Polda Jateng Buru Penyebar Hoaks Ajakan Tolak PPKM Darurat di Pekalongan Seruan aksi tolak PPKM Darurat di Pekalongan. (Foto: dok Istimewa)

MerahPutih.com - Polda Jawa Tengah (Jateng) memastikan informasi yang beredar tentang seruan aksi penolakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten/Kota Kota Pekalongan adalah hoaks.

Polda Jateng langsung turun tangan mengecek beredarnya ajakan aksi penolakan PPKM Darurat yang disebarkan melalui media sosial (medsos) tersebut.

Baca Juga

Pemerintah Dinilai Berhak Perpanjang PPKM Darurat

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iqbal Alqudusy mengatakan, seruan tersebut berisi ajakan kepada pedagang yang terdampak untuk turun ke jalan menolak PPKM Darurat.

"Polisi masih menyelidiki siapakah pembuat pertama pesan hoaks ini," kata Iqbal kepada wartawan, Jumat (16/7).

Dalam seruan yang beredar itu, dijelaskan Iqbal, berbunyi, 'KAJEN MELAWAN AKSI PARA PEDAGANG KABUPATEN PEKALONGAN'. Hal ini sangat membuat resah dan meresahkan masyarakat di Jawa Tengah.

"Kita akan tindak tegas penyebar informasi hoaks ini, dan akan kita selidiki. Karena, hal ini membuat resah masyarakat," tegas Iqbal.

Iqbal mengatakan, sebelumnya ada seruan bahwa akan ada pelaksanaan aksi yang dilakukan Sabtu (17/7) pukul 19.00 WIB, mendatang. Dengan titik kumpul di depan Kantor KPU Kabupaten Pekalongan dan dilanjutkan long march ke Gedung DPRD Pekalongan.

"Namun, saat dimintai konfirmasi oleh kepolisian dan memastikan seruan penolakan PPKM Darurat ini, ternyata hoaks. Sekali lagi polisi akan tindak tegas pelaku penyebar hoaks ini," ungkapnya.

Seruan aksi tolak PPKM Darurat di Pekalongan (Foto: dok. Istimewa)
Seruan aksi tolak PPKM Darurat di Pekalongan (Foto: dok. Istimewa)

Dia menambahkan, pihaknya telah mengerahkan Tim Siber untuk patroli terkait konten hoaks dan disinformasi. Pihaknya menegaskan bakal menindak oknum-oknum yang memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan isu atau berita tidak benar

"Untuk itu, saya meminta kepada semua pihak terutama pengguna media sosial agar lebih bijak dalam menyebarkan berita. Untuk itu setiap informasi yang diterima jangan mudah terpengaruh," tandasnya.

Sekedar informasi, beberapa hari ini di Kabupaten maupun Kota Pekalongan, Jawa Tengah beredar seruan aksi penolakan PPKM Darurat.

Ajakan aksi tolak PPKM Darurat ini digelar pada Kamis (15/7) malam, Jumat (16/7) siang ini, dan Sabtu (17/7) besok.

Saat dicek ke lokasi tadi malam, area Pasar Banyurip sepi. Polisi pun memastikan agenda tersebut hoaks. (Knu)

Baca Juga

Pengelola Bus Pelanggar Perjalanan PPKM Darurat Langsung Dibekukan Izinya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tangani Dampak Gempa Magnitudo 5,8, Kepala BNPB Terbang Ke Sulawesi Barat
Indonesia
Tangani Dampak Gempa Magnitudo 5,8, Kepala BNPB Terbang Ke Sulawesi Barat

Pada tinjauan lapangan tersebut, Kepala BNPB akan menyerahkan bantuan Dana Siap Pakai (DSP) dan bantuan logistik serta peralatan.

Tekan Dampak Perang Ukraina-Rusia, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan
Indonesia
Tekan Dampak Perang Ukraina-Rusia, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan

BI menempuh penguatan bauran kebijakan seperti memperkuat kebijakan nilai tukar rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan mekanisme pasar dan fundamental ekonomi.

 Mulai Juni, 2 Bandara di Kepri Sudah Layani Penerbangan Internasional
Indonesia
Mulai Juni, 2 Bandara di Kepri Sudah Layani Penerbangan Internasional

Angka pemulihan bandara telah mencapai 88 persen, tersisa hanya 12 persen menuju keadaan normal.

Anies dan World Bank Group Dukung Investasi untuk Wujudkan Kota Sejahtera
Indonesia
Anies dan World Bank Group Dukung Investasi untuk Wujudkan Kota Sejahtera

Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi bersama World Bank Group dan didukung oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), dan Kementerian Koordinator Bidang Perekenomian menghadirkan acara pendukung (side event) untuk agenda U20 Mayor Summit 2022.

 Keseharian 'Raja OTT' Pasca Dipecat KPK: Urus Pesantren dan Berdagang
Indonesia
Keseharian 'Raja OTT' Pasca Dipecat KPK: Urus Pesantren dan Berdagang

Harun lahir dan besar di lingkungan pesantren Nahdlatul Ulama (NU) di Madura. Hal tersebut yang mendorong Harun mendirikan pesantren sekaligus mengajar mengaji untuk anak-anak di sekitar rumahnya di kawasan Bogor.

Amendemen Konstitusi Ke-5 Diyakini Percepat Jalan Indonesia Emas 2045
Indonesia
Amendemen Konstitusi Ke-5 Diyakini Percepat Jalan Indonesia Emas 2045

Pemerintah telah menyusun roadmap dengan visi "Indonesia 2045: Berdaulat, Maju, Adil, dan Makmur".

Ratusan Nama Pengawas Pemilu Diduga Dicatut Parpol
Indonesia
Ratusan Nama Pengawas Pemilu Diduga Dicatut Parpol

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI membeberkan temuan terkini dari pengawasan proses pendaftaran Parpol peserta Pemilu 2024.

Pengamat Sebut Anies Lebih Cocok Diduetkan dengan Calon dari Partai Nasionalis
Indonesia
Pengamat Sebut Anies Lebih Cocok Diduetkan dengan Calon dari Partai Nasionalis

Anies bergabung dengan partai nasional untuk menghilangkan stigma Anies bahwa terlalu condong ke pihak agamis atau religius.

Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 3,9 Miliar ke Singapura Digagalkan
Indonesia
Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 3,9 Miliar ke Singapura Digagalkan

Pemerintah menyatakan komitmennya terhadap pengembangan budidaya lobster dalam negeri dan memberantas penyelundupan.

Insentif Biodiesel Capai Rp 110 Triliun
Indonesia
Insentif Biodiesel Capai Rp 110 Triliun

Target PNBP BPDPKS tahun ini mencapai Rp 32,44 triliun meliputi pungutan dana ekspor Rp 32,39 triliun dan pengelolaan dana Rp 55 miliar.