Polda Jateng Klaim Kericuhan di Desa Wadas Dipicu Provokasi Orang Tak Dikenal Kericuhan di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (8/2). Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Proses pengukuran paksa tanah warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, yang dilakukan oleh BPN Purworejo untuk pembangunan bendungan menuai sorotan. Sebab, sempat terjadi tindakan perlawanan dari warga Desa Wadas beserta para pendamping.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Iqbal Alqudusy menjelaskan, tujuan pembangunan Bendungan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani, dengan tersedianya air dan irigasi teknis yang dibangun menyertai bendungan.

Baca Juga

Peristiwa Desa Wadas, Demokrat Ungkit Kasus Kedung Ombo Era Soeharto

"Melalui bendungan tersebut nantinya lahan daerah sekitar akan menjadi subur karena terairi secara simultan. Bahan pembangunan bendungan tersebut salah satunya diambil dari Wadas yang mengandung andesit," kata Iqbal dalam keterangannya, Rabu, (9/2).

Iqbal menjelaskan, ada 617 warga yang memilki tanah di daerah Wadas yang akan dibeli pemerintah dengan harga yang menguntungkan. BPN Jawa Tengah telah menetapkan harga atas tanah sesuai yang berlaku dan pastinya menguntungkan.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes M Iqbal Alqudusy. (ANTATA-HO-Humas Polda Jateng)
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes M Iqbal Alqudusy. (ANTATA-HO-Humas Polda Jateng)

Hasilnya ada 317 warga di daerah Wadas yang setuju tanahnya dibeli dan dibebaskan untuk pembangunan bendungan. Namun masih ada warga lainnya yang belum setuju atas rencana pemerintah tersebut. Mereka pun telah diajak dialog oleh Pemprov Jawa Tengah.

"Bahkan Pemprov Jateng telah meminta Komnas HAM sebagai mediator atas warga yang masih pro kontra," kata Iqbal.

Pihak kontra pun, kata Iqbal, telah menempuh jalur hukum melalui PTUN dan hingga kasasi pun kalah. Sebagian warga yang kontra juga sering meneror warga yang setuju atas rencana pembangunan wadas.

"Peristiwa bentrokan di Desa Wadas, Purworejo dipicu pro-kontra sesama warga sendiri atas rencana pembangunan Bendungan Bener oleh pemerintah," katanya.

Baca Juga

Hadapi Penolakan Warga Desa Wadas, Aparat Diminta Humanis

Iqbal menuturkan langkah BPN yang didampingi petugas kepolisian kemarin adalah ingin mengukur tanah milik 317 warga yang sudah setuju untuk dibeli.

Sayangnya, lanjut Iqbal, upaya tersebut diprovokasi oleh oknum tak dikenal, sehingga warga yang kontra emosi dan menghalang-halangi tim BPN yang akan mengukur tanah.

Ia meminta warga Wadas terus bermusyawarah agar tetap rukun dan harmonis desanya.

"Jangan mau diprovokasi oleh orang yang tak jelas. Jangan juga mau diadu sesama warga. Kepolisian akan menjamin kenyamanan dan keamanan semua warga Wadas," katanya. (Knu)

Baca Juga

Komisi III Minta Ganjar Turun Tangan Atasi Kekerasan di Desa Wadas

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemenkumham Indikasikan 5 Sipir Penyiksa Napi DIY Terapkan Kedisplinan Berlebihan
Indonesia
Kemenkumham Indikasikan 5 Sipir Penyiksa Napi DIY Terapkan Kedisplinan Berlebihan

Yogyakarta. Kelima sipir ini terindikasi menerapkan kedisiplinan berlebihan terhadap para warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Wisata Pantai dan Pegunungan di Gunung Kidul Kembali Beroperasi, Ini Daftarnya
Indonesia
Wisata Pantai dan Pegunungan di Gunung Kidul Kembali Beroperasi, Ini Daftarnya

Ke 27 objek wisata yang beroperasi terbatas sudah memiliki sertifikat Cleanness, Health, Safety, and Environmental Sustainabillity atau CHSE dengan kapasitas maksimal 25 persen.

[HOAKS atau FAKTA]: Cacar Monyet Berhubungan Dengan Sistem Imun Manusia dan VAIDS
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Cacar Monyet Berhubungan Dengan Sistem Imun Manusia dan VAIDS

VAIDS adalah istilah yang digunakan untuk menarasikan efek samping dari vaksin COVID-19.

Catat, Begini Mekanisme Cara Klaim Tanah di Wilayah IKN Nusantara
Indonesia
Catat, Begini Mekanisme Cara Klaim Tanah di Wilayah IKN Nusantara

Pihak-pihak yang memiliki lahan di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dapat mengajukan klaim ke pemerintah.

2,1 Juta Warga DIY Sudah di Vaksin Covid-19 Tahap Pertama
Indonesia
2,1 Juta Warga DIY Sudah di Vaksin Covid-19 Tahap Pertama

Untuk vaksinasi dengan target remaja ada 311.596 sasaran dengan capaian 78.902 (25,32 persen) mendapat dosis pertama dan 46.931 (15,06 persen) dosis kedua.

Jerman Laporkan Rekor Peningkatan Kasus COVID-19
Dunia
Jerman Laporkan Rekor Peningkatan Kasus COVID-19

Jerman melaporkan lagi rekor tertinggi kasus COVID-19 pada Rabu (16/3), dalam seminggu terakhir.

DPR Sahkan RUU HKPD Jadi UU, Fraksi PKS Menolak
Indonesia
DPR Sahkan RUU HKPD Jadi UU, Fraksi PKS Menolak

Kesepakatan itu diambil dalam rapat paripurna yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/12).

Dipecat karena Kasus Asusila, Oknum Polisi Gugat Kapolda NTT
Indonesia
Dipecat karena Kasus Asusila, Oknum Polisi Gugat Kapolda NTT

Bekas anggota Polres Timor Tengah Selatan (TTS), Bripda Johanes Imanuel Nenosono menggugat Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang.

[HOAKS atau FAKTA] Dele Alli Resmi Bergabung Ke Persib
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Dele Alli Resmi Bergabung Ke Persib

Akun Facebook bernama Awi Sang Pembaca mengunggah postingan berupa tautan link Youtube berisi informasi yang mengklaim bahwa pesepakbola Dele Alli resmi bergabung Persib Bandung.

Tanggapi Kebijakan Jokowi, Gibran: Pakai Masker Tingkatkan Level Kegantengan 20 Persen
Indonesia
Tanggapi Kebijakan Jokowi, Gibran: Pakai Masker Tingkatkan Level Kegantengan 20 Persen

Presiden Joko Widodo memutuskan untuk melonggarkan penggunaan masker di tengah kondisi COVID-19 di Indonesia yang melandai.