Polda Jatim Tangkap Pelaku Pemalsuan Surat Tes Cepat Antigen Polisi menunjukkan surat rapid test antigen palsu yang dijual oleh tersangka berinisial IB, saat merilis kasus tersebut di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (11/1). (ANTARA Jatim/Willy Irawan)

MerahPutih.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur menangkap pelaku pemalsuan surat hasil tes cepat antigen berinisial IB.

"Kasus ini bermula dari laporan masyarakat bahwa ada jual beli surat rapid test antigen tanpa pemeriksaan medis di Facebook," kata Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Farman di Mapolda Jatim, Senin (11/1)

Baca Juga

Keluarga Mahasiswa Pelaku Dugaan Pemalsuan Swab PCR Minta Maaf ke Publik

Mendapatkan laporan, Polda Jatim melakukan penyelidikan dan menemukan ada warga Jombang berinisial IB yang berstatus mahasiswa di Jember berinisial IB yang menjual surat rapid test antigen palsu tersebut.

"Tersangka sudah melakukan tindakan ini mulai dari awal Desember," ujarnya dikutip Antara.

Ia mengatakan, praktik ini dilakukan IB bermula ketika dirinya menjadi salah satu pengawas tempat pemungutan suara (TPS) pada Pilkada 2020.

Salah satu syarat menjadi petugas TPS ialah harus mengantongi surat bebas COVID-19. Saat bersamaan pula, ada 24 petugas TPS yang ternyata hasil rapid test-nya reaktif.

"Oleh yang bersangkutan dibuatkan 24 lembar hasil rapid test antigen tanpa pemeriksaan medis (palsu)," tegasnya.

Ilustrasi surat hasil tes swab. Foto: Istimewa

Tiap surat rapid test antigen yang dibuat oleh IB itu dijual dengan harga Rp50 ribu. Dirinya mengatasnamakan Klinik Nurus Syifa yang ada di Jember agar lebih meyakinkan.

Selanjutnya, karena aksi jual beli tersebut menggiurkan, IB pun menawarkan jasa surat rapid test antigen abal-abal ini di Facebook miliknya.

Semula surat rapid test hanya dipatok Rp50 ribu saja. Namun sekarang dia menaikkan harganya menjadi Rp200 ribu tiap lembar. Sejauh ini, IB sudah menjual 44 lembar surat rapid test antigen palsu.

"24 untuk pengawas TPS, 20 lembar untuk kepentingan lain apakah untuk perjalanan darat atau udara," pungkasnya.

Atas perbuatannya, tersangka terancam dijerat Pasal 51 jo Pasal 35 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara dan denda 12 miliar serta Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. (*)

Baca Juga

Polda Metro Jaya Tangkap Tiga Pelaku Pemalsuan Surat Tes PCR

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pastikan Gaji ASN Tak Dipotong, Anies: Jangan Ditakutin Lagi
Indonesia
Pastikan Gaji ASN Tak Dipotong, Anies: Jangan Ditakutin Lagi

Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah membahas alokasi anggaran dalam APBD DKI untuk penanganan COVID-19 di masa darurat virus corona.

Belum Usul Nama Capres dari Internal, PPP Fokus ke Hal Ini
Indonesia
Belum Usul Nama Capres dari Internal, PPP Fokus ke Hal Ini

Menurutnya, banyak energi bangsa Indonesia yang seharusnya dijadikan produktivitas namun menjadi hal yang tidak produktif

Peningkatan COVID-19 Diakibatkan Masyarakat Abai Prokes Setelah Vaksinasi
Indonesia
Peningkatan COVID-19 Diakibatkan Masyarakat Abai Prokes Setelah Vaksinasi

Meningkatnya kasus COVID-19 belakangan ini dinilai lantaran masyarakat abai terhadap protokol kesehatan usai pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

Kapolda Metro Jaya Sebut Petamburan Jadi Klaster Baru COVID-19
Indonesia
Kapolda Metro Jaya Sebut Petamburan Jadi Klaster Baru COVID-19

"Telah terjadi klaster baru penyebaran COVID-19 di Jakarta yakni klaster akad nikah di Petamburan dan klaster Tebet," ujar Fadil

PMI Solo Sediakan Plasma Konvalesen, 9 Orang Dinyatakan Sembuh dari COVID-19
Indonesia
PMI Solo Sediakan Plasma Konvalesen, 9 Orang Dinyatakan Sembuh dari COVID-19

Data PMI Solo sudah ada sembilan orang yang memanfaatkan plasma konvalesen dan dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Ajak Warga Ikut Vaksinasi, Wagub DKI: Jangan Percaya Hoaks
Indonesia
Ajak Warga Ikut Vaksinasi, Wagub DKI: Jangan Percaya Hoaks

"Jangan percaya berita hoaks. Sesuai dengan arahan Presiden, tadi sudah saya sampaikan, alhamdulillah Jakarta sudah mencapai 5,3 juta, sehingga target Insya Allah bisa dicapai," ucap Riza

Pemprov DKI Pertimbangkan Pegawai Kantor Swasta WFH 75 Persen
Indonesia
Pemprov DKI Pertimbangkan Pegawai Kantor Swasta WFH 75 Persen

"Nanti kita pertimbangkan (WFH 75 persen)," ujar Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria di Jakarta, Rabu (16/6).

Alat Deteksi COVID-19 GeNose Digunakan Serentak di Stasiun Senen dan Yogyakarta 5 Februari
Indonesia
Alat Deteksi COVID-19 GeNose Digunakan Serentak di Stasiun Senen dan Yogyakarta 5 Februari

GeNose C19 adalah alat yang meniru cara kerja hidung manusia

Di Klaten, Penerima Dobel Bantuan Sosial Diminta Mengembalikan
Indonesia
Di Klaten, Penerima Dobel Bantuan Sosial Diminta Mengembalikan

Terdapat warga penerima BST Kementerian Sosial (Kemensos) ganda dengan menerima dana BLT dana desa (DD).

Jabar Direncanakan Dapat 15 Juta Vaksin COVID-19 di Januari 2021
Indonesia
Jabar Direncanakan Dapat 15 Juta Vaksin COVID-19 di Januari 2021

Dalam pelaksanaannya nanti, 15 juta vaksin tersebut tidak akan langsung dihabiskan untuk vaksinasi masal.