Polda Jateng Tolak Penangguhan Penahanan Raja dan Ratu Kerajaan Agung Sejagat Polsek Prambanan meriksa pengikut Keraton Agung Sejagat di Klaten, Jawa Tengah. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Polda Jawa Tengah menolak permintaan penangguhan penahanan dua tersangka dugaan kasus penipuan berkedok Keraton Agung Sejagat (KAS).

Kedua tersangka yang dimaksud adalah Totok Santoso dan Fanni Aminadia yang berperan sebagai raja dan ratu Keraton Agung Sejagat.

Baca Juga:

Polda Jateng Telusuri Sumber Aliran Dana Rp1,4 Miliar Milik Pendiri Keraton Agung Sejagat

"Kasus Keraton Agung Sejagat masih dua tersangka (Totok dan Fanni) kita tahan di Mapolda Jawa Tengah," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes (Pol) Budhi Haryanto kepada merahputih.com, Senin (27/1).

Budhi mengatakan, belum lama ini kedua tersangka Keraton Agung Sejagat melalui kuasa huknya minta kepada tim penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Tengah agar ditangguhkan penahanan. Alasan penangguhan penahanan karena dianggap kooperatif selama proses penyidikan berlangsung.

"Biasa, kalau soal penangguhan. Kami dari penyidik merasa tidak perlu ditangguhkan. Khawatir, melarikan diri. Jadi kami tolak permimtaan itu (penangguhan)," kata dia.

Polda Jateng, lanjut dia, sejauh ini masih melakukan penahanan terhadap dua tersangka. Ia punya alasan kuat menok usulan penangguhan penahanan kedua tersangka.

Baca Juga:

Usai Keraton Agung Sejagat, Kini Kerajaan Jipang Menggeliat

"Kalau ditangguhkan, penyidik khawatir mereka akan menghilangkan barang bukti yang saat ini masih diperlukan terkait pengembangan penyidikan," papar dia.

Polsek Prambanan bersama Pemkab Klaten, Jawa Tengah memberikan pembinaan terhdap pengikut Keraton Agung Sejagat. (MP/Ismail)
Polsek Prambanan bersama Pemkab Klaten, Jawa Tengah memberikan pembinaan terhdap pengikut Keraton Agung Sejagat. (MP/Ismail)

Budhi mengatakan, kedua tersangka bisa melarikan diri jika penahanannya ditangguhkan polisi. Dua tersangka yang berperan sebagai raja dan ratu Keraton Agung Sejagat itu, kata Budhi, masih terus disidik.

"Tidak menutup kemungkinan, jumlah tersangka akan bertambah seiring pengembangan penyidikan yang dilakukan. Namun, untuk saat ini baru dua orang tersangka," kata Budhi. (Ism)

Baca Juga:

Imbauan Kemendagri Terkait Fenomena Keraton Agung Sejagat


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH