Parenting
Pola Asuh Disiplin Hasilkan Anak Tangguh dan Bertanggungjawab Dari bayi hingga dewasa karakter anak ditempa. (Foto: Pexels/Julia M Cameron)

DARI masa bayi hingga dewasa muda, pola pikir anak-anak sedang ditempa. Secara tipis tergantung dari pola asuh yang diterapkan orang tua. Lebih dari setengah abad penelitian telah menunjukkan efek dari pengasuhan baik yang responsif atau penuh tuntutan.

Pola asuh yang responsif yakni bagaimana orang tua memahami dan memenuhi kebutuhan. Sementara pola asuh yang menuntut adalah tentang membangun dan menegakkan harapan.

Baca juga:

Parents Jangan Cengeng, Didik Anak Agar Tidak Manja

Ternyata dengan mengombinasikan pengasuhan yang responsif dan menuntut, menjadi pengasuhan yang paling terampil dan efektif.

Kombinasi ini dapat memupuk dua kekuatan mendasar yang sama-sama diperlukan dalam perkembangan anak, kemelekatan dan otonomi.

Dilansir dari Psychology Today, Psikolog Keluarga dan Pernikahan, Blake Griffin Edwards mengatakan pola asuh yang disiplin dapat membentuk karakter anak yang tangguh dan bertanggungjawab.

Pentingnya pola asuh yang disiplin. (Foto: Pexels/cottonbro)

Orang tua yang selaras dan tanggap terhadap kebutuhan anak mampu membentuk karakter anak. Begitu pula orang tua yang menuntut dalam membimbing anak menuju kedewasaan dan kemandirian.

Orang tua semacam ini adalah ciri orang tua yang disiplin tegas tetapi tidak kaku. Mereka bersedia membuat pengecualian jika situasinya memungkinkan. Mereka berfokus pada penanaman nilai-nilai dan keterampilan utama. Termasuk di antaranya menenangkan diri, menunda kepuasan, komunikasi yang membangun, keadilan, dan kewarganegaraan.

"Gaya pengasuhan ini, juga disebut demokratis atau berwibawa, dicirikan oleh ekspektasi yang tinggi akan kedewasaan dan kepatuhan terhadap aturan sambil memungkinkan adanya dialog terbuka," urai Edwards.

Orang tua yang demokratis juga mendorong kemandirian dan menempatkan batasan serta kendali atas tindakan anak mereka.

Mereka menghubungkan hak istimewa anak-anak dengan demonstrasi tanpa mengenyampingkan tanggung jawab dan penilaian yang baik.

Mereka menetapkan standar yang jelas untuk anak-anaknya, memantau batasan yang mereka tetapkan, dan mendorong otonomi dengan menyediakan kekuatan dan ruang pengambilan keputusan yang luas untuk melibatkan minat unik mereka sendiri.

Baca juga:

Parents, ini Aturan Pakai Masker pada Anak

"Ketika anak-anak berperilaku tidak baik, orang tua yang bijak merespons dengan cara yang memandu orang yang sedang berkembang yang tersembunyi di bawah suasana hati yang mengerikan atau perilaku impulsif," ujarnya.

Orang tua disiplin menuntut tanpa menggunakan kendali psikologis. (Foto: Pexels/Julia M Cameron)

Tipikal orang tua yang disiplin menuntut tanpa menggunakan kendali psikologis dan responsif secara emosional tanpa kehilangan kendali perilaku. "Mereka menjelaskan alasan di balik aturan, batasan, dan konsekuensi yang mereka terapkan," lanjutnya.

Anak-anak yang menerima jenis disiplin ini cenderung menjadi lebih asertif, bertanggung jawab secara sosial, mengatur diri sendiri, dan kooperatif.

Anak-anak dari orang tua demokratis mengalami kecemasan dalam menanggapi stres seperti yang lainnya. Namun telah terbukti seringkali anak-anak ini lebih mudah beradaptasi dalam menghadapi stres yang mereka hadapi.

Penelitian menunjukkan anak-anak dari orang tua demokratis cenderung tidak mengalami depresi atau kecemasan yang melemahkan, cenderung tidak terlibat dalam perilaku agresif secara sosial, dan cenderung tidak menggunakan zat ilegal.

Orang tua yang disiplin juga tahu secara intuitif lebih baik menegur kesalahan akademis anak-anak mereka daripada mendukung secara emosional. Dengan begitu anak akan mencari solusi untuk memecahkan masalah. (avia)

Baca juga:

Anak Jadi Materialistis? Ketahui Cara Mencegahnya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tips Ampuh Menghindari Serangan Flu
Fun
Tips Ampuh Menghindari Serangan Flu

Tips Ampuh Menghindari Serangan Flu Selama Musim Hujan

Perspektif Kreatif di Masa Pandemi Ala Fotografer Miniatur Tatsuya Tanaka
Fun
Perspektif Kreatif di Masa Pandemi Ala Fotografer Miniatur Tatsuya Tanaka

Pria kelahiran 1981 itu menjadikan hal-hal seputar virus Corona sebagai sumber inspirasinya.

Sengit, Epic Games Tak Memperbolehkan Apple Gunakan Unreal Engine
Fun
Sengit, Epic Games Tak Memperbolehkan Apple Gunakan Unreal Engine

Epic Games lanjut menyerang, Apple tak diperbolehkan memakai Unreal Engine.

Spanyol Buat Sitkom Tentang Kehidupan Perempuan Saat Lockdown
ShowBiz
Spanyol Buat Sitkom Tentang Kehidupan Perempuan Saat Lockdown

Di sana ada serial sitkom berjudul Quarantine Diaries, yang menceritakan tentang pembatasan sosial

Kesulitan Irama Nusantara Arsipkan Musik Indonesia Secara Digital
ShowBiz
Langsung Insecure Waktu Lihat Teman Lebih Produktif?
Fun
Langsung Insecure Waktu Lihat Teman Lebih Produktif?

Insecure menggambarkan perasaan tidak aman yang bisa membuat seseorang merasa gelisah, takut, atau menjadi tidak percaya diri.

Berlian Entertainment Siap Gelar Konser Drive-in di JIExpo Kemayoran, Intip Lineupnya
ShowBiz
Berlian Entertainment Siap Gelar Konser Drive-in di JIExpo Kemayoran, Intip Lineupnya

Berlian Entertainment Siap Gelar Konser Drive-in di JIExpo Kemayoran, Intip Lineupnya

 Banjir Untung, Ini Bisnis Tepat Bagi Generasi Muda
Fun
Banjir Untung, Ini Bisnis Tepat Bagi Generasi Muda

Cepat-cepat deh mulai bisnis ini!

Pandemi Terpilih Jadi 'Word of the Year 2020' Versi Merriam-Webster
Fun
Pandemi Terpilih Jadi 'Word of the Year 2020' Versi Merriam-Webster

Tidak mengherankan jika kata 'pandemi' jadi Word of the Year 2020.

Berikan Bonus Karyawannya 4.116 Mobil, Perusahaan Ini jadi Sorotan Internasional
Fun
Berikan Bonus Karyawannya 4.116 Mobil, Perusahaan Ini jadi Sorotan Internasional

Perusahaan asal Tiongkok jadi viral usai membagikan bonus 4.116 mobil pada karyawannya