingkat kemacetan di DKI Jakarta tahun 2021 turun ke angka 34 persen. Angka itu mengalami penurunan dibanding kemacetan pada 2020 yang berada di kisaran 36 persen.

Data menunjukkan waktu perjalanan rata-rata berkurang 2 menit per hari. Jakarta pada tahun 2021 berada di ranking ke-46 dari total 404 kota termacet di dunia. Sebelumnya, pada tahun 2020, Jakarta berada di peringkat ke-31. (Knu)

Baca Juga:

Pemerintah hingga Pengusaha Setuju Pengaturan Jam Kerja demi Redam Kemacetan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tito Izinkan ASN Kemendagri dan BNPP Laksanakan WFH
Indonesia
Tito Izinkan ASN Kemendagri dan BNPP Laksanakan WFH

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengizinkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) untuk memberlakukan sistem bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

Antisipasi Kemacetan dalam Kota Solo, Dishub Siapkan Rute-Rute Alternatif
Indonesia
Antisipasi Kemacetan dalam Kota Solo, Dishub Siapkan Rute-Rute Alternatif

Dinas Perhubungan Kota Solo, Jawa Tengah memasang 126 rambu pendahulu penunjuk jalan (RPPJ) portable jalan alternatif di sejumlah titik.

Revisi UU IKN Akomodir Hak Kelola Tanah Sampai 180 Tahun
Indonesia
Revisi UU IKN Akomodir Hak Kelola Tanah Sampai 180 Tahun

Pemerintah juga mendengarkan putusan Mahkamah Konstitusi terkait gugatan yang dilayangkan terhadap UU IKN.

37.492 Kasus Baru Dalam Sehari, Masyarakat Diminta Tidak Panik
Indonesia
37.492 Kasus Baru Dalam Sehari, Masyarakat Diminta Tidak Panik

Pemerintah kembali mengumumkan perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia.

Resmikan SPAM Wae Mese II, Jokowi Harap Infrastruktur Pariwisata Labuan Bajo Makin Terintegrasi
Indonesia
Resmikan SPAM Wae Mese II, Jokowi Harap Infrastruktur Pariwisata Labuan Bajo Makin Terintegrasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan sistem penyediaan air minum (SPAM) Wae Mese II di Kabupaten Manggarai Barat.

Pidato Jokowi Isyaratkan Golkar Tersandera Kekuasaan
Indonesia
Pidato Jokowi Isyaratkan Golkar Tersandera Kekuasaan

Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Partai Golkar menuai sorotan

Indef: Harga Bahan Bakar Jadi Salah Satu Faktor Penaikan Tarif Listrik
Indonesia
Indef: Harga Bahan Bakar Jadi Salah Satu Faktor Penaikan Tarif Listrik

Pemerintah berencana akan menaikkan harga listrik pada bulan Juli 2022 mendatang. Kenaikan tarif ini hanya berlaku pada pelanggan dengan pemakaian daya di atas 1.200 Volt Amphere (VA) atau 3.000 VA. Menurut Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad, niatan pemerintah tersebut sangatlah tepat. Pasalnya bahan bakar untuk pembangkit listrik di Indonesia saat ini mengalami kenaikan harga.

Jembatan Suramadu Ditutup Saat Pergantian Tahun
Indonesia
Jembatan Suramadu Ditutup Saat Pergantian Tahun

Penutupan jembatan tersebut mulai 31 Desember pukul 22.00 WIB hingga 1 Januari 2022, pukul 05.00 WIB.

Cakupan Vaksinasi Booster Baru 16,93 Persen Jelang Lebaran
Indonesia
Cakupan Vaksinasi Booster Baru 16,93 Persen Jelang Lebaran

Kemenkes mengharapkan angka vaksinasi dosis ketiga atau booster terus meningkat menjelang perayaan Idul Fitri 1443 Hijriah yang masih di tengah pandemi COVID-19.

Mahfud MD: Toleransi dan Moderasi Jadi Aspek Krusial Melindungi Keberagaman Indonesia
Indonesia
Mahfud MD: Toleransi dan Moderasi Jadi Aspek Krusial Melindungi Keberagaman Indonesia

Agama dan kehidupan antarumat beragama di Indonesia bernilai strategis dalam membangun inklusivitas, toleransi, dan moderasi dalam kehidupan berbangsa.