Polda Jateng Dalami Motif Pendirian Keraton Agung Sejagat di Purworejo Keraton Agung Sejagat di Purworejo. Foto: Twitter/Djo Santoso Hadiningrat/@aritsantoso

MerahPutih.com - Polda Jawa Tengah akan mendalami motif pendirian Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

"Kami ingin mengetahui motif apa di balik deklarasi kraton tersebut," ucap Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol.Rycko Amelza Dahniel di Semarang, Selasa (14/1)

Baca Juga

Keraton Kasepuhan Tetap Menjadi Favorit Para Pelancong

Menurut dia, jajaran intelejen dan reserse kriminal umum telah diterjunkan untuk mengumpulkan data-data berkaitan dengan keraton pimpinan Totok Santosa Hadiningrat tersebut.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol.Rycko Amelza Dahniel
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol.Rycko Amelza Dahniel

Pengumpulan data tersebut, lanjut dia, berkaitan dengan profil sekaligus aspek legalitasnya. Kemudian, kata dia, aspek sosial kultural, termasuk kesejarahan.

"Negara kita adalah negara hukum. Pertama-tama kita akan mempelajari aspek legalitas," ujarnya dilansir Antara

Sebelumnya diberitakan, Keraton Agung Sejagat ini mulai dikenal publik, setelah mereka mengadakan acara Wilujengan dan Kirab Budaya, yang dilaksanakan dari Jumat (10/1) hingga Minggu (12/1).

Baca Juga

Menikmati Wisata Sejarah di Museum Pusaka Keraton Kesepuhan Cirebon

Keraton Agung Sejagat dipimpin oleh seseorang yang dipanggil Sinuwun yang bernama asli Totok Santosa Hadiningrat dan istrinya yang dipanggil Kanjeng Ratu yang memiliki nama Dyah Gitarja.

Berdasarkan informasi, pengikut dari Keraton Agung Sejagat ini mencapai sekitar 450 orang.

Penasihat Keraton Agung Sejagat, Resi Joyodiningrat menegaskan bahwa Keraton Agung Sejagat bukan aliran sesat seperti yang dikhawatirkan masyarakat.

Kirab Keraton Agung Sejagat di Purworejo. Foto: Twitter/Djo Santoso Hadiningrat/@aritsantoso

Kirab Keraton Agung Sejagat di Purworejo. Foto: Twitter/Djo Santoso Hadiningrat/@aritsantoso

Ia mengatakan Keraton Agung Sejagat merupakan kerajaan atau kekaisaran dunia yang muncul karena telah berakhir perjanjian 500 tahun yang lalu, terhitung sejak hilangnya Kemaharajaan Nusantara, yaitu imperium Majapahit pada 1518 sampai dengan 2018.

Baca Juga

4 Prosesi Budaya Seru di Keraton Yogyakarta

Perjanjian 500 tahun tersebut dilakukan oleh Dyah Ranawijaya sebagai penguasa imperium Majapahit dengan Portugis sebagai wakil orang Barat atau bekas koloni Kekaisaran Romawi di Malaka tahun 1518

Joyodiningrat menyampaikan dengan berakhirnya perjanjian tersebut, maka berakhir pula dominasi kekuasaan Barat mengontrol dunia yang didominasi Amerika Serikat setelah Perang Dunia II dan kekuasaan tertinggi harus dikembalikan ke pemiliknya, yaitu Keraton Agung Sejagat sebagai penerus Medang Majapahit yang merupakan Dinasti Sanjaya dan Syailendra. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Hari Musik Nasional, Maestro Keroncong Waljinah Terima Penghargaan dari Museum Lokananta
Indonesia
Hari Musik Nasional, Maestro Keroncong Waljinah Terima Penghargaan dari Museum Lokananta

"Ibu Waljinah adalah sosok maestro yang mengabdikan hidupnya untuk musik keroncong dan menginspirasi banyak orang. Penghargaan ini sangat layak. Di Lokananta terdapat 50 piring hitam hasil rekaman Waljinah

Libur Lebaran Digeser ke Akhir Tahun, Pemerintah Isyaratkan Pelarangan Mudik?
Indonesia
Libur Lebaran Digeser ke Akhir Tahun, Pemerintah Isyaratkan Pelarangan Mudik?

"Kami akan paparkan berapa pergerakan kendaraan umum, pribadi, dan sepeda motor," ungkap Budi.

Usai Dapat Penghargaan, Fahri Singgung Persatuan dan Kebersamaan
Indonesia
Usai Dapat Penghargaan, Fahri Singgung Persatuan dan Kebersamaan

Ada delapan kelompok penerima bintang tanda jasa dalam rangka HUT ke-75 RI

Peretas Tempo dan Tirto Tak Kunjung Terungkap, Polisi Baru Periksa 3 Tiga Orang
Indonesia
Peretas Tempo dan Tirto Tak Kunjung Terungkap, Polisi Baru Periksa 3 Tiga Orang

Untuk peretasan situs Tirto.id, polisi pun masih memeriksa sejumlah saksi

 Update COVID-19 Indonesia: Kasus Positif 6575 Meninggal 582
Indonesia
Update COVID-19 Indonesia: Kasus Positif 6575 Meninggal 582

"Kasus positif 6.575 terjadi penambahan 327 kasus. Sementara 35.644 dinyatakan negatif," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto

Bakal Bersaing "Rebutan" Vaksin Corona, Pemerintah Indonesia Diminta Perkuat Diplomasi
Indonesia
Bakal Bersaing "Rebutan" Vaksin Corona, Pemerintah Indonesia Diminta Perkuat Diplomasi

Indonesia juga akan menjadi salah satu negara yang akan ikut dalam usaha mendapatkan vaksin corona.

Presiden Jokowi Siapkan Dua Skenario Antisipasi Warga Mudik
Indonesia
Presiden Jokowi Siapkan Dua Skenario Antisipasi Warga Mudik

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini melihat tradisi mudik dilakukan untuk menenangkan masyarakat.

AHY Bakal Jadi Kandidat Tunggal Caketum, Demokrat Serahkan ke Kongres
Indonesia
AHY Bakal Jadi Kandidat Tunggal Caketum, Demokrat Serahkan ke Kongres

Syarief memperkirakan konsolidasi yang dilakukan AHY akan membuahkan hasil

Pemprov DKI Tolak 70.156 Pemohon SIKM
Indonesia
Pemprov DKI Tolak 70.156 Pemohon SIKM

DPMPTSP DKI membuka layanan perizinan SIKM Senin hingga Jumat mulai pukul 07.30 - 18.00 WIB Sabtu dan Minggu mulai pukul 07.30 - 13.00 WIB

ITS Luncurkan Kapal Tanpa Awak Bernavigasi Akurat I-Boat
Indonesia
ITS Luncurkan Kapal Tanpa Awak Bernavigasi Akurat I-Boat

Handalnya I-Boat ini muncul dari skill 41 anggota peneliti (mahasiswa dan dosen) konsorsium ITS yang mendedikasikan karyanya untuk kemajuan teknologi maritim Indonesia.